Mengenal Teknologi ADAS dari Mobil Listrik China Ini
Saat ini banyak mobil listrik yang canggih. Menggunakan sensor-sensor yang membantu pengemudi mengendarai kendaraannya.

Banyak mobil listrik asal China kini telah mengadopsi teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS). Secara sederhana, teknologi ini membantu pengemudi dalam mengemudikan kendaraan dengan lebih aman dan nyaman. Lantas apa itu ADAS?
Advanced Driver Assistance System (ADAS) adalah teknologi yang dirancang untuk membantu pengemudi berkendara dengan aman dan nyaman. Teknologi ini mengandalkan kombinasi sensor, kamera, radar, dan perangkat lunak canggih untuk mendeteksi lingkungan sekitar kendaraan.
ADAS mampu memberikan peringatan hingga intervensi otomatis guna mencegah kecelakaan di jalan. Selain itu, dengan teknologi laser yang digunakan, sistem ini mampu memindai area sekitar kendaraan dengan akurasi tinggi.
Penerapan ADAS
Salah satu penerapan ADAS terdapat pada Denza, sub-brand dari BYD, yang menghadirkan Denza Pilot-Advanced Driver Assistance System.
Sistem ini mengintegrasikan LiDAR (Light Detection and Ranging), radar, kamera, sensor ultrasonik, kecerdasan buatan (AI) canggih, dan peta definisi tinggi (HD).
Dengan kemampuannya mendeteksi objek dan jarak secara real-time, Denza mampu mengenali kondisi jalan, kendaraan lain, dan rintangan di sekitarnya dengan presisi tinggi.
Kehadiran teknologi ini memberikan pengalaman berkendara yang lebih aman dan nyaman, baik saat melaju di jalan tol, menghadapi kemacetan di perkotaan, maupun saat memarkir kendaraan di area sempit.
Narendro Bawono Cahyolaksono, Product Planning Assistant Manager BYD, menjelaskan bahwa permasalahan utama pada ADAS adalah interference, seperti gangguan saat cuaca mendung atau kondisi gelap. Namun, dengan kehadiran Denza Divine Eyes, semua masalah tersebut dapat teratasi.
"Sebetulnya, permasalahan utama pada ADAS adalah interference, di mana ada gangguan terkait cuaca mendung atau kondisi gelap. Namun, dengan Denza Divine Eyes, semua itu akan tercover. Denza dilengkapi dengan 33 sensor, termasuk dua sensor LiDAR di bagian depan. Biasanya, LiDAR ditempatkan di atas mobil, tetapi kami memilih menaruhnya di bawah untuk meningkatkan aerodinamis mobil dan memberikan deteksi lebih cepat terhadap kondisi di sekitar," jelas Narendro saat dijumpai di acara TechAuto Talk di Jakarta, Rabu (19/2).
Dia juga menambahkan bahwa sistem semi-otonom pada Denza memiliki berbagai kemampuan canggih. Misalnya, fitur Auto Highway Lane Change memungkinkan kendaraan berpindah jalur secara otomatis di jalan tol. Ada juga Urban Autonomous Driving, yang membantu kendaraan melaju secara otomatis di jalanan perkotaan, serta Obstacle Avoidance yang berfungsi untuk menghindari hambatan di jalan.
"Selain itu, sistem ini menggunakan ORIMX, salah satu chip terkemuka untuk sistem lalu lintas. Teknologi ini memungkinkan kendaraan berpindah jalur secara otomatis saat mendeteksi penghalang, membaca garis lalu lintas, dan menyesuaikan kecepatan sesuai batas maksimum. Bahkan, jika pemilik kendaraan tinggal di apartemen, Denza akan mengingat lokasi parkir dan dapat memarkirkan diri secara otomatis tanpa perlu dikendalikan langsung oleh pengemudi," tambahnya.
Dengan teknologi Navigation Autopilot (NOA), Denza tidak hanya memahami kondisi jalan, tetapi juga dapat mengantisipasi situasi seperti perawatan jalan atau konstruksi. Kendaraan akan memperlambat kecepatan secara otomatis jika diperlukan, memberikan kenyamanan dan keselamatan lebih bagi penggunanya.