Manis legit brem khas Madiun

Merdeka.com - Jika mampir ke Madiun, kurang lengkap rasanya kalau belum merasakan kelegitan brem khas kota sepur (istilah Jawa: kereta api) ini. Disebut kota sepur karena Madiun merupakan kota pusat industri kereta api (INKA). Brem menjadi salah satu oleh-oleh yang wajib dibeli ketika berkunjung ke Madiun.
Brem merupakan makanan hasil fermentasi dari kentan hitam yang diambil sarinya dan kemudian diendapkan sekitar sehari semalam. Pada dasarnya, brem Madiun dan Bali itu sama. Hanya saja brem Bali berbentuk cair, sedangkan brem madiun berbentuk padat.
Kita tentu tahu apa yang membuat brem terasa istimewa. Sensasi dari makanan ini muncul ketika kita memasukkannya ke dalam mulut. Brem akan langsung cair dan meninggalkan sensasi nyezzz yang luar biasa. Itulah yang kadang bikin kita ketagihan makan brem.
Berita terkait: Tahu pong Semarang, bikin lidah bergoyang!
Brem asli Madiun biasanya dikemas berbentuk lempengan berwarna agak kekuningan. Kita pun sering menemukan panganan ini dijajakan oleh para pedagang asongan di stasiun-stasiun kereta api di sekitaran Jawa Timur.
Selain brem Madiun dan Bali, brem asal Wonogiri juga tak kalah enak. Bedanya, brem ini memiliki warna putih dan berbentuk lempengan pipih bundar. Uniknya lagi, brem khas Wonogiri melalui proses pengeringan langsung, dijemur, di bawah terik matahari selama tiga hari. (mdk/des)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya