Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fungsi Bintik Buta dan Bintik Kuning pada Mata, Ketahui Gejala Penyakitnya

Fungsi Bintik Buta dan Bintik Kuning pada Mata, Ketahui Gejala Penyakitnya Ilustrasi mata. Shutterstock/vitor costa

Merdeka.com - Pada retina mata, terdapat dua bintik buta yakni bintik kuning (fovea) dan bintik buta (blind spot). Setiap mata kita memiliki bintik buta fungsional kecil seukuran kepala peniti. Di area kecil ini, di mana saraf optik melewati permukaan retina, tidak ada fotoreseptor.

Karena tidak ada sel fotoreseptor yang mendeteksi cahaya, itu menciptakan titik buta. Tanpa sel fotoreseptor, mata tidak dapat mengirim pesan apa pun tentang gambar ke otak, yang biasanya menafsirkan gambar untuk kita.

Biasanya, titik buta tidak perlu dikhawatirkan. Itu terjadi secara alami dan memiliki tujuan. Namun, jika seseorang merasa bahwa bintik buta semakin besar, atau jika memiliki bintik buta lain di bidang penglihatan atau bintik buta mengambang, ini tidak normal, dan harus dievaluasi oleh dokter mata.

Berikut merdeka.com rangkum fungsi bintik buta dan bintik kuning pada mata.

Fungsi Bintik Kuning (Fovea)

Nama "fovea" berasal dari kata Yunani yang berarti "lubang kecil". Ini adalah nama yang tepat, karena fovea adalah lekukan kecil (atau lubang) di makula, struktur kecil yang terletak di tengah retina, jaringan peka cahaya yang melapisi bagian belakang mata.

Retina, makula, dan fovea bekerja sama untuk memberikan penglihatan sentral dan perifer terbaik dan ketajaman visual.

Fungsi Bintik Buta

Setiap orang memiliki tempat di retina mereka di mana saraf optik terhubung. Di area ini tidak ada sel peka cahaya sehingga bagian retina ini tidak dapat melihat. Ini disebut dengan bintik buta.

Fungsi bintik buta adalah sebagai tempat saraf optik dan pembuluh darah meninggalkan bola mata. Saraf optik terhubung ke otak dan membawa gambar ke otak, di mana mereka diproses. Inilah yang kemudian menyebabkan kita tahu apa yang kita lihat.

Mata kita melihat objek atau gambar, dan otak kita menafsirkannya. Otak kita biasanya mengisi informasi apa pun yang kita butuhkan berdasarkan gambar di sekitar titik buta kita, jadi kita biasanya tidak menyadarinya.

Kaca spion samping pada mobil adalah contoh yang baik tentang bagaimana kita mengimbangi titik-titik buta kita. Sering kali, mobil yang melaju di sebelah kita jatuh di titik buta, dan kaca spion samping memberi sudut berbeda untuk melihat area yang sama. Mereka memungkinkan kita untuk "melihat" di bintik buta kita.

Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa latihan mata tertentu dapat membantu mengurangi ukuran bintik buta, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan. Jika satu mata terlatih, keuntungan ini tidak ditransfer ke mata lain yang tidak terlatih.

Hubungi Dokter Jika Muncul Gejala pada Blind Spot

Meski bintik buta normal bagi semua orang, namun gejala pada bintik buta bisa mengindikasikan keadaan tertentu.

Bintik buta terkadang dikaitkan dengan masalah seperti migrain, glaukoma, ablasi retina, degenerasi makula, retinopati diabetik, dan masalah mata terkait HIV/AIDS.

Bicaralah dengan dokter jika:

  • Anda melihat bintik-bintik kosong atau gelap di bidang penglihatan.
  • Anda melihat titik buta ketika melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Titik buta datang dan pergi.
  • Bintik buta  bergerak di sekitar bidang penglihatan Anda.
  • Anda melihat lampu berkedip dengan titik buta.
  • Anda memiliki lebih banyak floaters dalam penglihatan.
  • Anda melihat perubahan lain dalam penglihatan mata.
  • (mdk/amd)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP