Kematian Sekeluarga di Kalideres & Teka Teki Rumit yang Harus Dipecahkan Polisi

Merdeka.com - Kepolisian terus mendalami penyebab sekeluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat. Sekeluarga yang tewas terdiri dari empat orang, pasangan suami istri, anak perempuan dan seorang paman.
Di awal kasus itu terendus, sempat diduga keempat orang tersebut meninggal karena kelaparan. Sebab, tidak ditemukan sisa makanan di lambung korban.
Sempat pula diduga kematian para korban dilatarbelakangi kasus pencurian. Tetapi hasil penyelidikan sementara justru kecil kemungkinan jika kematian itu karena pencurian.
Namun kepolisian tidak menyerah. Berbagai cara dilakukan penyidik bekerja sama dengan tim forensik untuk mengurai kematian sekeluarga di Kalideres ini. Termasuk mencari tahu pihak-pihak yang sempat berkomunikasi dengan para korban baik secara langsung maupun sambungan telepon.
Titik terang sebenarnya sedikit terlihat. Meski belum bisa membuat satu kesimpulan utuh. Hal itu didapat setelah kepolisian memeriksa seorang pegawai simpan pinjam yang sempat ingin menerima gadai rumah yang kini menjadi saksi bisu kematian empat orang tersebut pada Mei 2022 silam.
Pegawai itu sempat datang bersama rekannya. Sejak pintu gerbang, dia sudah mencium bau menyengat. Tetapi oleh korban Budiyanto disebut berasal dari bau got.
Saksi juga sempat masuk ke dalam rumah dan bertemu korban Margareth yang ternyata sudah menjadi mayat. Tetapi oleh korban Dian, ibunya disebut belum mati, hanya tidur. Dia coba meyakinkan dengan mengatakan masih memberikan ibunya susu dan menyisir rambut.
Bahkan informasi lainnya yang diperoleh, ada permintaan dari penghuni rumah pada 4 Oktober lalu, agar petugas PLN memutus jaringan listrik di rumah tersebut.
"Di dalam masih ada penghuni di rumah. Saat kita datang semua bohlam sudah dicopot. Ada kapur barus dan sebagainya, ada sampah tidak terbuang. Kira-kira ini yang akan diteliti yang akan diteliti oleh psikologi forensik. apa kira-kira maksud daripada para penghuni ini tetap di dalam rumah dan justru minta dimatikan listrik, mencabut bohlam dan sebagainya," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi, dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (21/11).
Satu per satu keterangan dan temuan di lokasi coba dirangkai kepolisian. Harapannya akan menjadi benang merah yang membuat kasus ini terang benderang.
"Proses penyelidikan kami ini memang bergerak berkesinambungan dan perlu kehati-hatian. Karena memang ini teka teki yang cukup rumit yang harus kami pecahkan," tegas Hengki.
Namun demikian, Hengki tetap optimis. Dibantu tim forensik dan kerja sama para saksi, akan membawa pasa kesimpulan utuh terkait sebab kematian sekeluarga di Kalideres.
"Namun setidaknya dengan rilis hari ini bisa mendapatkan gambaran tentang update yang kami peroleh dalam proses penyelidikan kami. Ini hanya sebagian dan bukan pada kesimpulan," tegas Hengki.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya