CEK FAKTA: Hoaks Debat Pilkada Solo Tak Disiarkan Live karena Takut Ketahuan Bodoh
Merdeka.com - Beredar informasi yang menyebutkan debat terbuka pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota dalam Pilkada Solo 2020 tidak disiarkan secara langsung atau live agar kandidat tidak terlihat bodoh.
Salah satu akun Facebook membagikan tangkapan layar berita berjudul "Debat Calon Wali kota Solo Tak Disiarkan Live, KPU: Takut Gobloknya Ketahuan Kayak Bapaknya Dulu".
Penelusuran
-
Bagaimana KPU menjamin soal debat capres tidak bocor? '(Jamin kerahasiaan soal agar enggak bocor) Intinya semua tim pasangan calon sudah tahu temanya,' kata Hasyim.
-
Bagaimana cara mengecek kebenaran informasi? Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
-
Apa itu Pilkada? Pilkada atau Pemilihan Kepala Daerah adalah proses demokratisasi di Indonesia yang memungkinkan rakyat untuk memilih kepala daerah mereka secara langsung.
-
Kenapa PKB heran debat capres tanpa doa? 'Maksud saya begini, kita ini umat beragama, biasa di momen-momen lain melakukan doa kenapa ini mengheningkan cipta di Taman Pahlawan,' katanya usai debat di JCC, Jakarta, Jumat (22/12).
-
Bagaimana cara cek fakta informasi itu? Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
-
Bagaimana cara untuk memastikan kebenaran informasi yang kita dapat? Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Cek Fakta merdeka.com menelusuri klaim debat Pilkada Solo tidak disiarkan secara langsung atau live agar kandidat tidak terlihat bodoh. Penelusuran mengarah pada artikel yang dimuat Radar Solo pada 10 Oktober 2020, berjudul "Debat Calon Wali Kota Solo Tak Disiarkan Live, KPU: Anggaran Minim"
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surakarta tidak akan menyiarkan kegiatan tersebut secara langsung alias live. Ketua KPU Surakarta Nurul Sutarti mengatakan, agenda debat rencananya disiarkan salah satu televisi swasta lokal dengan metode siaran tunda. Bagi KPU, hal itu tidak menjadi persoalan. Sebab, biaya untuk mengadakan siaran langsung cukup besar.
"Nggak cukup anggarannya. Cukupnya cuma siaran tunda. Anggaran kami fokus untuk sosialisasi di media," katanya.
Meski memutuskan untuk melakukan siaran tunda, KPU mendapat banyak tawaran dari stasiun televisi swasta nasional untuk melakukan siaran langsung. Namun, hal itu belum dapat diputuskan.
"Saya kurang tahu kenapa banyak yang minta (siaran) live. Ya silakan saja live, tapi kami tidak punya anggaran. Gitu aja," ucapnya.
KPU, lanjut Nurul, masih mempertimbangkan protokol kesehatan dalam acara debat kandidat. Sesuai dengan aturan, hanya 50 orang yang dapat masuk ke ruangan, termasuk media. "Lha ini jadi perhatian sendiri. Kami tak ingin menyalahi aturan tersebut," papar dia.
Sementara itu dilansir dari merdeka.com berjudul "KPU Solo Sebut Debat Pilwalkot Undang Daya Tarik, 2 Televisi Berebut Siaran" pada 18 Oktober 2020. Dua stasiun televisi swasta nasional dikabarkan ingin melakukan siaran langsung debat calon wali kota dan wakil wali kota di Pilkada Solo.
Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti, membenarkan adanya kabar tersebut. Debat antara putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan pasangannya Teguh Prakosa dengan pasangan Bagio Wahyono FX Supardjo (Bajo) memang mengundang perhatian banyak pihak.
"Debat paslon Pilwakot Solo berpotensi mengundang daya tarik masyarakat. Tidak salah jika ada dua stasiun televisi nasional berebut menyiarkan secara eksklusif," ujar Nurul, Minggu (18/10).
Nurul menegaskan, pihaknya belum memutuskan satu dari dua televisi nasional yang akan menyiarkan debat paslon secara eksklusif. Nurul juga enggan menyebutkan nama kedua stasiun televisi nasional tersebut.
"Kita lihat dulu nanti, belum ada keputusan hak siar debat paslon," tandasnya.
Nurul menjelaskan, pihaknya masih harus mempelajari regulasi untuk bisa memberikan hak siar esklusif kepada salah satu stasiun televisi. Menurutnya, debat paslon di Pilkada Solo akan menarik perhatian masyarakat hingga berpengaruh pada iklan di televisi yang menyiarkan.
"Kerjasama dengan televisi kami perlukan, karena debat publik harus disiarkan secara langsung melalui lembaga penyiaran publik milik pemerintah atau swasta," jelas dia.
Kendati akan disiarkan stasiun televisi nasional, pihaknya tetap akan menyiarkan langsung acara debat kandidat melalui media sosial (medsos) resmi KPU. Seperti tahapan-tahapan lainnya yang juga disiarkan langsung. Seperti tahapan pendaftaran, pengambilan nomor urut sampai deklarasi kampanye damai.
"Kami membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat untuk bisa menyaksikan acara debat pasangan calon Pilkada Solo," pungkas dia.
Kesimpulan
Debat Pilkada Solo tidak disiarkan secara langsung atau live agar kandidat tidak terlihat bodoh adalah tidak benar.
Ketua KPU Surakarta Nurul Sutarti mengatakan KPU Surakarta tidak akan menyiarkan dabat secara langsung karena minim anggaran. Namun, Nurul menambahkan, dua stasiun televisi swasta nasional dikabarkan ingin melakukan siaran langsung debat calon wali kota dan wakil wali kota di Pilkada Solo.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Beredar informasi jika KPU telah mengubah format debat tanpa dihadiri pendukung atau penonton.
Baca SelengkapnyaPegiat Mafindo Niken Setyawati berharap berita palsu dapat diminimalisasi mengingat calon-calon peserta pilkada kali ini jauh dari kontroversi.
Baca SelengkapnyaJangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan
Baca SelengkapnyaFenomena ini dikhawatirkan akan berdampak buruk pada kualitas proses demokrasi hingga berpotensi menimbulkan konflik antar pendukung calon kepala daerah.
Baca SelengkapnyaBeredar unggahan Prabowo menyiapkan 80 anggota Kopassus untuk melakukan penjagaan di Kejagung
Baca SelengkapnyaMasyarakat harus memiliki pemikiran kritis dalam membaca berita.
Baca SelengkapnyaDengan mengikuti tips ini, diharapkan masyarakat akan semakin waspada terhadap konten hoaks di media sosial yang berpotensi menyesatkan jelang Pilpres 2024.
Baca SelengkapnyaGibran Rakabuming Raka, dikabarkan batal menjadi Cawapres Prabowo, Simak penelusurannya
Baca SelengkapnyaPresiden Jokowi menyebut masih banyak media online yang tidak memiliki dewan redaksi.
Baca SelengkapnyaSetelah ditelusuri tidak ditemukan adanya TPS 03 di jalan tersebut.
Baca SelengkapnyaJangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan
Baca SelengkapnyaHoaks masih menjadi ancaman nyata jelang pemilu. Masyarakat pun masih banyak yang "terjangkit" hoaks.
Baca Selengkapnya