Bermodal Rumus Skala, Ajak Anak Hitung Jarak Kota Antar Negara Tetangga dengan Mudah

Merdeka.com - Jika jarak kota A dan B pada peta sekian centimeter, maka berapa jarak sebenarnya kedua kota tersebut aslinya? Bukan sesuatu mustahil, karena kenyataannya, siapapun bisa menghitung jarak sebenarnya sebuah kota hanya dengan melihat peta dan skala yang tertulis di sana.
Hanya saja memang perlu belajar, apalagi bagi anak-anak. Lewat program Belajar dari Rumah yang diadakan oleh Kemendikbud, anak kelas 5 pun diajak menghitung jarak antar kota, bahkan di negara tetangga Indonesia menggunakan rumus skala lewat program Belajar dari Rumah Kemendikbud Episode 73.
Makna Sebuah Skala Peta

Jika diperhatikan betul, pada peta selalu ada sebuah skala. Misalnya, sebuah peta negara-negara di Asia Tenggara dengan skala 1:1.000.000. Itu artinya 1 cm pada peta sama dengan 1.000.000 cm pada jarak sebenarnya. Jadi semakin besar skala, semakin kecil petanya. Semakin kecil skalanya, semakin detail petanya.
Supaya lebih mudah, Kak Ivan yang memandu program Belajar dari Rumah Kemendikbud episode 73, mencontohkan cara menghitung jarak dua kota A dan B. Katakanlah jarak kedua kota ini di peta 1,5 cm, maka berapa jarak sebenarnya kedua kota tersebut apabila skala petanya 1:100.000? Untuk mencari jawabannya, jarak pada gambar dibagi dengan skala. Hasilnya, jarak sesungguhnya kedua peta 150 cm atau 1,5 km.
Belajar Juga Tentang Geografis Negara Tetangga

Tak hanya menghitung skala, pada episode kali ini anak kelas 5 juga diajak belajar memahami geografis beberapa negara tetangga Indonesia di Asia Tenggara. Dari Brunei Darussalam yang kaya akan minyak bumi dan gas alam dan hasil hutan. Negara ini memiliki iklim tropis dengan musim kemarau dan hujan. Suhu rata-rata di Brunei Darussalam dalam setahun sekitar 26 derajat Celcius dan bisa mencapai 36 derajat Celcius pada musim kemarau.
Kemudian berlanjut ke Singapura, yang memiliki luas wilayah 580 kilometer persegi dan terletak di dekat garis khatulistiwa. Singapura beriklim tropis tanpa perbedaan musim yang mencolok. Suhu di negara ini berkisar antara 22-34 derajat Celcius, di mana suhu terpanas terjadi pada bulan Mei-Juni.
Selain itu, ada Thailand dengan iklim tropis yang cocok untuk pertanian layaknya Indonesia. Secara umum, Thailand memiliki 3 musim, yaitu musim hujan, musim dingin dan musim panas. Musim hujan dimulai pada bulan Juni, dan curah hujan tertinggi terjadi pada Agustus-September. Musim dingin di Thailand dimulai pada November ditandai dengan cuaca yang dingin, sementara musim panas terjadi pada bulan Maret dan ditandai dengan cuaca yang panas.
Lewat pelajaran kali ini pula, anak-anak pun jadi mengenal beberapa istilah baru, seperti benih, geografi, iklim, komoditas, hingga tropis. Beragam keseruan belajar ini pun bisa diikuti setiap hari Senin-Jumat lewat program Belajar dari Rumah bersama Kemendikbud hanya di TVRI. Khusus anak kelas 5 bisa mengikuti program Belajar dari Rumah ini dari jam 10.30-11.00 WIB. (*) (mdk/wri)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya