12 Minuman Musim Hujan yang Nikmat, Tradisional dan Menghangatkan Badan

Merdeka.com - Musim hujan identik dengan cuaca dingin dan dapat mendatangkan berbagai macam penyakit. Namun, nenek moyang masyarakat Indonesia telah menciptakan kreasi aneka minuman musim hujan. Minuman ini berkhasiat mampu menghangatkan badan di saat udara dingin dan hujan datang.
Aneka minuman musim hujan khas Indonesia ini terbuat dari rempah tradisional warisan nenek moyang. Tak heran, hingga kini minuman musim hangat tradisional Indonesia bahkan dipercaya punya banyak khasiat bagi kesehatan.
Minuman musim hujan sebagai penghangat ialah wedang ronde, wedang uwuh, bandrek, hingga teh talua. Sebagian besar minuman tradisional ini didominasi rempah pilihan yang mampu menghangatkan badan. Misalnya penggunaan jahe, cengkeh, kayu secang, serai, dan juga pala.
Beberapa minuman musim hujan ini dapat kamu jadikan minuman andalan saat dingin melanda. Terlebih saat cuaca ekstrem mulai mendung, hingga hujan dan angin kencang. Tentu kondisi imun kesehatan harus dikuatkan.
Berikut minuman musim hujan tradisional yang nikmat, dan menghangatkan badan, melansir dari Liputan6.com dan Briliofood.com.
Minuman Musim Hujan, Ampuh Menghangatkan Badan
©Instagram/callista.food
1. Bir Pletok
Bir pletok merupakan salah satu minuman musim hujan khas Betawi yang mempunyai beragam manfaat. Meski menyandang kata 'bir', minuman ini sama sekali tidak mengandung alkohol bahkan menyehatkan.
Bir pletok umumnya terbuat dari lada, jahe, dan kulit kayu secang. Kulit kayu secang inilah yang membuat bir pletok berwarna merah. Bir pletok awalnya diracik karena dulu banyak orang Betawi yang melihat kebiasaan warga Belanda di Indonesia. Warga Belanda selalu mengonsumsi wine di dalam sebuah perayaan.
Karena itu, orang Betawi juga ingin mengonsumsi minuman serupa saat ada perayaan khusus tapi tanpa ada unsur alkohol. Kata 'pletok' sendiri diambil dari bunyi 'pletok' saat orang Belanda membuka tutup botol wine.
Penggabungan kata bir dan pletok menjadi nama dari racikan minuman herbal tersebut. Bir pletok terasa segar diminum dalam keadaan dingin maupun hangat.
2. Wedang Ronde
Wedang ronde adalah minuman yang mencampurkan dua budaya, yaitu Tionghoa dan Indonesia. Secara internasional, wedang ronde ini dikenal dengan Tang Yuan.
Wedang ronde berisikan air jahe panas yang dicampur dengan gula kelapa atau aren kemudian disajikan dengan ronde, kacang tanah goreng, potongan roti, dan sebagainya. Ronde sendiri adalah bola-bola yang terbuat dari tepung ketan.
Wedang ronde merupakan minuman musim hujan andalan dan cocok untuk diminum saat cuaca dingin.
3. Bajigur
Bajigur merupakan minuman tradisional yang sudah dikenal hingga penjuru Indonesia. Minuman yang berasal dari Jawa Barat ini umumnya terbuat dari kopi, gula aren, dan santan.
Proses pembuatannya cukup sederhana. Pertama, kopi dicampurkan dengan garam, gula aren, dan santan, lalu diaduk hingga merata. Campuran tersebut dimasak dengan api kecil sambil diaduk hingga mendidih.
Bajigur merupakan minuman musim hujan yang cocok dikonsumsi, terlebih bagi mereka yang sedang terkena flu. Sebaiknya bajigur diminum saat masih hangat agar khasiatnya tidak hilang. Tidak hanya flu, bajigur diyakini juga dapat mencegah obesitas, mencegah kanker, sampai mempercantik kulit.
4. Wedang Uwuh
Wedang uwuh merupakan minuman berkhasiat yang terbuat dari rempah-rempah asli Indonesia. Minuman khas Jogja ini dipandang sebagai minuman musim hujan yang ampuh menghangatkan badan.
Wedang uwuh merupakan salah satu minuman tradisional yang kerap digunakan dalam pengobatan tradisional. Wedang uwuh ini dalam Bahasa Jawa memiliki arti yang unik, yakni wedang berarti “minuman” dan uwuh berarti “sampah alias ‘minuman sampah’.
Dinamakan wedang uwuh karena penampilannya setelah diseduh atau direbus dengan air akan terlihat berantakan, seperti sisa atau sampah rempah. Wedang uwuh biasanya dibuat menggunakan tanaman herbal seperti jahe, kayu secang, cengkeh, kayu manis, pala, serai, kapulaga, dan gula batu atau gula pasir.
Jahe dan kapulaga pada wedang uwuh, dapat memberikan sensasi hangat di tubuh sehingga minuman ini cocok diminum pada saat hujan atau saat santai di sore hari.
Meski dijuluki ‘minuman sampah’, wedang uwuh mempunyai segudang manfaat untuk tubuh. Minuman ini diyakini bisa mengobati penyakit seperti batuk, masuk angin, perut kembung, pegal linu dan menyegarkan badan.
5. Wedang Pokak
Kali ini minuman tradisional yang berasal dari Probolinggo, Jawa Timur. Wedang pokak, menjadi minuman musim hujan yang cocok dikonsumsi saat hujan. Wedang pokak terbuat dari beraneka ragam rempah-rempah, yaitu serai, cengkeh, kayu manis, jeruk purut, jahe, daun pandan yang kemudian diberi sedikit gula.
Minuman ini dapat Anda nikmati saat cuaca sedang dingin. Wedang pokak ini selain berfungsi untuk menghangatkan tubuh, juga bisa untuk meredakan sakit kepala, mengurangi nyeri saat datang bulan, dan mengobati sariawan.
Wedang pokak juga merupakan minuman yang wajib ada pada saat Lebaran tiba.
Teh Telur Penghangat Badan
©2021 Merdeka.com/Maizal Chaniago
6. Teh Talua
Kali ini teman makanan ringan khas Padang yang wajib dicoba. Ialah teh talua yang melegenda. Minuman ini terbuat dari campuran teh, susu, dan telur atau dan lebih dikenal dengan sebutan teh talua. Minuman ini merupakan salah satu minuman legendaris bagi masyarakat Minangkabau hingga Kota Padang. Minuman teh talua sangat cocok dijadikan minuman musim hujan yang menghangatkan badan.
Minuman yang mencampurkan telur dalam pembuatannya ini dipercaya dapat menghangatkan suhu tubuh dan sering kali dinikmati pada pagi hari sebagai teman sarapan atau ketika malam hari saat suhu mulai menurun. Selain itu, teh talua juga bisa meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh seseorang ketika beraktivitas.
7. Sekoteng
Sekoteng merupakan minuman khas Jawa Tengah dengan rasa jahe yang biasanya dihidangkan dalam keadaan masih panas. Sekoteng biasanya dicampurkan dengan berbagai isian, seperti kacang hijau, potongan roti, kacangan tanah, dan lain-lain. Para penikmat sekoteng biasanya menikmatinya di kala hujan dan cuaca dingin. Sekoteng memang cocok sebagai minuman musim hujan.
Sekoteng sangat pas menemani saat menikmati udara dingin malam. Apalagi dengan jahe sebagai bahan utamanya, membuat minuman penghangat badan satu ini memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh.
Manfaat sekoteng ialah menghangatkan badan, mengurangi pusing, mengurangi nyeri menstruasi, mencegah gejala mual dan muntah, hingga mencegah osteoporosis.
8. Sarabb
Di Sulawesi Selatan khususnya daerah Bugis, penduduknya kerap menikmati sarabba sebagai minuman penghangat tubuh sekaligus penambah stamina. Penjual sarabba bisa ditemui dengan mudah di kawasan Makassar. Biasanya minuman ini dinikmati saat malam atau saat cuaca dingin di musim hujan. Menariknya Sarabba juga dapat dijadikan minuman hangat saat sarapan di pagi hari.
Sarabba memang tidak sepopuler wedang jahe khas Jawa tapi khasiatnya tak kalah menarik. Racikan jahe, santan, gula aren dan kuning telur kampung ini diyakini bisa menambah stamina.
9. Bandrek
Minuman tradisional dari Jawa Barat ini banyak digemari dan sangat disukai masyarakat yang tinggal di daerah dataran tinggi karena racikan ragam rempah yang dapat menghangatkan tubuh. Selain mampu menghangatkan tubuh, bandrek juga dikenal sebagai minuman yang menyehatkan.
Kandungan jahe dan rempah di dalamnya mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan cocok menjadi minuman musim hujan. Bandrek juga dipercaya bisa sebagai mencegah perut kembung, mengatasi masuk angin, dan mencegah radang.
10. Wedang Jaselang
Wedang jaselang merupakan salah satu minuman musim hujan yang populer di Malang, yaitu wedang jaselang. Wedang jaselang menggunakan rempah-rempah sebagai bahannya, yaitu jahe, merica, kayu manis, secang, dan kapulaga.
Tak hanya itu, terdapat bahan unik yang ada di Wedang Jaselang ini, yaitu alang-alang yang dijadikan bahan utamanya. Wedang jaselang mempunyai khasiat sebagai obat untuk menjaga stamina dan menghangatkan tubuh.
11. Angsle
Angsle juga merupakan wedang khas Malang, Jawa Timur. Minuman ini biasanya terbuat dari air yang direbus bersama jahe, serai, dan gula Jawa. Konon, kuah angsle dibuat hanya dengan menggunakan daun pandan, vanili, dan santan. Jahe tidak dimasukkan karena dianggap akan mengubah rasa. Tapi, karena diberi label “wedang”, kuah angsle pun ditambahkan dengan jahe.
Manfaat dari wedang angsle yaitu untuk mencegah dan mengobati batuk, masuk angin, melancarkan pencernaan, bahkan baik juga untuk mencegah penyakit kanker.
12. Kembang Tahu
Kembang tahu yang juga dikenal sebagai tahwa adalah hidangan penutup berbahan dasar kedelai dengan kuah jahe yang disajikan hangat. Camilan ini menjadi kuliner tradisional dari akulturasi budaya Tionghoa dan Indonesia.
Kembang tahu seringkali dijadikan menu andalan minuman musim hujan. Kandungan jahe membuat tubuh terasa hangat, sedangkan kembang tahu menjadikan pengganjal perut yang nikmat. (mdk/Ibr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya