Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Usaha Kayu Palet di Kolong Jembatan Kereta Jakarta Pusat

Usaha Kayu Palet di Kolong Jembatan Kereta Jakarta Pusat Usaha Kayu Palet di Kolong Kereta Jakarta Pusat. ©2021 Merdeka.com/Agung Uplo

Merdeka.com - Dari bawah kolong jembatan kereta Pasar Pagi Mangga Dua Jakarta Pusat, sesekali deru suara kereta api yang melintas dari dan menuju Stasiun Jakarta Kota terdengar. Saling bersahutan dengan suara mesin pemotong kayu. Sibuk beroperasi siap menghasilkan kayu palet.

Pria yang akrab disapa Adung ini sudah terbiasa mendengar suara bising itu. Usaha ini bahkan sudah berdiri sejak tahun 1995. Turun temurun dari keluarga, ia melanjutkan bisnis kayu palet ini. Bukan tanpa alasan, kolong jembatan kereta ini dipilih sebagai tempat usaha mikro ini berdiri.

Pasalnya, jika mengambil toko apalagi di daerah Jakarta tentu saja harganya melambung tinggi. Bisa-bisa tak terbayar. Di kolong kereta ini ia tak membayar apapun. Membayar toleransi pada RT setempat.

usaha kayu palet di kolong kereta jakarta pusat©2021 Merdeka.com/Agung Uplo

7 kali tempat ini dibongkar, namun lahan kosong ini justru menjadi sarang preman. Daripada disalah gunakan, pemerintah membiarkan usaha ini berdiri. Menjadi tempat menyambung hidup bagi Pak Adung dan kedua karyawannya. Tentu saja jauh lebih bermanfaat.

Dengan sedikit sentuhan alat sederhana, ia mengubah kayu dari Pandengglang, Banten menjadi benda bernilai rupiah. Kayu palet dengan panjang 45x45 persegi dan tinggi 20cm itu dijual seharga Rp 50 ribu rupiah.

Dari 7 peti, Pak Adung mendapat omset Rp 350 ribu rupiah. Menjual kayu palet buah kerja kerasnya di toko-toko pasar dan pengusaha. Mengikuti zaman, Pak Adung juga memasarkan jasa layanannya lewat media online.

usaha kayu palet di kolong kereta jakarta pusat©2021 Merdeka.com/Agung Uplo

Setiap harinya, Pak Adung dan kedua karyawan bermain dengan kayu-kayu. Menggergaji kayu satu per satu, memotongnya dengan mesin, mengukur kayu-kayu ini dengan saksama. Menyambung kayu yang satu dengan yang lainnya dengan palu dan paku.

Teliti, memperhatikan detail setiap beluk-beluknya. Itu semua dilakukan agar ukuran palet dan barang yang akan dikirim bisa sesuai. Dengan begitu barang kiriman pelanggan akan aman. Pelanggan pun merasa akan merasa puas dengan hasil buah tangannya.

usaha kayu palet di kolong kereta jakarta pusat©2021 Merdeka.com/Agung Uplo

Meski terlihat sederhana, palet kayu sangat berati bagi para pengusaha. Melakukan penjualan barang ekspor impor. Stok barang di gudang harus dalam keadaan bagus dan tidak mengalami cacat.

Palet kayu pun digunakan agar barang bisa disusun bagus, mudah dihitung dan terlihat jika terjadi kerusakan. Palet kayu biasanya digunakan sebagai alas untuk meletakkan kontainer atau barang berat agar mudah diangkat oleh forklift.

Tak hanya berfokus pada kayu palet, Pak Adung juga melayani pembuatan peti kayu serta pemotongan kayu berbagai jenis ukuran sesuai kebutuhan.

usaha kayu palet di kolong kereta jakarta pusat©2021 Merdeka.com/Agung Uplo

Dampak virus Corona Covid-19 yang melanda Tanah Air juga dirasakan oleh pengrajin kayu. Adanya pandemi membuat omset penjualan serta pemesanan kayu menurun drastis. Adung pun harus memutar otak untuk membuat usaha ini terus berjalan meski pemasukan sedikit.

"Yang penting bisa untuk makan sajalah" ujar Pak Adung sambil tersenyum.

Bagi Pak Adung, penghasilannya yang penting bisa untuk makan dan menghidupi karyawannya saja pun sudah lebih dari cukup. Ia tetap bersyukur yang penting tetap ada penghasilan. Dalam harapnya, Ia berharap pandemi di Indonesia dapat cepat selesai. Usahanya pun kembali berjalan normal.

(mdk/Tys)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP