Jenis Kewajiban Anak di Rumah Berdasarkan Umur, Bantu Tingkatkan Rasa Tanggung Jawab

Merdeka.com - Memberikan pekerjaan sebagai kewajiban anak di rumah memang perlu diterapkan oleh setiap keluarga. Bukan hanya pada anak remaja atau yang lebih tua, memberikan beberapa tugas terkait pekerjaan rumah juga bisa diterapkan anak yang lebih kecil, termasuk anak berusia 2 atau 3 tahun.
Bukan tanpa alasan, kebijakan ini pun dapat membangun rasa tanggung jawab pada setiap anak. Bahwa mereka tidak boleh terus menerus menggantungkan beberapa pekerjaan pada orang tua. Melainkan harus mulai belajar mengatur, merawat, dan menyelesaikan sendiri.
Anda bisa membagi kewajiban anak di rumah berdasarkan umur. Pada anak yang lebih kecil, Anda bisa memberikan beberapa tugas yang ringan dan sesuai kemampuannya. Seperti menata mainan, menata buku, hingga meletakkan pakaian di gantungan baju. Kemudian bagi anak yang lebih besar, Anda bisa memberikan pekerjaan yang lebih kompleks.
Mungkin ini bukan suatu hal yang mudah diterapkan bagi setiap orang tua dan anak. Namun Anda perlu membangun komunikasi dan komitmen yang baik dengan anak untuk berkontribusi dalam pengelolaan rumah sehari-hari. Anda juga perlu memberikan motivasi dan penghargaan ketika anak sudah menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Dilansir dari Raising Children, berikut kami merangkum cara membagi kewajiban anak di rumah berdasarkan umur dan beberapa tipsnya, bisa disimak.
Manfaat Memberi Tugas Kewajiban Anak di Rumah
©Shutterstock
Sebelum mengetahui bagaimana cara memberi kewajiban anak di rumah, perlu dipahami terlebih dahulu bahwa terdapat beberapa manfaat yang bisa didapatkan. Memberikan tanggung jawab pekerjaan rumah pada anak dapat membantunya belajar tentang apa saja yang perlu dilakukan untuk merawat diri sendiri, rumah dan keluarga.
Selain itu, ini juga membantu anak mempelajari keterampilan yang dapat digunakan dalam kehidupan kelak ketika dewasa, seperti menyiapkan makanan membersihkan dan mengatur rumah, hingga memelihara tanaman.
Memberikan tanggung jawab pekerjaan pada anak juga melatih anak untuk mengembangkan keterampilan hubungan, seperti cara berkomunikasi, bernegosiasi, dan bekerja sama. Lebih dari itu, membagi kewajiban anak di rumah akan membangun rasa tanggung jawab pada dirinya, yang dapat diterapkan dalam berbagai macam hal dalam kehidupan.
Bagaimana Cara Melibatkan Anak
Sebelum mengetahui cara membagi kewajiban anak di rumah berdasarkan umum, terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan untuk melibatkan anak secara aktif dalam pekerjaan rumah. Mungkin terdengar sederhana, namun beberapa hal ini cukup berpengaruh untuk mendapatkan komitmen anak dalam mengelola pekerjaan rumah.
Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan agar anak bisa terlibat dan berpartisipasi aktif :
Cara Membagi Kewajiban Anak di Rumah Menurut Umur
©Shutterstock.com/ Ilike
Setelah mengetahui manfaat dan berbagai tips, selanjutnya terdapat beberapa cara membagi kewajiban anak di rumah berdasarkan umur. Dalam hal ini, kewajiban anak di rumah berdasarkan umur dan kemampuan dibagi menjadi 4 kategori. Mulai dari anak berusia balita, anak usia prasekolah, anak usia sekolah, dan anak remaja. Berikut penjelasan pembagian kewajiban anak di rumah untuk setiap kategorinya.
Balita (2-3 tahun)
Anak-anak prasekolah (4-5 tahun)
Anak usia sekolah (6-11 tahun)
Remaja (12-18 tahun)
Remaja dapat melakukan tugas-tugas dan keperluan sendiri untuk membangun bertanggung jawab pada diri sendiri. Seperti belajar, menyiapkan buku pelajaran, mencuci baju, atau membersihkan kamar. Selain itu, Anda juga bisa memberikan tugas pada anak remaja yang lebih umum seperti menyapu rumah, memotong rumput, mencuci piring, dan lain sebagainya. Jika beberapa pekerjaan ini dilakukan secara rutin, tentu dapat menjadi melatih kebiasaan dan kedisiplinan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Bentuk Motivasi
Setelah mengetahui beberapa cara membagi kewajiban anak di rumah, terakhir Anda perlu memberikan motivasi tersendiri untuk meningkatkan kedisiplinan anak. Dalam hal ini, Anda bisa membuat kesepakatan dengan anak melalui peraturan uang saku.
Di mana anak harus menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah yang menjadi tugasnya untuk mendapatkan uang saku sehari-hari. Dengan begitu, anak akan termotivasi untuk menyelesaikan tanggung jawab dengan baik supaya mendapatkan reward yang telah dijanjikan.
Hal terakhir yang tidak kalah penting, Anda perlu menjelaskan tugas-tugas dengan jelas beserta alasannya kepada anak. Ini dapat membantu anak memahami dan menerima dengan baik setiap tugas yang diberikan. (mdk/ayi)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya