5 Fakta kapal Australia masuk Indonesia,27 KM dari Palabuhanratu
Merdeka.com - Masuknya para pencari suaka dengan menggunakan perahu-perahu tanpa izin, sering kali melalui Indonesia, menjadi masalah bagi Australia.
Di bawah kebijakan pemerintahan Australia, perahu-perahu pencari suaka dikirimkan ke kamp-kamp pulau Pasifik. Selain itu, perahu-perahu yang disergap di lautan juga bisa dikembalikan arahnya ke Indonesia. Kebijakan itu tampaknya berhasil, tidak ada perahu pencari suaka yang masuk ke Australia sejak Desember.
Kementerian pertahanan pada Februari mengaku bahwa insiden-insiden penerobosan itu telah menurunkan hubungan militer Australia dengan Indonesia.
-
Kenapa Australia menganggap Indonesia sebagai lawan yang berbahaya? Meskipun memiliki catatan yang baik melawan Skuad Garuda, Ryan tidak ingin meremehkan pasukan Shin Tae-yong. 'Kami menghormati lawan dan menyadari bahwa mereka memiliki kemampuan yang bisa membahayakan kami jika kami tidak tampil optimal dan memberi mereka kesempatan melalui cara kami bermain,' ungkap Mathew Ryan.
-
Apa yang ditemukan penyelam di dasar laut Australia? Bangkai kapal uap yang lenyap di lepas pantai Australia pada 1904, ditemukan hampir 120 tahun kemudian oleh para penjelajah bawah laut yang sedang melakukan survei di dasar laut.
-
Apa yang ditemukan di pantai Australia? Ilmuwan menemukan jejak kaki dinosaurus theropoda besar di pantai selatan Australia.
-
Apa yang ditemukan di Australia Barat? Kristal kuno ini ditemukan di sebuah lapisan batu terpencil yang disebut Jack Hills, Australia Barat.
-
Bagaimana cara Kemendag membantu para pelajar Indonesia di Australia untuk memulai ekspor? 'Salah satu kemudahan yang akan didapatkan Komunitas Ekspor Melbourne adalah dukungan dari para pelaku usaha. Seperti dukungan dari Import United Ausindo dengan fasilitasi gudang eksportirdan juga dari Navanti Holdings yang berupa dukungan permodalan. Hal ini diharapkan semakin memacu semangat diaspora pelajar Indonesia untuk mendukung ekspor produk Indonesia dan memantik pergerakan serupa oleh para diaspora pelajar pengekspordi negara lain,' ujar Haris.
-
Kapan permukaan laut mulai meninggi dan merendam daratan yang menghubungkan Australia dan Papua? Namun, sejak sekitar 25.000 tahun lalu, permukaan laut mulai meninggi, yang menyebabkan mulai menggenangi sekitar daratan yang menghubungkan Australia dan Pulau Papua tersebut.
Menteri Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto , mengecam tindakan pemerintah Australia yang dianggap telah melanggar kedaulatan Indonesia. Pelanggaran itu dilakukan aparat keamanan negeri Kanguru itu saat mendorong kembali laju kapal berisi para pencari suaka ke perbatasan kedua negara.
"Pemerintah Australia di bawah pimpinan PM Tony Abbott juga 'harus paham' dan 'mengerti' apa arti 'kedaulatan RI' yang dilanggar begitu saja oleh AL Australia," ujar Djoko, Januari lalu.
Sementara itu, hasil investigasi The Guardian menunjukkan fakta mengejutkan. Kapal Bea Cukai Australia ternyata masuk sangat dalam ke wilayah Indonesia. Berikut 5 fakta mengejutkan masuknya kapal Australia ke wilayah Indonesia hingga sejauh sembilan kilometer:
Kapal hanya 27 KM dari Palabuhanratu
Investigasi Guardian menunjukkan, kapal Bea Cukai Australia, The Ocean Protector masuk jauh lebih dalam ke wilayah Indonesia meskipun kapal itu sudah memiliki peta navigasi digital tentang batas terluar wilayah perairan Indonesia. The Ocean Protector telah masuk 9 kilometer ke dalam wilayah perairan Indonesia pada 14 Januari 2014. Posisi itu artinya hanya berjarak 27 kilometer saja dari Pantai Palabuhanratu. Data itu didapat Guardian dari peta navigasi digital dalam kapal tersebut. Batas Laut Teritorial ini ditarik sejauh 12 mil laut (1,852 km) dari garis pantai yang terjauh. Dari data peta tersebut, kapal Australia masuk begitu dalamnya.
Kapal Australia masuk enam kali ke wilayah Indonesia
Laporan dari Angkatan Laut dan Bea Cukai Australia menyatakan kapal-kapal Negeri Kanguru itu telah memasuki perairan Indonesia sebanyak enam kali sejak Desember hingga Januari lalu.Canberra sebelumnya sudah mengatakan kapal-kapal Australia secara tidak sengaja melanggar perairan Indonesia namun tidak menyebutkan berapa kali, seperti dilansir surat kabar the Guardian, Rabu (19/2). Mereka juga sudah meminta maaf kepada Indonesia sehingga menyebabkan operasi pencegahan kedatangan para pencari suaka ditunda."Dalam kasus-kasus itu pelanggaran dilakukan secara tidak sengaja karena salahnya perhitungan batas perairan Indonesia, bukan aksi kesengajaan atau kesalahan navigasi," kata laporan itu.Bea Cukai Australia dan Dinas Perlindungan Perbatasan serta Pasukan Pertahanan Australia mengevaluasi kegiatan operasi patroli mereka antara 1 Desember hingga 20 Januari.Menurut perintah dari militer Australia, kapal-kapal itu seharusnya berada pada jarak 22 kilometer di luar batas perairan Indonesia."Namun dalam pelaksanaan di lapangan perintah itu tidak diterima dengan baik," ujar laporan itu.Meski tidak disebutkan pelanggaran batas perairan itu dalam operasi apa namun diduga kuat aksi itu terjadi saat kapal-kapal militer Australia mengusir kapal-kapal para pencari suaka ke wilayah Indonesia.
Kapal militer harusnya sadar masuki wilayah negara lain
Pakar navigasi di University of New South Wales, Chris Rizos dikutip Guardian menyatakan, garis merah dalam peta menunjukkan garis batas wilayah perairan Indonesia. Jika melewati garis tersebut artinya kapal sudah berada di wilayah perairan Indonesia. Garis itu juga sudah diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. "Kapal militer dan Bea Cukai seharusnya sudah tahu garis perbatasan wilayah perairan kedua negara," ujarnya. Letnan Jenderal Angus Campbell, Komandan Operasi Kedaulatan Perbatasan menyatakan, bahwa setahu dia personel kapal tersebut tidak tahu kalau sudah berada di wilayah perairan Indonesia.
Komandan kapal dibebastugaskan
Seorang komandan angkatan laut Australia dibebastugaskan karena kapal yang dipimpinnya terlibat dalam aksi penerobosan ke perairan Indonesia saat bertugas melindungi perbatasan, demikian diungkapkan kementerian pertahanan Australia, Kamis.Enam kasus penerobosan terjadi saat berlangsungnya Operasi Perbatasan Kedaulatan yang dipimpin militer Australia pada bulan Desember dan Januari dalam upaya untuk mencegah masuknya perahu-perahu yang ditumpangi para pencari suaka.Kasus tersebut membuat Canberra menyampaikan permintaan maaf kepada Jakarta serta melakukan penyelidikan.Departemen Pertahanan mengatakan komandan angkatan laut, Laksamana Madya Ray Griggs, telah membuat sejumlah keputusan yang berkaitan dengan nasib tujuh petugas komando yang terlibat. Ia juga mencatat bahwa setiap aksi penerobosan melibatkan lebih dari satu kapal."Kepala Angkatan Laut akan membebastugaskan seorang Komandan dari tugasnya dan satu lainnya akan dikenai sanksi administratif," kata Departemen Pertahanan dalam sebuah pernyataan."Komandan-komandan lainnya akan secara resmi ataupun tidak resmi diberi pengarahan." Rincian penuh insiden-insiden itu belum diungkapkan, namun media lokal telah melaporkan bahwa aksi-aksi penerobosan itu terjadi ketika kapal-kapal milik Australia memaksa kapal para pencari suaka mundur ke perairan Indonesia.
Penyelidikan internal sebut itu tidak disengaja
Sebuah hasil penyelidikan internal yang dikeluarkan pada Februari lalu mendapati bahwa penerobosan dilakukan secara tidak sengaja dan terjadi karena adanya kesalahan perhitungan menyangkut batas-batas wilayah.Komandan Angkatan Laut Laksamana Madya Ray Griggs mengatakan ia menerima keterangan bahwa tidak ada satupun komandan yang melakukan pelanggaran arah dengan sengaja dalam upaya untuk tetap berada di luar zona 12 mil laut milik Indonesia.Namun, terjadi kesalahan profesional yang perlu dikenai tindakan."Setiap komandan menjalankan tugasnya dengan niat terbaik," ujarnya."Namun, saya tidak mengharapkan apa-apa selain standar tertinggi yang diberikan para komandan."Aksi-aksi ini pada dasarnya tidak menyebabkan hukuman namun hanya ditujukan untuk menegakkan standar profesional Royal Australian Navy yang sudah dikenal dan adalah hal yang penting untuk menjalankan misinya ini," tambahnya.Nama-nama komandan ataupun kapal-kapal mereka tidak diungkapkan.
(mdk/tts)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Mereka diduga hendak diselundupkan ke Australia melalui perairan laut Kabupaten Sukabumi.
Baca SelengkapnyaSaat hendak berlayar ke Australia, mereka langsung ditangkap petugas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) wilayah NTT.
Baca SelengkapnyaPodus yang dipakai para pelaku merupakan praktir terbaru dalam kejahatan menyelundupkan orang ke Australia.
Baca Selengkapnya"KIA berbendera Malaysia tersebut diamankan di perairan Selat Malaka Kepulauan Riau," kata Brigjen Trunoyudo
Baca Selengkapnya5 WN China Diamankan di Teluk Kupang, Diduga Akan Diselundupkan ke Australia
Baca SelengkapnyaKapal Ikan Asing tersebut disangkakan dengan dugaan penggaran Pasal 92 Jo Pasal 26 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2024.
Baca Selengkapnya000 Tahun Lalu Benua Australia Masih Menyatu dengan Indonesia, Begini Bentuknya
Baca SelengkapnyaBea Cukai terus berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak di bidang pengawasan. Salah satunya dengan Bea Cukai Australia atau Australian Border Force
Baca SelengkapnyaLuas benua 'Atlantis' yang hilang ini dua kali luas Inggris
Baca SelengkapnyaAda banyak pelaut ulung pada zaman kerajaan yang menginsiprasi
Baca SelengkapnyaLantaran suatu hal, pulau ini lantas banyak dihuni oleh warga keturunan Indonesia.
Baca SelengkapnyaKetiganya ditangkap di perairan sebelah Selatan Pulau Landu, Kecamatan Rote Barat Daya, Minggu (26/5) kemarin.
Baca Selengkapnya