Jokowi dari awal sampai penutupan KAA lengket dengan China

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo secara simbolik menunjukkan posisi spesial Republik Rakyat China di arena Konferensi Asia Afrika. Pada pembukaan KTT dua hari lalu, Presiden Xi Jinping duduk di sebelah kanan Jokowi, penghormatan tertinggi tuan rumah dalam tradisi internasional.
Sedangkan dari pantauan merdeka.com, di Bandung, Jokowi juga kembali menempatkan Presiden Jinping di sebelah kanannya. Baik ketika napak tilas, hingga duduk di dalam Gedung Merdeka jelang penutupan Peringatan 60 tahun KAA.
Dalam sesi foto sekalipun, Jokowi berdiri dengan didampingi oleh Jinping.
Hari ini, Jumat (24/4) KAA resmi diakhiri. Sebanyak 21 kepala negara erjalan dari Hotel Savoy Homann menuju Gedung Merdeka mengenang aktivitas delegasi KAA pada 1955.
Di gedung merdeka, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil membacakan kembali teks Dasasila Bandung dalam bahasa Inggris.
Kedekatan dengan China terus terlihat ketika Presiden Jokowi, Presiden Jinping, dan Raja Swaziland menandatangani tiga dokumen utama KAA. Jinping yang dipersilahkan menandatangani lebih dulu naskah 'Pesan Bandung' soal perlunya bangsa Asia-Afrika kembali bersatu.
Sementara dalam pidato penutupan, Jokowi menyoroti perlunya negara Asia Afrika kembali bersolidaritas. Di 1955, negara yang belum merdeka bisa bersatu dalam berbagai hal. Kini, dengan 91 negara partisipan KAA mayoritas sudah merdeka, maka Indonesia mendesak Palestina harus dibantu.
"Karena itu dalam peringatan ini sayua menyerukan mari menyerukan semangat baru, mari lanjutkan semangat para pemimpin kita 60 tahun lalu. Kita harus mewujudkan perdamaian dunia, kemerdekaan Palestina harus terus diperjuangkan," kata presiden.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya