Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Calon Pengantin Diimbau Perhatikan Kesehatan Fisik hingga Mental, Ini Alasannya

Calon Pengantin Diimbau Perhatikan Kesehatan Fisik hingga Mental, Ini Alasannya Ilustrasi bayi. ©Pixabay/blankita_ua

Merdeka.com - Kesiapan kesehatan fisik hingga mental menjadi salah satu aspek yang harus diperhatikan para calon pengantin untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Salah satunya karena hal ini bisa berdampak terhadap kondisi anak yang dilahirkan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur membentuk tim percepatan penurunan "stunting" (TPPS) untuk mempercepat penurunan kasus kekerdilan pada anak di daerah itu.

TPPS bertugas mengupayakan target pemerintah untuk menurunkan kasus stunting di Kabupaten Madiun menjadi 14 persen.

"Saat ini angka stunting di Kabupaten Madiun mencapai 15,7 persen dan targetnya di tahun 2024 adalah 14 persen sesuai kebijakan pemerintah pusat. Meskipun kurang sedikit, namun tidak boleh menggampangkan dan ini tugas negara maka harus dilaksanakan sebaik mungkin," tegas Ketua Pelaksana TPPS Kabupaten Madiun H. Hari Wuryanto di Pendopo Muda Graha Madiun, Senin (23/5/2022).

Cegah Stunting

040 destriyana

©2015 Merdeka.com/shutterstock

Hari mengungkapkan bahwa penurunan stunting tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, melainkan bertahap. Oleh karena itu, kata dia, diperlukan peran semua pihak, mulai dari pemerintah, orang tua, dan pihak terkait lainnya. 

Wakil Bupati Madiun itu meminta masyarakat bersama-sama mencegah stunting dimulai dari jenjang pernikahan. Kantor Urusan Agama (KUA) yang menjadi gerbang terbentuknya sebuah keluarga juga perlu ambil peran aktif. 

"Diperlukan komitmen agar orang yang mau menikah juga memperhatikan kesiapan mulai dari kesehatan hingga mental calon pengantin," jelasnya, dikutip dari Antara.

Apresiasi Bupati

Sementara itu, Bupati Madiun H. Ahmad Dawami memberikan apresiasi kepada Tim Penanganan Penurunan Stunting yang membuat angka stunting di wilayah setempat mendekati target nasional. 

Peihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk media yang menyiarkan kegiatan penurunan stunting yang dinilai mampu membentuk kepedulian dan pencegahan secara mandiri. 

"Penurunan stunting diperlukan peran semua pihak. Terima kasih atas kerja keras bersama selama ini. Harapannya kasus stunting di Kabupaten Madiun terus menurun ke target nasional," ucapnya.

Dampak Besar Stunting

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, stunting memiliki dampak sangat besar pada pertumbuhan balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Stunting berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Selain itu, anak yang mengidap stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya.

Berkaca dari bahaya tersebut, penurunan prevalensi stunting pada tahun 2024 dengan target 14 persen menjadi agenda utama Pemerintah RI. Upaya percepatan pencegahan stunting, baik pada perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi terus dilakukan di berbagai tingkat pemerintahan, hingga kota/kabupaten termasuk desa.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP