Fakta Sejarah Nganjuk, Kota Favorit di Jawa Timur Tempat Berburu Berkah

Merdeka.com - Nganjuk merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang memiliki banyak potensi. Pada zaman Kerajaan Medang, Nganjuk dikenal dengan istilah Anjuk Ladang, yang berarti Tanah Kemenangan. Perjalanan waktu membuktikan, Nganjuk memiliki beragam potensi yang membuatnya cocok menyandang sebutan sebagai Tanah Kemenangan.
Buku Peter Carey yang berjudul Orang Jawa dan masyarakat Cina (1755-1825) memberikan gambaran cukup jelas mengenai wilayah Nganjuk. Pada zaman dahulu, Nganjuk terbagi menjadi empat daerah, Berbek, Godean, Nganjuk, dan Kertosono. Pada saat itu, wilayah Nganjuk dikuasai Belanda dan Kasultanan Yogyakarta.
Selain disebut sebagai Tanah Kemenangan, Nganjuk juga mendapat julukan Kota Angin. Hal itu dikarenakan curah hujan kota Nganjuk cukup tinggi. Selain perkara sebutan, Nganjuk memiliki fakta-fakta sejarah yang menarik untuk diketahui.
Masjid Bernuansa Hindu
arsitur.com
Masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Raden Tumenggung Sosro Kusumo, sekitar tahun 1745 masehi. Raden Sosro Kusumo atau yang lebih dikenal dengan nama Kanjeng Jimat merupakan bupati pertama Nganjuk. Masjid ini diberi nama Al-Mubarok.
Arsitektur bangunan Masjid Al-Mubarok memiliki kesamaan ciri dengan pura. Ornamen ukirannya didominasi oleh ukiran-ukiran yang biasa kita jumpai di pura, seperti gambar naga. Berdasarkan cerita tutur masyarakat setempat, di tanah yang sekarang berdiri masjid itu terdapat yoni dan patung perempuan yang diduga adalah Dewi Durga.
eastjava.com
Saat ini, patung perempuan tersebut sudah tidak ada. Tetapi batu berbentuk yoni masih bisa ditemukan di halaman masjid. Penemuan yoni dan patung perempuan itu mengindikasikan bahwa pada zaman dahulu, tempat tersebut merupakan tempat peribadatan kaum Hindu.
Seiring dengan masuknya Islam di wilayah Nganjuk, tempat tersbeut diubah menjadi masjid. Kendati demikian, unsur Hindu tidak sepenuhnya hilang. Pembangunan Masjid Al-Mubarok dengan arsitektur khas Hindu dan dipertahankannya batu berbentuk yoni di depan masjid menjadi bukti akulturasi yang indah.
Makam Kanjeng Jimat, Tempat Favorit Berburu Berkah
eastjava.com
Kanjeng Jimat atau Raden Tumenggung Sosro Kusumo ialah bupati pertama Kabupaten Nganjuk. Selain membidani berdirinya Masjid Al-Mubarok atau yang lebih dikenal dengan nama Masjid Yoni Al-Mubarok, Ia juga sosok yang karismatik. Semasa hidup, Ia dikenal memiliki pengetahuan dan pengalaman yang mumpuni di bidang pemerintahan dan agama.
Bagi Belanda, Kanjeng Jimat merupakan seorang penentang yang gigih. Di sisi lain, terhadap rakyatnya Ia dikenal sebagai sosok yang santun dan dermawan. Kanjeng Jimat merupakan putra menantu Sultan Agung dari tlatah Mataram.
eastjava.com
Sebagai wujud penghormatan, Kanjeng Jimat dimakamkan di kompleks Masjid Al-Mubarok tepatnya di bagian barat. Setiap hari, makam Kanjeng Jimat tidak pernah sepi dari pengunjung.
Orang-orang datang dari berbagai daerah untuk berziarah. Di sela-sela masa kampanye Pilkada Jawa Timur tahun 2018 lalu, Emil Dardak juga ziarah ke makam Kanjeng Jimat.Menurut Emil, tujuan ziarah selain untuk mendoakan almarhum juga untuk mengenang jasa dan budi baik almarhum semasa hidup.
Youtube zubaidasukri bulan srikandi
Syarat untuk berziarah di makam Kanjeng Jimat cukup sederhana. Juru kunci makam mengimbau supaya setiap peziarah yang datang wajib untuk menjaga sikap baik dan menjaga kebersihan di area makam. Hal itu bertujuan untuk menciptakan kenyamanan bagi seluruh peziarah yang datang. (mdk/rka)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya