Para Ilmuwan Amerika Ciptakan Vaksin Untuk Cegah Penyebaran Wabah Virus Corona

Merdeka.com - Virus corona yang menjadi wabah di China, kini telah menyebar sampai ke Rusia dan Amerika Serikat (AS). Virus ini mulai muncul akhir 2019 di Wuhan, China, dan dilaporkan saat ini telah menewaskan 17 orang dan menjangkiti ratusan orang di seluruh dunia.
Di AS, kasus pertama virus yang masih satu keluarga dengan virus penyebab SARS ini dikonfirmasi pada Selasa ditemukan di Washington, seorang pria berusia 30 tahun sedang dalam pemeriksaan, menyebabkan ketakutan wabah ini akan semakin menyebar luas di seluruh AS.
Untuk mencegah meluasnya wabah ini, pihak berwenang di AS melakukan sejumlah langkah, salah satunya pemeriksaan di bandara.
Penumpang yang terbang dari Wuhan ke AS, baik itu penerbangan langsung atau tidak langsung, hanya diizinkan mendarat hanya di satu bandara dari lima bandara di AS.
Tiga dari lima bandara tersebut yaitu Bandara Internasional John F Kennedy di New York, Bandara Internasional Los Angeles, dan Bandara Internasional San Fransisco telah melakukan pemeriksaan terhadap penumpang dengan gejala seperti demam, batuk dan kesulitan bernafas.
Sampai akhir pekan ini, dua bandara akan melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yaitu Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta dan Bandara Internasional O'Hare Chicago.
Pejabat di Bandara Internasional Tacoma, Seattle memasang tanda di terminal kedatangan internasional yang berisi instruksi agar pendatang dari Wuhan memperhatikan gejala virus tersebut. Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit mulai memasang tanda dalam bahasa Inggris dan Mandarin pada 14 Januari, kata juru bicara bandara.
Namun pemeriksaan di bandara ini mungkin tidak bisa menjangkau semua orang yang terinfeksi. Pasalnya masa inkubasi dapat berlangsung seminggu - artinya perlu waktu seminggu setelah terinfeksi sebelum menunjukkan gejala apa pun.
Upaya Para Ilmuwan
Di seluruh AS, ilmuwan tengah mencoba menciptakan vaksin untuk virus corona. Namun diperkirakan memerlukan waktu lama.
Lembaga Kesehatan Nasional tengah berupaya tetapi akan memakan waktu setidaknya beberapa bulan sebelum uji klinis dimulai dan lebih dari satu tahun hingga vaksin benar-benar tersedia.
Terpisah, ilmuwan dari Texas, New York, dan China juga tengah mencoba menciptakan vaksin, kata Dr Peter Hotez, pakar vaksin dari Baylor College of Medicine, Houston. Namun tantangannya cukup besar.
"Pelajaran yang kami dapatkan bahwa infeksi virus corona cukup serius dan salah satu ancaman kesehatan dunia yang terbaru dan terbesar," jelasnya, dikutip dari CNN, Kamis (23/1).
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya