Heru Budi Jamin Kendaraan Listrik Bebas Ganjil Genap

Merdeka.com - Penjabat (PJ) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono bersama rombongan pejabat pemerintah pusat mengikuti konvoi kendaraan motor listrik 'Electric Vehicle Funday' yang dimulai dari Balai Kota DKI Jakarta hingga Bundaran HI, Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut dilakukan saat berlangsungnya Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) pada Minggu (20/11).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, serta Kementerian BUMN. Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan kendaraan listrik yang ramah lingkungan kepada masyarakat.
Saat melakukan konvoi, Heru beserta jajaran didampingi Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (purn) TNI Moeldoko, Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi, dan public figure Andre Taulany serta komunitas penggiat kendaraan listrik.
Dalam kesempatan tersebut, Heru menilai kegiatan Electric Vehicle Funday menjadi upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mentransformasikan kendaraan berbasis listrik di Jakarta.
"Tentunya kita telah melakukan hal ini pada kendaraan umum, seperti TransJakarta, dan ini secara bertahap dilakukan konversi. Lalu, untuk (kendaraan) yang baru kita beli Electric Vehicle yang secara dua tahun ini sudah terprogram," kata Heru.
Kendaraan Listrik Bebas Ganjil Genap
Selain itu, Heru menegaskan akan terus memperkuat koordinasi untuk kerja sama dengan stakeholder terkait kendaraan listrik terutama dengan ketiga Kementerian tersebut. Lalu, persiapan secara komprehensif tersebut dilakukan agar bisa menyiapkan pelbagai hal terkait penggunaan kendaraan berbasis listrik secara massal.
"Kita bisa memulai dari kendaraan Dinas (agar) lebih mudah, karena bisa dianggarkan. Nah tinggal kendaraan untuk kebersihan, tinggal koordinasi dengan Kemenhub. Lalu, bagi masyarakat kendaraan berbasis listrik juga bebas ganjil genap, karena bebas emisi dan anti bising. Ini kita upayakan dalam mendukung program PLN yang surplus terhadap listrik," tegas Heru.
Selepas mengikuti konvoi, Heru mengunjungi beberapa booth yang tersedia di acara tersebut, antara lain booth konversi (wadah konversi kendaraan konvensional menjadi tenaga listrik), booth showcase motor listrik, hingga booth infrastruktur kendaraan listrik.
Penjelasan Menhub dan Moeldoko
Sementara itu, Menhub Budi Karya Sumadi menjelaskan, Kemenhub akan mempromosikan Electric Vehicle (khususnya kendaraan bermotor roda dua) selama empat minggu dari sekarang. Hal ini menjadi suatu kebanggaan karena kendaraan tersebut tidak meninggalkan emisi, serta secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap pennggunaan bahan bakar fosil.
"Idealnya kita bisa irit (bahan bakar) 70 persen, subsdi bahan bakar fosil bisa, subsidi satu lagi yaitu energi bersih. Hal ini karena bisa dialihkan ke tenaga listrik. Kegiatan ini pada tahun lalu sudah kita coba mengonversi mobil bekas yang total kendaraannya 120 juta unit dan kecenderungan naik terus," ujar Budi.
Kemudian, Kepala Staf Kepresidenan RI, Jendral (purn) TNI Moeldoko turut menambahkan, jika kegiatan promosi kendaraan listrik ini sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Inpres Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.
"Hal ini juga berpengaruh terhadap supplay and demand. Demand-nya meningkat, kita akan ganti kendaraan pemerintah melalui pendekatan transisi. Ini tantangan dan peluang bagi kita dalam mencukupi kebutuhan (bahan bakar listrik). Ini juga peluang bagi pengusaha untuk mencukupi bahan keperluan mobil listrik," tutup Moeldoko.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya