3 Rumah di Purwakarta Diterjang Longsor, 2 Meninggal dan 5 Luka
Merdeka.com - Tiga rumah warga di Kampung Karajan RT 08 RW 04, Desa Salam Jaya, Kecamatan Pondoksalam, Purwakarta ambruk tertimpa longsoran tebing, Selasa (27/11) malam. Acem (87) dan Bakri (90) meninggal dunia tertimpa rumah yang ambruk, sementara sang cucu Yanti (25) dalam kondisi kritis. Ketiganya telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bayu Asih.
Longsor terjadi sekira pukul 20.15 WIB. Sebelumnya juga sudah terjadi longsor hanya sedikit di bagian depan. Saat ini proses pencarian terhadap dua korban masih dilakukan petugas DKPB, Polri, TNI serta dibantu warga.
Selain itu dalam musibah longsor tersebut lima orang juga mengalami luka berat akibat tebing setinggi 5 meter yang menimpa tiga rumah.
-
Dimana rumah itu ambruk? Viral di media sosial video yang memperlihatkan detik-detik rumah ambruk di Tuban, Jawa Timur.
-
Kenapa rumah itu ambruk? Ternyata bangunan tersebut bukan rumah hunian, melainkan kandang hewan yang sudah tak digunakan.
-
Siapa yang tinggal di rumah nyaris roboh? Sang pemilik, Abun (63), tak bisa berbuat banyak lantaran hidup di bawah garis kemiskinan.
-
Bagaimana kondisi rumah setelah ambruk? Tampak rumah yang langsung ambruk tak tersisa. Kondisinya pun begitu parah.
-
Mengapa warga Puncak meninggal? Kematian karena diare dan dehidrasi,“ Abdul menyebutkan berdasarkan laporan tersebut, kekeringan ini telah berdampak pada kurang lebih 7.500 jiwa.
-
Siapa yang menjadi korban longsor di Sragen? Jasad Sutarmi, salah satu penghuni rumah itu, ditemukan pada Minggu (3/3) malam.
"Jadi jumlah korban total itu ada sembilan orang, dua di antaranya meninggal dunia, sementara yang lainnya alami luka berat. Selain itu dua orang kini masih dalam pencarian," terang Wakapolres Purwakarta Kompol Yanna Herdiana.
Korban luka berat dibawa ke RSUD Bayu Asih untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sementara dua orang lagi Iwan (30) suami Yanti masih dalam pencarian, begitupun anak mereka Intan (7).
Kepala Desa Salamjaya, Wahyu Faturahman di lokasi menjelaskan, sebenarnya longsor terjadi saat wilayah itu diguyur hujan sejak Selasa sore. Longsoran tebing yang semula kecil kemudian membesar.
"Kondisi rumah yang di bawah tebing rusak parah. Mudah-mudahan korban hilang segera ditemukan, dan kejadian ini jangan sampai terulang lagi. Saya sebagai kepala desa turut berbela sungkawa," ucapnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Korban meninggal merupakan pasangan suami-istri, bernama Ida Bagus Eka Widya Cipta (40) dan Ida Ayu Putu Mutiari (38).
Baca SelengkapnyaKorban meninggal bernama Galih Adi Perkasa (23), Candra Agustina (20) dan Galang Naendra Putra (4).
Baca SelengkapnyaPeristiwa itu bermula saat kawasan sekitar dilanda hujan besar diikuti longsor.
Baca SelengkapnyaLongsor terjadi ketika hujan turun deras sejak Senin (2/12) malam, sehingga menyebabkan tebing setinggi 10 meter menimpa penghuni rumah.
Baca SelengkapnyaDinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) sedang melakukan asesmen rumah terdampak bencana untuk pemberian bantuan.
Baca SelengkapnyaSeorang ibu rumah tangga bernama Dewi (37) dan dua anaknya meninggal dunia saat rumah yang mereka tempati di Gampong Sungai Kuruk III, Seruway, Aceh Tamiang.
Baca SelengkapnyaAsril mengungkap kronologi kejadian awalnya pemilik warteg bernama Agus hendak masak di dapur
Baca SelengkapnyaSalah satu polisi gugur saat bertugas mengevakuasi para korban.
Baca SelengkapnyaSatu orang meninggal dunia dalam kejadian ini bernama I Ketut Tunas (60).
Baca SelengkapnyaSumedi Riyanto (80/ayah), Thio Nyin Nio (74/ibu), dan Amy Kusuma Dewi (35/anak) tewas di tempat usai tertimpa tembok setinggi 2 meter dan panjang 50 meter.
Baca SelengkapnyaBencana longsor di Sragen menyebabkan seorang ayah dan anak perempuannya tewas tertimbun tanah
Baca SelengkapnyaKorban meninggal yang ditemukan di Kecamatan Simpenan Palabuhanratu diketahui bernama Daffa (10).
Baca Selengkapnya