Profil Lengkap Pemilik Perusahaan Taksi Listrik Vietnam yang Mulai Mengaspal di Indonesia
Taksi asal Vietnam ini siap beropasi penuh pada 18 Desember 2024.

Sebuah perusahaan taksi listrik Vietnam, Xanh SM, sedang melakukan uji coba untuk beroperasi di Jakarta. Direncanakan, layanan Xanh SM akan diluncurkan untuk beroperasi secara penuh pada 18 Desember 2024.
"Xanh SM berkomitmen untuk menciptakan lingkungan di Jakarta dan Indonesia lebih baik, dan mendukung gerakan revolusi hijau," tulis Manajemen Xanh SM yang dimuat dalam website resmi perusahaan dikutip Minggu (15/12).
Saat ini, Xanh SM memiliki karyawan lebih dari 80.000 orang. Dengan tim yang terlatih dan supir profesional yang mengikuti panduan pelayanan penuh dedikasi, taksi Xanh SM berkomitmen untuk memberikan layanan bintang 5 kepada pengguna.
"Dengan tim yang, yang mengedepankan budaya GSM yang unik, kami bersatu dalam misi kami untuk menjadikan Xanh SM menjadi merek otomotif pilihan nasional, memimpin industri dengan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," sebut manajemen perusahaan.
Pendiri Xanh SM
Xanh SM didirikan oleh Pham Nhat Vuong, Pimpinan Vingroup pada Pada 6 Maret 2023. Perusahaan ini berfokus pada penyewaan kendaraan ramah lingkungan dan cerdas.
Perusahaan menyebut bahwa Xanh SM merupakan aplikasi nomor 1 dan satu-satunya di Vietnam yang menyediakan layanan pemesanan kendaraan dan pengiriman cepat menggunakan 100 persen kendaraan listrik murni diproduksi oleh VinFast.
Melansir laman Forbes, Pham Nhat Vuong merupakan salah satu orang terkaya di Vietnam. Tercatat dia memiliki kekayaan sekitar USD 4 miliar atau Rp64,1 triliun (kurs Rp16.032).
Kekayaan tersebut diperoleh berkat kerja kerasnya untuk mendirikan produsen mobil global pertama di Vietnam, VinFast Auto, dan dia bertaruh lebih dari USD10 miliar untuk menjadikan perusahaan tersebut merek yang layak di pasar kendaraan listrik global.
Namun perjalanannya sejauh ini tidak mulus, dan terdapat keraguan mengenai apakah mereka dapat bersaing di luar negara asalnya. Meski begitu, CEO VinFast sekaligus mantan bankir, tetap percaya diri untuk mengembangkan bisnisnya.