Begini Nasib Timnas Indonesia jika Kalah dari Bahrain, Auto Panen Kerugian
Kekalahan atas Bahrain membuat Timnas Indonesia akan tuai banyak kerugian termasuk potensi gagal lolos ke Piala Dunia 2026.

Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Timnas Indonesia dan Bahrain Selasa (25/3) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, menyita perhatian publik. Pertandingan ini krusial bagi kedua tim yang sama-sama mengincar tiket ke putaran selanjutnya. Apabila Timnas Indonesia menelan kekalahan, konsekuensi yang akan dihadapi cukup signifikan, mulai dari peluang lolos Piala Dunia hingga dampak psikologis pada pemain.
Kekalahan dari Bahrain akan sangat mempengaruhi peluang Timnas Indonesia lolos langsung ke Piala Dunia 2026. Posisi di klasemen Grup C akan semakin sulit, mengingat persaingan ketat dengan China dan Bahrain. Jalan menuju Piala Dunia akan menjadi jauh lebih berat dan membutuhkan perjuangan ekstra.
Pertandingan ini juga akan menjadi ujian besar bagi pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Tekanan publik akan meningkat jika Indonesia kalah, dan seruan "Kluivert Out" dan "Erick Thohir Out" berpotensi kembali muncul di media sosial. Kinerja mereka akan dipertanyakan, dan kepercayaan publik terhadap tim kepelatihan serta manajemen PSSI dapat menurun.
Peluang Lolos Piala Dunia 2026 Menipis
Timnas Indonesia dipaksa meraih hasil maksimal di tiga laga terakhir menghadapi Bahrain, China, dan Jepang. Kehilangan poin berarti mempersempit peluang Indonesia bisa lolos ke ajang tersebut. Termasuk kekalahan atas Bahrain yang akan mempengaruhi hitung-hitungan poin dengan kompetitor lain.
Timnas Indonesia akan tertinggal dalam perolehan poin dan posisi klasemen Grup C. Persaingan dengan tim-tim lain seperti China dan Bahrain akan semakin ketat sehingga membuat jalan menuju Piala Dunia menjadi lebih sulit.
Meskipun masih ada kesempatan untuk lolos melalui babak kualifikasi selanjutnya, tantangan yang dihadapi akan jauh lebih berat. Timnas Indonesia harus meraih kemenangan-kemenangan besar di pertandingan-pertandingan selanjutnya untuk memperbaiki posisi klasemen dan mengejar ketertinggalan poin.
Skuad Garuda harus mampu meraih minimal 6 poin jika masih berharap lolos ke babak keempat. Artinya, Indonesia harus meraih kemenangan untuk memperlebar jarak dengan Bahrain dan China dan mendekati torehan poin Arab Saudi.
Tekanan pada Pelatih dan PSSI
Hasil pertandingan akan berdampak besar pada pelatih Patrick Kluivert dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Kekalahan akan meningkatkan tekanan dari berbagai pihak, termasuk media dan suporter. Kemungkinan besar, akan muncul kembali seruan untuk pergantian pelatih dan ketua umum PSSI.
Kekalahan atas Australia sudah cukup menggambarkan kekecewaan publik terhadap kinerja Patrick Kluivert dan PSSI. Tentu saja berbagai tekanan akan jauh lebih besar jika hasil buruk kembali diraih Indonesia.
Publik akan menilai kinerja mereka dan menuntut pertanggungjawaban atas hasil yang kurang memuaskan. Kepercayaan publik terhadap kemampuan tim kepelatihan dan manajemen PSSI untuk membawa Timnas Indonesia berprestasi akan menurun. Mereka perlu mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi situasi ini.
PSSI mungkin akan menghadapi evaluasi internal dan eksternal yang ketat. Langkah-langkah perbaikan dan strategi jangka panjang perlu segera direncanakan untuk mengembalikan kepercayaan publik.
Penurunan Poin dan Ranking FIFA
Kekalahan dari Bahrain akan berdampak negatif pada peringkat FIFA Timnas Indonesia yang saat ini berada di tangga 130 dunia usai kekalahan dari Australia. Timnas Indonesia akan kehilangan poin yang cukup signifikan, memperburuk posisi mereka di ranking FIFA.
Melansir dari football-ranking.com, Timnas Indonesia berpeluang mendapat tambahan 16,57 poin jika menang atas Bahrain. Raihan poin tersebut akan membuat perolehan angka skuad Garuda mencapai 1,142.83 angka dan melesat ke peringkat 123 dunia.
Jika pertandingan berakhir imbang, Indonesia akan mendapat 4,07 poin sehingga perolehan angka skuad Garuda meningkat menjadi 1,130.33 poin. Tambahan poin itu membuat Timnas Indonesia melesat ke peringkat 129 dunia. Sementara jika kalah dari Bahrain, Thom Haye dkk akan kehilangan 8,43 dengan total poin menjadi 1,117.83 angka. Peringkat akhir Indonesia akan terjun bebas ke ranking ke 132 dunia.
Reaksi Media dan Publik
Media dan publik akan memberikan reaksi yang beragam terhadap hasil pertandingan. Kritik pedas dan analisis mendalam mengenai penyebab kekalahan akan muncul di berbagai media. Dukungan publik mungkin akan menurun, dan kepercayaan terhadap kemampuan Timnas Indonesia untuk bersaing di kancah internasional akan terpengaruh.
Media akan memberikan sorotan besar pada pertandingan ini, baik berupa pujian maupun kritik. Analisis pertandingan akan menjadi bahan perbincangan di berbagai platform media, baik online maupun offline. Penting bagi Timnas Indonesia untuk dapat menerima kritik dan menggunakannya sebagai bahan evaluasi.
PSSI perlu melakukan komunikasi yang efektif dengan media dan publik untuk menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil untuk memperbaiki kinerja Timnas Indonesia. Transparansi dan keterbukaan sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik.