Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diserang ISIS, 500 ribu warga Irak mengungsi dari Mosul

Diserang ISIS, 500 ribu warga Irak mengungsi dari Mosul Konflik Irak. ©Reuters/Ali al-Mashhadani

Merdeka.com - Organisasi Internasional untuk Migrasi hari ini mengatakan sekitar 500 ribu warga Irak telah meninggalkan rumah mereka di Kota Mosul, kota terbesar kedua di Irak, setelah militan jihadis mengambil kendali kota itu lantaran takut akan meningkatnya kekerasan.

Organisasi berbasis di Jenewa itu mengatakan dari sumber-sumber di lapangan memperkirakan kekerasan yang mengarah kepada Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dari total pengambilalihan kota kemarin membuat lebih dari 500 ribu orang baik di dan sekitar kota telah mengungsi, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Rabu (11/6).

Para militan dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah maju ke kota kilang minyak Baiji, seperti dilaporkan kantor berita Reuters mengutip sumber-sumber keamanan hari ini.

"Para militan ISIS membakar gedung pengadilan kota dan kantor polisi," kata sumber itu.

Kilang dilindungi oleh sekitar 250 penjaga dan sumber-sumber keamanan mengatakan militan telah mengirimkan seorang delegasi dari syekh suku lokal untuk meyakinkan pasukan keamanan untuk mundur.

Para penjaga sepakat untuk mendur dengan syarat mereka dipindahkan dengan selamat ke kota lain, sumber menambahkan.

Kelompk jihadis ISIS menguasai Mosul, kota terbesar kedua di Irak, dan provinsi sekitarnya di Niniweh, kemarin.

Saksi dari Bashiqa, sebuah kota sebelah timur dari Mosul, mengatakan kepada Agence France-Presse melalui telepon bahwa pria bersenjata berjaga-jaga di gedung-gedung pemerintah dan bank, sementara puluhan keluarga terus melarikan diri kota itu.

Area barat dari Kirkuk juga telah jatuh di bawah kendali pejuang ISIS, setelah tentara Irak menarik pasukannya kemarin, sepereti dilaporkan koresponden dari stasiun televisi Al Arabiya.

Mereka berhasil merebut Zab dan Abbasi di wilayah Kirkuk, sementara pertempuran berlanjut di perbatasan Hawijah dan Rashad.

Pasukan Kurdi dilaporkan mengepung Kirkuk pada hari ini untuk mencegah militan ISIS dari penyebaran, sumber militer mengatakan kepada Al Arabiya.

Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki kemarin menawarkan senjata dan peralatan untuk warga yang secara sukarela mau melawan militan Islam.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi negara, Maliki mengatakan kabinet telah menciptakan sebuah unit krisis khusus untuk menindaklanjuti proses dari warga yang sukarela dan untuk memperlengkapi dan mempersenjatai mereka. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP