5 Gebrakan Sutarman ubah citra polisi lebih sederhana

Merdeka.com - Jenderal Pol Sutarman menyampaikan cita-citanya setelah dilantik menjadi Kapolri. Mantan Kabareskrim ini ingin melepaskan citra buruk yang selama ini melekat kepada institusi Korps Bhayangkara.
"Saya memiliki cita-cita, Polri menjadi institusi yang dipercaya masyarakat dan lebih sederhana," ujar Sutarman di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (19/11).
Belum lama menjabat orang nomor satu di Polri, Sutarman langsung melakukan gebrakan. Salah satunya menunjuk Irjen Suhardi Alius sebagai Kabareskrim. Padahal di antara kandidat lainnya, mantan Kapolda Jawa Barat ini merupakan angkatan termuda, Akpol 1985.
Berikut lima gebrakan Sutarman ubah citra polisi lebih sederhana.
Larang jenderal naik mobil mewah
Kapolri Jenderal Sutarman menginstruksikan pada seluruh anggota Polri agar tak menggunakan mobil mewah baik sedang berdinas atau sedang tak berdinas. Sebab, kondisi masyarakat di Indonesia sedang mengalami kesusahan.Sutarman memerintahkan anak buahnya lebih baik pakai mobil jenis Toyota Innova saja, tak terkecuali polisi berpangkat Jenderal"Nanti juga kalau mobil-mobil itu paling tinggi Innova lah, jangan pakai mobil-mobil yang mewah, kita enggak elok sekarang, masyarakat kita lagi susah," kata Sutarman di Mako Ditpoludara Baharkam Polri, Pondok Cabe, Pamulang, Senin (2/12)."Yang sudah terlanjur, gunakan karena itu sudah dibeli oleh negara, mobil dinas. Kalau nanti mobil pribadinya ya yang wajar-wajar saja rakyat lagi susah sekarang," ujarnya.Polisi bintang empat ini juga mengaku tak menggunakan mobil Land Cruiser. Dia pun tak lagi menggunakan mobil Camry dan lebih memilih Toyota Innova.
Polwan berjilbab
Kapolri Jenderal Pol Sutarman mengaku sangat menyetujui pemakaian jilbab/hijab kepada anggota Polisi Wanita (Polwan) dalam berdinas di manapun juga. Menurutnya, pemakaian jilbab untuk Polwan merupakan hak asasi manusia dalam berbusana, asal rapi dan sopan."Hak asasi seseorang, saya sudah sampaikan pada anggota kalau misalnya ada anggota yang mau pakai silahkan," kata Sutarman di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (19/11).Kendati demikian, Sutarman mengatakan bahwa saat ini Polri belum mempunyai anggaran khusus untuk seragam hijab untuk anggota Polwan. Jadi, dia mempersilahkan para anggota Polwannya untuk membeli sendiri."Anggaran belum ada, kalau mau beli silahkan," ujarnya.
Buka-bukaan soal dana Pemilu Rp 3,4 T
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 mengucurkan dana kepada Kepolisian sebesar Rp 3,4 triliun. Uang tersebut rencananya akan dipakai untuk pengamanan Pemilihan Umum tahun 2014."Untuk pembinaan, operasional, dan pengadaan, dan yang paling penting adalah persiapan pengamanan Pemilu 2014. Karena Pemilu ini (dana pengamanan) kan begitu besar. Anggarannya belum ada," kata Kapolri Sutarman, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (29/11).Demi menjaga nama baik dan kinerja kepolisian, ia mengajak masyarakat bergotong-royong untuk membantu mengawasi. Selain itu, pihaknya akui akan terbuka dalam penggunaan dana tersebut."Masyarakat juga boleh mengawasi, karena itu ada di mana-mana. Harus dan harus (diawasi)!. Kalau disalahgunakan, ya harus dipertanggunjawabkan secara hukum," tegasnya.
Minta Kabareskrim transparan ungkap korupsi & premanisme
Kapolri Jenderal Sutarman menunjuk Irjen Pol Suhardi Alius sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri. Sutarman membebankan tugas kepada mantan kapolda Jawa Barat itu untuk memberantas korupsi, narkoba, terorisme dan premanisme."Yang jelas masalah korupsi, narkotika, terorisme, premanisme, kejahatan jalanan," ujar Sutarman di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (28/11).Sutarman menitikberatkan pada kasus penembakan polisi dan harus diungkap secara transparan. Meski satu per satu pelaku penembakan polisi sudah dibekuk, Sutarman ingin Suhardi membereskan kasus tersebut."Pelan-pelan sudah ditangkap, kan terakhir kan Yoyo, kan sekarang sudah 7 sebelumnya 9 tapi kan 2 tidak cukup buktinya," pungkasnya.
Perintahkan polisi patroli dan blusukan ke kampung
Kapolri Jenderal Polisi Sutarman menyampaikan beberapa amanat kepada para Kapolda seluruh Indonesia yang datang menghadiri Rakorwas Polri dengan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) di Hotel Bidakara, Senin (25/11). Sutarman memerintahkan para anggota yang berada di daerah untuk selalu menghadirkan Polisi di tengah-tengah masyarakat.Sutarman juga mengingatkan agar mobil patroli bisa dipergunakan secara maksimal. Polisi yang berpatroli dengan mobil seharusnya tak hanya dalam lingkup perkotaan saja, tapi harus mau blusukan ke kampung-kampung untuk lebih bisa menyisir keamanan."Taruh mobil patroli di kampung, pemukiman, dan lindungi masyarakat jangan ngerusuhi. Kalau sudah dipercaya masyarakat dan tahu betul kita ada, kita menolong dan nanti akan dipercaya. Kondisi distrust masyarakat kita ini berbuat baik pun dicurigai," ujarnya. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya