Pengakuan Mengejutkan Aulia Kesuma, soal Santet Sampai Ajak Hubungan Intim
Merdeka.com - Satu persatu, fakta mengejutkan terungkap dari Aulia Kesuma (45), otak pembunuhan dan pembakaran Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan Pradana alias Dana alias D (23). Aulia tega menghabisi suami dan anak tirinya lantaran terlilit utang sebesar Rp 10 miliar.
Tak cuma itu dia juga ingin menguasai harta suaminya dengan cara menjual rumah. Di hadapan penyidik, Aulia mengungkap rencana jahat menghabisi Edi dan Dana. Berikut pengakuan Aulia Kesuma:
Pembunuhan Direncakan Sejak Juli
-
Bagaimana pria itu membunuh anak tirinya? 'Mereka cekcok sehingga tersangka SE ini menusuk SR dan anaknya menggunakan pisau sehingga anak tidak tertolong lagi,' kata Kapolres Merangin AKBP Ruri Roberto.
-
Siapa yang dibunuh secara sadis? Hasil analisis menunjukkan, kedua mumi laki-laki ini mengalami kematian di tempat akibat tindakan kekerasan yang disengaja.
-
Siapa yang ditikam mantan ayah tiri? Seorang remaja putri M (19) tewas setelah ditikam mantan ayah tirinya, SE (53). Sang ibu SR (53) juga terluka parah ditusuk mantan suaminya itu.
-
Kenapa Polwan tersebut membakar suaminya? Seorang Polwan ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan suaminya sendiri karena diduga mengalami baby blues.
-
Mengapa almarhumah Aulia dipalak? Dijelaskan bahwa oknum di PPDS Anestesi Undip ini meminta uang senilai Rp20-40 juta. Permintaan uang ini bahkan berlangsung sejak dokter Risma masuk PPDS Anestesi sekitar bulan Juli hingga November 2022 lalu. 'Dalam proses investigasi, kami menemukan adanya dugaan permintaan uang di luar biaya pendidikan resmi yang dilakukan oleh oknum-oknum dalam program tersebut kepada almarhumah Risma. Permintaan uang ini berkisar antara Rp20-Rp40 juta per bulan,' ungkap Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril pada Minggu (1/9).
-
Kenapa Atta Halilintar mengubur ari-ari anak keduanya? Atta segera mengubur ari-ari anak keduanya di lahan rumah baru untuk menghindari peristiwa yang sama.
Pembunuhan Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan di Pradana alias Dana alias D (23) sudah direncanakan sejak Juli 2019 lalu. Namun akhirnya urung dilakukan. Akhirnya ia merencanakan skenario pembunuhan dengan menyewa jasa empat orang eksekutor.
Informasi jasa itu didapatkan Aulia melalui suami mantan ART-nya. Meski harga sewa jasa sebesar Rp500 juta, Ia menyanggupinya. Namun belakangan hanya dua orang eksekutor yang ikut terlibat mereka adalah Sugeng dan Agus. Sementara RD dan AL urung melakukan lantaran AL terganggu kesehatannya.
"Dalam perjalanan mereka (dua orang ini) dari Kalibata ke rumah korban, kedua eksekutor seperti sakit atau kesurupan. Akhirnya yang dua diantar kembali di suatu tempat. Sehingga pada pelaksanaan eksekusi itu hanya dua orang," kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (28/8).
Datangi Dukun Santet
Pembunuhan yang dilakukan Aulia Kesuma terhadap suaminya Edi Chandra Purnama dan anak tiri Adi Perdana telah direncanakan secara matang. Bahkan sebelum pembunuhan itu terjadi, Aulia sempat mendatangi dukun untuk menyantet suaminya. Akan tetapi niat keji itu tak berhasil.
"Konsultasi ke paranormal agar bisa meluluhkan suaminya agar bisa mah menjual rumah, tapi enggak berhasil. Kemudian ke paranormal agar disantet dan sebagainya tapi enggak berhasil," kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi di Mapolda Jabar, Bandung, Kamis (29/8).
Ajak Suami Berhubungan Intim Sebelum Dibunuh
Strategi pembunuhan Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), yang dilakukan Aulia Kesuma bak sinetron. Sebelum melancarkan aksi pembunuhan, Aulia sempat melakukan hubungan intim dengan korban Edi. Hal ini juga sudah dirancang bersama empat eksekutor dan anak kandungnya, KV pada Sabtu (24/8).
Saat sampai di rumah, Aulia memberikan jus yang sudah dicampur dengan 10 butir obat tidur. Namun, reaksi yang ditimbulkan tidak instan. Edi masih bisa beraktivitas. Ia pun mengajak Edi untuk melakukan aktivitas seksual. Harapannya agar mempercepat efek dari obat tidur.
"Iya supaya (korban) tidak ada curiga dan cepat merasa lelah. (setelah berhubungan badan) korban melakukan yoga dan ketiduran di lantai," kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi di Bandung, Kamis (29/8).
Bakar Rumah Lebak Bulus
Untuk menghilangkan jejak setelah membunuh suami dan anak tirinya, Aulia Kesuma menyusun rencana untuk membakar rumah yang berlokasi di Lebak Bulus. Modus kebakaran rumah dirancang dua eksekutor dengan memakai obat nyamuk spiral dipasang korek api yang sudah disambung dengan ceceran bensin. Para pelaku berharap peristiwa terjadi mulus sesuai rencana.
"Dua eksekutor atas nama SG merakit obat nyamuk spiral yang ujungnya dipasang korek, apabila obat nyamuk habis akan bersambung korek dan Kelvin mengambil bensin yang ada di motor, kemudian disiramkan di garasi kamar utama dan disiramkan di kamar dana, baru dirakit rakitan tersebut, di garasi kemudian di kamar utama dan kamar Dana," Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi.
Namun misi itu gagal karena yang terbakar hanya kamar Dana, sedangkan garasi dan kamar utama tidak terbakar.
Tak Paksa Kelvin
Selain membayar empat orang, Aulia Kesuma dibantu anaknya Geovanni Kelvin Octavianus Robert alias KV untuk menghabisi Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anak tirinya, M Adi Perdana (23). Turut serta Kelvin tidak ada unsur paksaan dari Aulia. Kelvin melakukan itu karena sakit hati kepada korban.
"Kelvin enggak ada (pemaksaan). Dia juga merasa sakit hati karena merasa terusir dari rumah tersebut," kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Korban dibunuh saat tidur menggunakan helm yang dipukulkan ke kepala dan bagian lehenya dicekik.
Baca SelengkapnyaSuami pelaku bernama Mario Agustinus Wendo mengalami luka bakar mencapai 80 persen.
Baca SelengkapnyaKecurigaan bahwa kematian Asep tidak wajar semakin kuat setelah adanya tagihan pinjaman online atas nama korban yang diajukan di hari dia meninggal dunia.
Baca SelengkapnyaPara pelaku juga sepakat menghabisi korban pada Selasa (25/6) malam saat korban tidur. Namun upaya itu gagal karena korban saat itu begadang.
Baca SelengkapnyaPria di Musi Rawas, Sumatera Selatan, AJ (27), diamankan warga dan diserahkan ke polisi seusai menikam suami selingkuhannya, AR (33).
Baca SelengkapnyaSang suami dinilainya pelit padahal ada angsuran bank dan koperasi yang harus dibayarkan.
Baca SelengkapnyaBaru-baru ini viral di media sosial cerita tentang keluarga kecil yang hancur karena sang suami kecanduan main judi online.
Baca SelengkapnyaDari keterangan RAD, dia tega menjual anaknya pada pria hidung belang karena terlilit utang pinjaman online (pinjol). Jumlah utang RAD mencapai Rp 100 juta.
Baca SelengkapnyaPeristiwa itu bermula saat tersangka AA meminta PN datang ke rumahnya untuk meminta bantuan menyelesaikan masalahnya.
Baca SelengkapnyaKasus ini terungkap setelah polisi melibatkan psikolog sehingga perbuatan ayah tiri korban terbongkar.
Baca SelengkapnyaDia menganiaya korban menggunakan tangan kosong dengan cara membenturkan kepala korban ke tembok hingga berdarah.
Baca SelengkapnyaPelaku memasukkan sianida ke dalam kopi yang diminum bocah remaja itu
Baca Selengkapnya