PDIP: Megawati Tak Ada Masalah, Jokowi yang Menutup Diri Karena Merasa Bersalah dan Berkhianat
Politikus PDIP Guntur Romli menilai, pernyataan Jokowi yang menyebut belum tentu seluruh presiden bisa berkumpul sebagai sinyal menutup diri.

Politikus PDIP Guntur Romli menilai, pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut belum tentu seluruh presiden bisa berkumpul sebagai sinyal menutup diri. Terutama, terhadap Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri.
“Jokowi terkesan menutup diri karena secara psikologis itu orang yang bersalah dan tidak mau mengakui kesalahannya, dan tidak mau minta maaf,” kata Romli saat dikonfirmasi, Jumat (28/3).
Romli berpandangan, pernyataan Jokowi tersebut justru menunjukkan kesan bahwa dia menyadari kesalahan fatal yang dilakukan, sehingga membuatnya dipecat dari keanggotaan partai.
“Karena Jokowi merasa kesalahannya sangat fatal, sehingga harus dipecat dari PDIP. Pelanggaran kepada Konstitusi, UU dan AD/ART Partai, merusak demokrasi dan supremasi hukum demi kepentingan anak dan keluarga dia, serta pengkhianatan terhadap Partai,” jelasnya.
Oleh sebab itu, Jokowi enggan bertemu secara langsung dalam satu forum dengan Megawati selaku karena telah mengkhianati PDIP demi kepentingan pribadi.
“Sedangkan Ibu Megawati itu tidak ada masalah personal dengan Jokowi. Belum apa-apa Jokowi sudah menutup diri karena merasa bersalah dan berkhianat ke Ibu Megawati,” tutur Romli.
“Waktu dulu Jokowi dimaki-maki Jokodok, Ibu Megawati sampai membela dan menangin, enggak tega karena makian itu keterlaluan,” pungkasnya.
Jokowi Anggap Mustahil Bertemu Megawati
Jokowi menanggapi peluang pertemuannya dengan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), usai anak-anak mereka saling bertemu. Meski bisa saja dilakukan, namun ia tak yakin.
"Ya bisa saja, tapi kelihatannya kok enggak mungkin," ujar Jokowi saat ditemui wartawan di kediaman pribadi Jalan Kutai Utara No 1, Sumber, Solo, Kamis (27/3).
Saat ditanyakan apa alasannya, mantan Gubernur DKI Jakarta enggan menyampaikannya.
"Ya enggak tahu, hehehe. Kelihatannya kok," tukasnya.
"Kelihatannya kok enggak mungkin, udah," sambungnya.
Disinggung apakah hal tersebut ada hubungannya dengan hubungan panas PDIP dan dirinya, Jokowi enggan memberikan jawaban.
"Udah jawabannya itu," katanya.