Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

DPRD DKI Buka Suara soal Azas Tigor jadi Komisaris LRT: Supaya Enggak Berisik

DPRD DKI Buka Suara soal Azas Tigor jadi Komisaris LRT: Supaya Enggak Berisik Azas Tigor Nainggolan gugat PLN. ©Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta M. Taufik Zoelkifli (MTZ) angkat suara soal pengangkatan Ketua Forum Warga Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan menjadi Komisaris PT Lintas Raya Terpadu (LRT).

Pasalnya, Tigor dikenal sangat vokal dalam mengkritik pemerintahan Gubernur 2017-2022 Anies Baswedan, khususnya persoalan transportasi.

MTZ berujar, pengangkatan Tigor bertujuan agar tak ada lagi yang mengkritik Pemprov DKI Jakarta.

"Bisa jadi itu langkah Pejabat (Pj) Gubernur untuk supaya enggak berisik," kata MTZ ketika dihubungi wartawan, Sabtu (25/3).

Meskipun demikian, MTZ berharap bahwa Pj Gubernur Heru Budi Hartono memiliki pertimbangan yang matang untuk mengangkat Tigor sebagai komisaris BUMD Jakarta tersebut.

"Mudah-mudahan Pj Gubernur itu sudah mempertimbangkan segala sesuatunya demi kebaikan Jakarta ke depannya," tambah MTZ.

Lebih lanjut, MTZ juga menilai bahwa pergantian jajaran ini merupakan hal biasa. Sebab, katanya, pergantian pemimpin Ibu Kota juga akan diikuti dengan pergantian direksi dan komisaris BUMD.

"BUMD itu kan saham atau kepemilikannya dari Pemda DKI Jakarta. Kemudian komisarisnya pasti yang menentukan Pemprov DKI Jakarta. Jadi memang ketika penguasa atau pemerintahan berganti, gubernur berganti, Pj gubernur sekarang Heru Budi Hartono tentu saja itu berpengaruh dalam struktur komisaris dan direksi BUMD," ucap MTZ.

"Harusnya sih seorang negarawan berpikir untuk kepentingan Jakarta. Pasti harusnya menempatkan orang paling tepat dalam posisi BUMD dan lainnya di dinas maupun tempat lainnya," sambungnya.

Sebelumnya, Ketua Forum Warga Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan diangkat menjadi Komisaris PT Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta melalui keputusan para pemegang saham (KPPS) di luar rapat umum pemegang saham (RPUS) pada 21 Maret 2023 lalu.

Dengan jabatannya ini, Tigor mengklaim akan mendorong peningkatan jumlah penumpang dari rute eksisting, yaitu Pegangsaan Dua-Velodrome. Selain itu, ia juga mendukung mewujudkan pembangunan proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai.

"LRT Fase 1B akan meningkatkan interkonektivitas dengan moda transportasi publik lain di Jakarta dalam melayani masyarakat pengguna transportasi publik serta berperan signifikan dalam memecahkan masalah kemacetan kota Jakarta," kata Tigor dalam rilis resminya, Sabtu (25/3).

Kemudian, Tigor mengklaim akan mendukung rencana pengembangan bisnis LRT Jakarta di masa mendatang. Misalnya, optimalisasi Depo LRT Jakarta di Pegangsaan Dua.

"Berbagai bisnis nonfarebox yang juga akan mendukung pembangun layanan LRT Jakarta moda transportasi publik modern berkeselamatan akan kami dukung," tambah Tigor.

Terakhir, ia mengklaim akan menjaga kualitas pelayanan maupun capaian operasional yang sudah menjadi komitmen LRT Jakarta serta memberikan pelayanan yang berkeselamatan, nyaman dan mudah diakses.

Selain Tigor, berikut merupakan susunan dewan komisaris serta direksi PT LRT Jakarta:

• Komisaris Utama: Iwan Takwin

• Komisaris: Romy Bareno

• Direktur Utama: Hendri Saputra

• Direktur: Aditia Kesuma

• Direktur: Sahurdi. (mdk/rhm)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP