Nyamuk pembawa virus Zika ditemukan di Bandara Sydney

Merdeka.com - Warga Sydney diharapkan untuk berhati-hati. Pasalnya Kementerian Pertanian Australia menemukan adanya jenis nyamuk Aedes Aegypti yang membawa virus Zika di Bandar Udara Internasional Sydney.
Pihak kesehatan Sydney memang mulai melakukan pengecekan di setiap bandara. Pasalnya, virus yang merebak cepat di Brasil ini sudah mulai melebarkan sayapnya ke berbagai negara lainnya.
Dilansir dari surat kabar Daily Mail, Selasa (2/2), Departemen Kesehatan Sydney langsung memeriksa semua penerbangan dari Asia Tenggara usai berhasil mendeteksi nyamuk 'ganas' tersebut. Australia sendiri sudah menemukan dua orang positif terpapar virus Zika sepulang dari Haiti.
"Itu merupakan kasus pertama (Zika) di Australia pada 2016," ujar petugas kesehatan New South Wales.
Untuk mencegah virus ini semakin berkembang luas, pemerintah Negeri Kanguru kini gencar melakukan penyemprotan di berbagai tempat, bahkan hingga ke dalam kabin penerbangan dari bandara di Australia.
Virus Zika pertama kali diketahui merebak di Brasil. Virus ini kini menular ke lebih dari satu juta orang, dan kasusnya muncul dibanyak tempat, kebanyakan di Amerika Latin dan Kepulauam Samudera Pasifi, seperti Kolombia, El Salvador, Haiti, Honduras, Meksiko, Venezuela, dan Puerto Rico.
Zika merupakan virus yang disebar nyamuk Aedes Aegypti, persis demam berdarah. Disebutkan, nyamuk jenis Aedes Aegypti sebenarnya hanya tumbuh di negara tropis saja.
Dampak virus ini berbahaya bagi ibu hamil dan anak yang dikandungnya. Efeknya, bayi akan lahir dengan kepala kecil (microcephaly), berbeda dengan orang dewasa yang hanya akan muncul bentol kecil di sekujur tubuh tanpa sakit jika terpapar virus ini.
Pada 2015 di Brasil, kasus virus Zika melonjak hingga 3.500 kasus. Sangat jauh berbeda dari kasus sebelumnya yang hanya mencapai 140 kasus. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya