Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demo massa anti-Ahok makin beringas

Demo massa anti-Ahok makin beringas Demo Ahok di depan DPRD. ©2016 Merdeka.com/fikri faqih

Merdeka.com - Suara penolakan pada kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, seolah tak pernah berhenti. Sejak Ahok, sapaan Basuki, menjabat di Jakarta, tak terhitung banyaknya kelompok pengunjuk rasa menolak kepemimpinan mantan bupati Belitung Timur itu.

Sederetan protes mereka sampaikan untuk Ahok. Mulai dari cara kerjanya yang dinilai tak pro rakyat kecil hingga gaya kepemimpinannya yang arogan.

Pendemo juga mempertanyakan dugaan keterlibatan Ahok dalam sejumlah kasus korupsi, seperti pengadaan UPS, pembelian lahan RS Sumber Waras, hingga perizinan proyek reklamasi. Dalam orasinya, pendemo sering menuntut keseriusan KPK menangani sejumlah kasus yang diduga melibatkan Ahok. Bahkan mereka berulang kali menuntut Ahok dilengserkan.

Dalam catatan merdeka.com, Ahok pernah didemo Front Pembela Islam, Gerakan Pembela Umat Rasulullah, dan Laskar Pembela Islam yang ingin menjegalnya menjadi orang nomor satu di Ibu Kota. Kejadian ini berlangsung di depan Gedung DPR RI.

Selain FPI, kelompok Forum Betawi Rempug juga pernah mendemo Ahok. Ahok dianggap tak beretika dan sering mengeluarkan pernyataan provokatif dan bersikap arogan.

"Ocehan Ahok tidak produktif, hanya memprovokasi," ujar Ketua Satuan Relawan Bencana Betawi Forum Betawi Rempug, Sani Airsan.

Topik pilihan:

Julukan-julukan buat Ahok, gubernur reklamasi sampai raja gusur

Momen-momen Kombes Krishna Murti paling depan saat demo rusuh

Ini kata Ketua DPRD DKI soal tuntutan warga gulingkan Ahok

Ahok tantang DPRD DKI turunkan dirinya sebelum Pilgub DKI

Ratusan warga Luar Batang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jakarta Utara (AMJU) di Balai Kota DKI Jakarta, juga pernah mendemo Ahok pada 3 Mei lalu. Mereka terlihat membentangkan bendera putih berlambang masjid bertuliskan Laskar Warga Luar Batang sambil kompak berteriak-teriak, "Turunkan Ahok! Kami sudah susah, tambah susah! Bapak saya nelayan malah disusah-susahin," di depan pagar Balai Kota, Selasa (3/5).

Mereka juga protes dengan penggusuran di beberapa kawasan, seperti Kalijodo, Kampung Pulo, dan yang terbaru Pasar Ikan. Penertiban kawasan itu dinilai mereka tak manusiawi karena melibatkan unsur TNI-Polri, sehingga berpotensi terjadi pelanggaran HAM.

April lalu, FPI kembali mendemo Ahok. Dalam orasinya, Habib Muhammad Rizieq mengatakan Ahok merupakan pemimpin yang psikopat.

"Semua sikap Ahok itu psikopat, sehingga harus segera diperiksa oleh dokter ahli kejiwaan," kata Rizieq di depan Gedung KPK, Senin (4/4).

Kemudian pada Jumat (20/5) kemarin, tiga kelompok massa mendemo Ahok. Kelompok massa AMJU mendemo Ahok di Balai Kota dan dua kelompok massa lainnya mendemo Ahok di depan Gedung KPK.

Bahkan demo di Gedung KPK berakhir ricuh. Pendemo terlibat bentrok dengan personel kepolisian yang berjaga.

Massa sempat memukuli petugas dengan kayu bendera. Sempat pula massa melempari petugas dengan batu. Kasat Sabhara Polres Jakarta Selatan, AKBP Burhan, mengatakan setelah massa berhamburan ditemukan empat anak panas dan tongkat besi. Akibat bentrokan itu pula, polisi yang berjaga mengalami luka.

"Untuk polisi yang terluka ada tapi belum dipastikan jumlahnya," katanya saat ditemui di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (20/5).

Tak cuma polisi yang terluka, kejadian selama beberapa saat itu juga sempat membuat sejumlah massa pingsan. "Tadi ada yang pingsan kena gas air mata," pungkasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP