Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penderita Autoimun Kulit Tak Boleh Sembarangan Menggunakan Skincare

Penderita Autoimun Kulit Tak Boleh Sembarangan Menggunakan Skincare Ilustrasi perawatan kulit. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Yuganov Konstantin

Merdeka.com - Pasien yang mengalami masalah autoimun kulit perlu sangat memperhatikan berbagai macam hal termasuk dalam merawat kulit. Penggunaan produks perawatan kulit seperti yang ditemui di pasaran tidak boleh mereka gunakan secara sembarangan.

Dokter spesialis kulit dan kelamin dari Klinik Pramudia dr. Amelia Soebyanto, Sp.DV mengatakan hal pertama yang harus diperhatikan oleh pasien autoimun kulit adalah mengontrol penyakitnya terlebih dahulu, sebelum menggunakan produk perawatan kulit atau skincare.

"Dalam produk skincare terdapat banyak zat yang kalau digunakan pada pasien kondisi psoriasis, itu akan bisa mencetuskan iritasi. Jadi sebisa mungkin meminimalisir penggunaan produk-produk pada kulit," ujar dr. Amelia beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

dr. Amelia mengatakan produk perawatan kulit yang direkomendasikan untuk pasien autoimun kulit adalah pelembab. Produk ini bisa membantu dalam mengurangi keluhan gatal dan kulit menjadi lebih lembab.

"Cari pelembap untuk kulit sensitif karena mengandung bahan-bahan yang tingkat iritasinya lebih rendah dan bersifat hipoalergenik jadi tidak mencetus masalah kulit," kata dr. Amelia.

Pentingnya Pengobatan Kulit bagi Penderita Autoimun Kulit

Sementara itu, dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, CEO Klinik Pramudia menjelaskan bahwa perawatan kulit adalah usaha yang dilakukan untuk merawat yang sudah sehat. Produknya pun lebih bersifat kosmetik.

Akan tetapi, bagi penderita autoimun kulit hal yang jauh lebih penting adalah skin treatment atau pengobatan kulit. Jika kulit sudah diobati, maka baru bisa melakukan perawatan.

"Jadi ini sangat berbeda, treatment adalah pengobatan, bisa dalam bentuk oles, minum atau sinar. Setelah terkontrol atau baik, barulah masuk ke fase skincare," ujar dr. Anthony.

"Jadi kalau punya penyakit kulit solusinya bukan skincare. Skincare hanya perawatan pada kulit yang tidak bermasalah, jadi orang yang menderita autoimun harus diberikan skin treatment bukan skincare," tandasnya.

(mdk/RWP)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP