Bahaya Cacar Monyet yang Harus Diwaspadai, Kenali Gejala dan Cara Penularannya

Merdeka.com - Setelah kehebohan COVID-19 yang melanda dunia dalam beberapa tahun terakhir, kini masyarakat kembali menghadapi wabah lain yang menyita banyak perhatian internasional. Wabah monkeypox, atau cacar monyet, kini sedang ramai diperbincangkan karena kasusnya yang sudah banyak ditemukan di berbagai negara.
Dikutip dari situs World Health Organization (WHO), cacar monyet adalah virus zoonosis, yaitu virus yang ditularkan hewan ke manusia. Gejalanya mirip dengan yang terlihat pada pasien cacar di masa lalu, meski secara klinis tidak terlalu parah.
Kasus cacar monyet lebih sering terjadi di Afrika tengah dan barat, wilayah di dekat hutan hujan tropis, dan kini semakin sering muncul di daerah perkotaan. Hewan inang yang dapat menyebarkan virus ini adalah hewan pengerat dan primata non-manusia.
Bahaya cacar monyet bisa saja mematikan, khususnya di tempat-tempat yang memiliki fasilitas kesehatan yang tidak memadai. Oleh karena itu, penting untuk mewaspadai bahaya cacar monyet ini dengan memperhatikan gejala dan menjaga jarak dengan penyebabnya.
Bahaya cacar monyet tidak bisa disepelekan begitu saja. Dalam artikel kali ini, kami akan sampaikan apa saja gejala yang mungkin muncul pada penderita cacar monyet dan komplikasi yang terjadi dari wabah ini.
Gejala Cacar Monyet
Mewaspadai bahaya cacar monyet berarti kita juga harus mengenali apa gejalanya. Gejalanya sendiri biasanya butuh waktu antara 1 hingga 2 minggu setelah seseorang terpapar virus cacar monyet, namun ada juga yang memakan waktu hingga 3 minggu.
Dengan wabah baru-baru ini, dokter telah memperhatikan bahwa ada beberapa gejala baru yang tidak sesuai dengan deskripsi khas cacar monyet, menurut laman webmd.com. Gejala umum yang mungkin muncul pada penderita cacar monyet antara lain:
Selain tanda-tanda biasa tersebut, gejala cacar monyet yang baru mungkin juga akan seperti berikut:
Dalam beberapa kasus, orang telah melaporkan gejala lain seperti nyeri di sekitar anus, ingin buang air besar meskipun usus Anda kosong (tenesmus), pendarahan di bagian bawah usus besar (rektum), dan peradangan yang menyakitkan pada anus dan lapisan rektum (proktitis).
Penularan Cacar Monyet
Cacar monyet dapat menyebar dari orang ke orang melalui kontak dekat. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkannya kepada orang lain melalui:
Virus dapat masuk ke tubuh melalui luka di kulit (yang mungkin tidak Anda sadari) atau melalui mulut, hidung, atau mata Anda. Anda dapat menghirupnya, meski Anda harus berada dalam jarak yang dekat dan waktu yang cukup lama. Itu karena sebagian besar tetesan yang keluar dari bersin, batuk, atau saat berbicara, tidak bergerak terlalu jauh.
Cacar monyet secara teknis tidak dianggap sebagai infeksi menular seksual (IMS) karena Anda bisa terinfeksi dari bentuk kontak lain. Tetapi orang yang terinfeksi cacar monyet dapat menularkannya saat berhubungan seks. WHO mengatakan sebagian besar kasus pada Mei 2022 ditularkan secara seksual, terutama di antara pria yang berhubungan seks dengan pria.
Bahaya Cacar Monyet
©CDC Public Health Image Library
Bahaya cacar monyet bisa sangat serius, terutama pada anak-anak yang terpapar banyak virus atau pada orang dengan kondisi kesehatan atau sistem kekebalan yang lemah.
Dalam beberapa kasus, ribuan lesi tumbuh bersama dan menyebabkan hilangnya sebagian besar kulit sekaligus. Meski kematian jarang terjadi dari kasus cacar monyet, namun hal itu bukanlah sesuatu yang mustahil.
Di Afrika, bahaya cacar monyet telah menyebabkan kematian hingga 1 dari setiap 10 orang yang terinfeksi. Ini karena banyak orang di wilayah ini tinggal di daerah tanpa perawatan medis yang memadai. Anak-anak adalah subjek yang paling berisiko terkena penyakit serius dan kematian.
Kemungkinan komplikasi serius dari bahaya cacar monyet termasuk infeksi sekunder seperti:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya