Julukan-julukan buat Ahok, gubernur reklamasi sampai raja gusur

Merdeka.com - Tak sedikit orang memberikan gelar tambahan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Terlebih ketika Ahok ngotot melanjutkan proyek reklamasi Pantai Utara Jakarta dan gencar melakukan penggusuran di wilayah Ibu Kota. Mulai penggusuran Kalijodo, Pasar Ikan Penjaringan dan teranyar rencana penertiban pemukiman di area bantaran Kali Ciliwung.
Di tengah santernya kasus reklamasi Pantai Utara Jakarta, beredar sindiran atau meme yang menyebut Ahok sebagai Bapak Reklamasi. Dalam meme itu, terdapat gambar Ahok yang disandingkan dengan Presiden Pertama RI Soekarno.
Ahok pun mendapat label sebagai Bapak Reklamasi, sedangkan Soekarno diberi gelar Bapak Proklamasi. Meme ini pun saat ini menjadi viral di media sosial.
"Kamu mau sebut apa juga boleh. Saya bapak Reklamasi, ada yang bilang begitu, terserah. Reklamasi kenapa? Enggak ada yang jelek kok. Ali Sadikin juga reklamasi. Kamu kira Ancol bukan reklamasi?" kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (7/4).
Tak hanya Bapak Reklamasi, cibiran sebagai Gubernur Agung Podomoro pun disematkan kepada Ahok. Tapi lagi-lagi, Ahok tak mau ambil pusing dan mengaku tetap taat pada konstitusi dalam menjalankan baktinya untuk Jakarta.
"Terserah. Yang penting saya melakukan Gubernur DKI secara konstitusi. Terserah, mau ngeledek saya Gubernur Podomoro, terserah. Yang penting dia (PT APL) lebih kooperatif, kenapa enggak?" jelasnya.
Teranyar, Ahok bakal menggusur hunian di bantaran Kali Ciliwung. Warga akan direlokasi ke rusun yang sedang proses pembangunan.
Rencana penertiban hunian ilegal di bantaran Kali Ciliwung ditolak keras oleh warga yang mengaku sudah lama tinggal di sana. Mereka menilai proyek Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menormalisasi sejumlah kali di Jakarta sangat menyengsarakan warga bantaran kali.
"Kalau disuruh pindah kita mau makan apa. Tolonglah diperhatikan," ucap Pandiangan, di Jalan TB Simatupang, Pasar Rebo Jakarta Timur, Jumat (20/5).
Dia menilai Ahok, sapaan Basuki, pemimpin yang doyan main gusur. Padahal, kata dia, dampak dari penggusuran itu warga kehilangan mata pencarian.
"Dia raja gusur. Main-main gusur warga saja. Kita sudah lama mencari nafkah di Jakarta, dan tinggal sudah bertahun-tahun," tandasnya.
(mdk/sho)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya