Unggul Telak Lawan Anak Eks Kapolri Da'i Bachtiar, Lucky Hakim Ditetapkan KPU Sebagai Pemenang Pilkada Indramayu
Lucky menang melawan Nina Agustina yang merupakan anak mantan Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, merampungkan rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara untuk pemilihan bupati dan wakil bupati Indramayu, yang menetapkan pasangan Lucky Hakim-Syaefudin unggul dalam Pilkada 2024. Lucky menang melawan Nina Agustina yang merupakan anak mantan Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar.
“Penetapan ini dilakukan melalui rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat kabupaten yang berlangsung di Aula KPU Indramayu,” kata Ketua KPU Indramayu Masykur di Indramayu, Jumat (6/12).
Jumlah Perolehan Suara
Masykur menjelaskan pasangan Lucky Hakim-Syaefudin berhasil memperoleh suara terbanyak, dengan 602.286 suara dari total 890.821 suara sah di Pilkada Indramayu.
Masykur mengatakan untuk pasangan Nina Agustina-Tobroni, menempati posisi kedua pada Pilkada Indramayu dengan perolehan 227.124 suara.
“Sedangkan untuk pasangan Bambang Hermanto-Kasan Basari, memperoleh 61.411 suara,” ujar Masykur.
Dia menyebutkan setelah rapat pleno ini dirampungkan, tahapan selanjutnya adalah menyampaikan dokumen hasil rekapitulasi tersebut ke KPU Provinsi Jawa Barat untuk proses berikutnya.
“Proses rekapitulasi ini merupakan bagian dari tahapan Pilkada 2024, yang berlangsung di seluruh daerah di Indonesia,” tutur Masykur.
Hasil Pilgub Jabar di Indramayu
Selain pemilihan bupati, KPU juga mengumumkan hasil perolehan suara untuk pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Barat di wilayah Kabupaten Indramayu.
Dia mengemukakan pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan, unggul dengan 560.191 suara dari total 871.792 suara sah. Sedangkan pasangan Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie meraih sebanyak 139.875 suara.
Masykur menambahkan di wilayah Indramayu, pasangan Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja berhasil mengantongi 128.987 suara, dan Acep Adang Ruhiyat-Gitalis Dwi Natarina hanya meraih 96.739 suara.
“Hasil rekapitulasi ini akan menjadi dasar bagi KPU untuk melanjutkan proses pleno di tingkat provinsi guna menetapkan hasil akhir Pilgub Jawa Barat,” ucap dia.