Proses Melahirkan dalam Air yang Wajib Diketahui Ibu Hamil, Perhatikan Risikonya

Merdeka.com - Memiliki anak adalah dambaan bagi hampir sebagian besar pasangan yang menikah dan bagi seorang ibu harapan terbesarnya adalah melahirkan anaknya dengan lancar dan tanpa halangan yang berarti. Jauh-jauh hari seorang ibu sudah memikirkan dengan cara apa ia akan melahirkan anaknya nanti, dengan persalinan normal atau cesar.
Namun kini telah banyak orang yang mulai melirik proses melahirkan bayi mereka di dalam air. Melahirkan dalam air atau water birth disebut-sebut sebagai salah satu metode yang dapat mengurangi rasa sakit.
Meskipun dalam hal ini masih banyak orang yang memperdebatkannya sebagian pro sebagian lainnya kontra, hal ini tak lain karena melahirkan dalam air memiliki risiko yang perlu dipertimbangkan dengan matang bagi setiap ibu yang hendak memilih metode tersebut.
Berikut ini proses melahirkan dalam air yang wajib diketahui ibu hamil, perhatikan risikonya telah dirangkum merdeka.com melalui berbagai sumber.
Pengertian Melahrikan Dalam Air (Water Birth)
Secara harfiah, water birth merupakan proses melahirkan yang dilakukan di dalam air. Selama proses melahirkan di air atau water birth berlangsung, kamu akan berada di dalam sebuah bak atau kolam kecil berisi air hangat.
Penggunaan air selama melahirkan ini bertujuan untuk mempermudah prosesnya, sekaligus meredakan rasa sakit dan tidak nyaman yang mungkin kamu alami. Agak berbeda dengan persalinan yang berlangsung di rumah sakit, proses melahirkan di dalam air atau water birth biasanya dilakukan secara alami.
Artinya, kamu tidak akan diberikan obat-obatan, bius (anestesi), maupun operasi caesar. Daya apung dari airlah yang akan memberikan kamu bantuan selama proses water birth berlangsung.
Proses Melahirkan Dalam Air
Pada proses melahirkan di dalam air berarti ibu akan memposisikan diri dengan duduk, jongkok, atau pada posisi lain yang membuatnya nyaman untuk mengejan di dalam air.
©2012 Merdeka.com
Metode ini bisa dibilang sangat berbeda dengan metode konvensional yang mana ibu menjalani proses melahirkan dengan berbaring di tempat bersalin.
Risiko Melahirkan Dalam Air
Melahirkan di dalam air memiliki beberapa risiko untuk bayi. Bayi yang mengalami stres saat proses melahirkan di air atau water birth berlangsung, bisa membuatnya bernapas di dalam air.
Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya komplikasi serius pada pernapasan bayi, seperti aspirasi mekonium. Dalam hal ini aspirasi mekonium terjadi ketika bayi menghirup mekonium (tinja pertama bayi), yang ada pada cairan ketuban saat proses persalinan.
Beberapa risiko dari melahirkan di dalam air berikutnya seperti tali pusat bayi rusak saat diangkat ke permukaan air,bayi mengalami kejang, bayi susah bernapas, suhu tubuh bayi menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah. (mdk/nof)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya