Kisah keruntuhan Bangsa Romawi Kuno yang tangguh

Merdeka.com - Saat membaca sejarah, kamu tentu akan kagum pada kekuatan Bangsa Romawi Kuno. Bangsa ini memiliki pasukan bersenjata yang tangguh, perencanaan kota yang baik, dan sebagainya. Kali ini, yuk kita bahas lebih lanjut tentang sejarah bangsa ini.
Bangsa Romawi membagi lahan-lahan yang telah ditundukkannya menjadi daerah-daerah yang disebut provinsi. Mereka mendorong penduduk setempat untuk hidup seperti bangsa Romawi, dan membangun kuil-kuil untuk dewa-dewa Romawi. Mula-mula Roma berbentuk republik. Negara itu dipimpin 2 orang, yang disebut konsul. Suatu badan mirip parlemen, yang disebut senat, menyusun undang-undang yang baru. Pada 27 SM, Oktavius, anak angkat Julius Caesar, mengangkat dirinya sebagai raja. Dia mengubah namanya menjadi Augustus. Dua abad berikutnya adalah masa kedamaian dalam sejarah Roma.
Namun segala sesuatu yang kuat belum tentu bisa bertahan selamanya. Sejak tahun 200-an, raja-raja lemah membiarkan kerajaan Romawi mudah diserang. Pada tahun 330, Raja Konstantin memindahkan ibu kota bagian timur ke Bizantium (sekarang Istanbul di Turki). Bagian barat kerajaan perlahan-lahan dikuasai oleh suku-suku utara, dan pada tahun 410 Roma jatuh. Bagian timur kerajaan menjadi kerajaan Bizantium.
Kerajaan Bizantium mencapai puncak kejayaannya pada tahun 500-an ketika Raja Justinian mengalahkan Mesir dan sebagian Italia, Spanyol, dan Afrika Utara. Sebagian besar kerajaan ini jatuh ke tangan Arab Muslim pada tahun 700-an dan 800-an. Kota Konstantinopel direbut oleh Ottoman Turki pada tahun 1453. Pada saat itulah, kejayaan Bangsa Romawi semakin menghilang. Meskipun demikian, berbagai hasil peradabannya masih banyak dipelajari manusia.
Itulah sejarah singkat yang menarik tentang Bangsa Romawi Kuno. Bangsa kuat yang akhirnya runtuh ini sampai saat ini meninggalkan berbagai cerita yang layak dipelajari. Selamat belajar! (mdk/iwe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya