Setelah Jamal Khashoggi, wartawan Saudi lain tewas disiksa dalam penjara

Merdeka.com - Nasib nahas kembali menimpa wartawan Arab Saudi setelah peristiwa pembunuhan Jamal Khashoggi. Seorang jurnalis dari negara kaya minyak tersebut tewas karena disiksa dalam penjara.
Kabar kematian Turki bin Abdul Aziz al-Jasser diumumkan oleh kelompok hak asasi narapidana nurani yang merupakan organisasi non-pemerintah pembela HAM di Saudi.
"Turki bin Abdulaziz al-Jasser kehilangan nyawanya karena penyiksaan berat yang dia alami selama penyelidikan di penjara," tulis kelompok tersebut dalam sebuah unggahan, dikutip dari Press TV, Kamis (8/11).
Otoritas Saudi menahan Jasser pada Maret lalu karena dia diklaim mengelola sebuah akun di Twitter bernama Kashkool atau @calouche_ar. Dalam unggahan di akun Twitter itu, Jasser kerap membeberkan pelanggaran hak dilakukan oleh pejabat tinggi dan anggota keluarga kerajaan.
Menurut keterangan beberapa sumber, pihak berwenang Saudi mengidentifikasi Jasser sebagai 'admin' akun tersebut setelah tim mata-mata siber menyusup ke markas Twitter di Dubai, Uni Emirat Arab.
Tim mata-mata ini sendiri dibentuk oleh Saud al-Qahtani yang merupakan orang kepercayaan Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman. Qahtani memang ditugaskan untuk memburu para pengkhotbah, aktivis, maupun kritikus di rezim saat ini.
Dalam sebuah unggahan pada Agustus 2017 lalu, Qahtani pernah menulis bahwa nama palsu di Twitter tidak akan melindungi orang-orang yang kerap mengkritik keluarga kerajaan Saudi.
Kini Qahtani telah dipecat dari jabatannya. Dia pun dituding sebagai dalang dari pembunuhan Khashooggi. Khashoggi dilaporkan hilang pada 2 Oktober lalu di kantor konsulat Saudi di Istanbul. Rupanya, dia dibunuh dengan kejam di tempat tersebut dan hingga kini keberadaan mayatnya belum diketahui.
(mdk/ias)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya