7 Kurangi Efek Samping Obat, Begini Gaya Hidup Sehat untuk Kendalikan Kolesterol
Konsumsi obat-obatan bisa kurang baik bagi kesehatan jangka panjang. Karenanya, menerapkan gaya hidup sehat untuk atasi kolesterol bisa jadi solusi.

Konsumsi obat-obatan bisa kurang baik bagi kesehatan jangka banjang. Karenanya, menerapkan gaya hidup sehat untuk atasi kolesterol bisa jadi solusi. Berikut penjelasannya.

7 Kurangi Efek Samping Obat, Begini Gaya Hidup Sehat untuk Kendalikan Kolesterol
Sangat penting untuk memperhatikan kadar kolesterol dalam tubuh agar tetap terjaga dengan baik.
Ini disebabkan oleh potensi munculnya penyakit kronis, terutama penyakit jantung, yang menjadi ancaman serius bagi individu dengan tingkat kolesterol yang tinggi.
Tidak hanya itu, efek dari tingginya kadar kolesterol dapat mengakibatkan berbagai jenis penyakit, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pengeluaran untuk biaya pengobatan. Oleh karena itu, menjaga kolesterol agar tetap stabil sangatlah penting.
Jika seseorang memiliki riwayat kolesterol tinggi, langkah-langkah pencegahan komplikasi dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup yang sehat.
Dikutip dari berbagai sumber pada Sabtu (9/3/2024), berikut ini adalah 7 tips gaya hidup sehat yang dapat membantu mengontrol kadar kolesterol.

1. Olahraga secara Teratur
Menurut informasi yang dikutip dari situs siloamhospital.com, aktivitas fisik dianggap efektif dalam menurunkan tingkat kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan produksi kolesterol baik (HDL).
Disarankan untuk melakukan aktivitas fisik setidaknya selama 30 menit setiap harinya, dengan intensitas minimal 5 kali seminggu.
Tidak perlu melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang, sudah cukup untuk mendapatkan manfaatnya. Sebelum memulai program olahraga, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, terutama jika Anda memiliki kondisi medis tertentu.

2. Membatasi Konsumsi Makanan Tinggi Lemak dan Kolesterol
Mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan gula bisa meningkatkan tingkat kolesterol jahat di dalam tubuh.
Oleh karena itu, mengatur asupan gula harian adalah hal penting untuk menjaga keseimbangan kolesterol dan mencegah lonjakan gula darah. Selain itu, perlu dihindari makanan yang mengandung lemak jenuh dan trans tinggi, seperti makanan cepat saji dan gorengan.

3. Menjaga Berat Badan
Informasi dari situs siloamhospital.com yang mengambil referensi dari penelitian Alexander B Leichtle yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition menyatakan bahwa mengurangi berat badan hingga mencapai berat ideal memiliki dampak positif yang berkelanjutan terhadap pengendalian kadar kolesterol.
Pada individu dengan berat badan yang sesuai dengan ideal, penyerapan HDL dapat berjalan dengan lebih efisien.

4. Konsumsi Serat yang Cukup
Memperoleh asupan serat yang mencukupi sangat menguntungkan bagi individu yang mengalami masalah kolesterol tinggi.
Mengapa? Sebab serat memiliki kemampuan optimal dalam mengikat lemak, sehingga mampu mengurangi penyerapan kolesterol di dalam usus.
5. Mengelola Stress dengan Baik
Jika stres tidak ditangani dengan baik, risiko peningkatan kadar LDL dan trigliserida dapat meningkat akibat produksi hormon kortisol dan adrenalin saat stres tidak terkendali, yang dapat mempengaruhi produksi kolesterol dalam tubuh.

6. Berhenti Merokok
Kandungan nikotin pada rokok menghambat aliran kolesterol menuju hati untuk disaring, sehingga kolesterol menumpuk dalam pembuluh darah. Akibatnya, penyakit jantung dapat terjadi karena aliran kolesterol yang tidak lancar.


7. Rutin Memeriksa Kadar Kolesterol Tubuh
Melakukan pengecekan secara teratur akan membantu dalam mengawasi tingkat kolesterol dalam tubuh serta secara efektif mencegah peningkatan kadar LDL. Dengan menjalani pemeriksaan rutin, juga dapat diidentifikasi potensi risiko penyakit kardiovaskular yang mungkin timbul jika terjadi lonjakan kolesterol suatu saat nanti.