Rezeki seret topeng monyet
Merdeka.com - Saban pagi kandang berukuran 1,5 x 1 meter itu dibuka. Monyet-monyet yang lehernya masih dirantai segera keluar sambil berlompatan. Mereka lantas dimandikan satu-satu, kemudian diikat lagi untuk dijemur.
Itulah kenangan Sarinah, 35 tahun, pemilik monyet pernah tinggal di Lapangan La'i, Jalan Basuki Rahmat, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur. Persisnya di belakang pasar mainan Gembrong. Suasana itu kini sudah tidak ada karena lokasi tempat tinggal para tukang topeng monyet sudah digusur sekitar Februari lalu.
Sarinah menuturkan hampir tiap pagi dan sore suasana kampung itu ramai. Biasanya kalau pagi para pemilik monyet memandikan dan setelah itu diambil oleh tukang topeng monyet untuk pertunjukan. Sorenya, monyet dikembalikan kepada pemiliknya dan masuk kandang.
-
Apa yang dilakukan monyet? Mereka menjatuhkan anjing-anjing itu satu per satu atau meninggalkannya di pepohonan yang tinggi.
-
Apa yang ditunjukkan gambar monyet? Jika gambar monyet yang sedang bergelantungan menarik perhatianmu pertama kali, itu menandakan bahwa otak kanan lebih dominan. Ini menunjukkan bahwa Kamu adalah orang yang kreatif dan penuh dengan ide-ide inovatif.
-
Apa ciri khas monyet Bekantan? Monyet Bekantan merupakan spesies Dunia Lama yang endemik di Pulau Kalimantan. Berkat embel-embel wajahnya yang besar, jenis monyet unik satu ini memiliki hidung yang besar, berdaging, dan juga cukup menonjol.
-
Apa yang dilakukan monyet dengan lengan robot? Video demonstrasi menampilkan monyet tersebut dengan mahir menggunakan antarmuka untuk menggerakkan lengan robot dan meraih stroberi.
-
Mengapa monyet membantai anjing? Motifnya diduga karena balas dendam. Mereka tak terima salah satu bayinya dibunuh oleh anjing di Desa Lavool, Mumba. Akhirnya dua monyet itu melancarkan aksi pembantaian yang sadis.
-
Dimana monyet tupai hidup? Monyet tupai tinggal di kanopi hutan Amerika Tengah dan Selatan.
Wardi, pedagang asongan di kawasan Pasar Gembrong, mengiyakan hal itu. "Dulu memang dikenal sebagai kampung monyet karena penghuninya kebanyakan tukang topeng monyet," katanya saat ditemui merdeka.com Selasa siang pekan lalu.
Setelah digusur, tukang-tukang topeng monyet itu pindah ke beberapa tempat, seperti Kampung Waduk dekat bantaran Kanal Banjir Timur, Kampung Jembatan, Kali Malang, Bintara di Bekasi, dan kampung-kampung tidak jauh dari Jalan Basuki Rahmat.
Seperti Sarinah, kini menetap di Kampung Jembatan, Cipinang Besar Selatan. Lokasinya tidak jauh dari Lapangan La'i. Dia sengaja bermukim dekat lokasi sebelumnya. "Biasanya masih banyak yang nyari topeng monyet untuk atraksi ke lapangan," ujarnya. Dia tinggal bersama tiga anak buahnya di rumah berukuran sekitar 3x4 meter.
Sarinah adalah juragan monyet. Enam monyet peliharaannya dia sewakan kepada tukang-tukang topeng monyet. "Sehari Rp 20 ribu-30 ribu tergantung ramai apa tidak, biasanya akhir pekan ramai," katanya. Monyet-monyet lihai itu dia beli Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta per ekor.
Pendapatan terbesar dia peroleh kalau ada stasiun televisi ingin menampilkan pertunjukan topeng monyet. Dia mematok Rp 100 ribu-200 ribu tiap jam. Sekali syuting biasanya hingga lima jam. Sehingga dia meraup penghasilan bersih sekitar Rp 1 juta karena makan dan minum sudah ditanggung. "Waktu lima jam itu tidak penuh, yang lama itu disuruh mengulang gerakan-gerakan tertentu dari monyet."
Monyet-monyet milik Sarinah juga ditanggap buat acara ulang tahun. Bayarannya Rp 100 ribu saban jam. Kalau sudah ada pesanan besar semacam itu, satu anak buahnya diminta berhenti libur sehari. Dia ditugasi memandu monyet dengan upah Rp 100 ribu.
Sayang, rezeki nomplok itu jarang datang. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Peternak jangkrik di Deli Serdang sukses meraup keuntungan hingga jutaan rupiah. Peternak tak perlu modal besar untuk memulai usaha yang satu ini.
Baca SelengkapnyaPria asal Banyuwangi ini menjadi buruh migran di Taiwan selama 6 tahun.
Baca SelengkapnyaDistro ini punya misi mengenalkan seni topeng Cirebon
Baca SelengkapnyaDari ide kreatifnya ini, Ia berhasil meraup omzet hingga Rp15 juta.
Baca SelengkapnyaSeorang prajurit TNI memiliki usaha burung perkutut yang menghasilkan jutaan perbulan.
Baca SelengkapnyaSatu ekor domba rata-rata memiliki berat 25-30 kilogram dan dibutuhkan waktu tiga bulan untuk menggemukkannya.
Baca SelengkapnyaBisnis pinggir jalan yang bisa raup omset puluhan juta sehari.
Baca SelengkapnyaPengemis asal Bojonegoro kedapatan membawa uang Rp18 juta lebih saat beraksi di Senayan. Begini nasibnya sekarang.
Baca Selengkapnya