Belajar kesetaraan dari makam Baqi
Merdeka.com - Kota Madinah merupakan satu dari tiga kota yang akan disinggahi oleh jemaah haji Indonesia, selain Makkah dan Jeddah. Madinah menjadi sangat istimewa lantaran selain terdapat Masjid Nabawi tempat jemaah haji melaksanakan ibadah arbain, di sana juga terdapat makam Nabi Muhammad SAW. Setiap harinya ribuan umat Islam dari seluruh penjuru dunia melakukan ziarah ke makam Rasulullah SAW.
Tak kalah pentingnya, di dekat Masjid Nabawi juga ada pemakaman yang sangat masyhur di kalangan umat Islam, yakni makam Baqi. Makam Baqi terletak cuma 30 meter sebelah timur Masjid Nabawi. Makam Baqi terdiri dari hamparan tanah merah dan batu, tanpa ada tulisan penanda siapa-siapa yang dikuburkan di sana.
Makam Baqi dipercaya sebagai makam ribuan makam sahabat Rasulullah, termasuk makam istri-istri beliau seperti Aisyah, Hafsah dan Saudah. Dua istri Nabi Muhammad yang tidak dimakamkan di Baqi adalah Khadijah binti Khuwaylid yang dimakamkan di Makkah dan Maimunah binti al-Harits yang dimakamkan di daerah Sarif.
-
Dimana jemaah haji dimakamkan? Jenazah tadi diletakkan di tas papan berroda dan perlahan-lahan mulai didorong menjulur ke laut. Terdengar iringan doa tak henti-henti mengiringi jenazah. Saat panjang papan sudah dirasa cukup, kemudian pengumpil di belakang papan dilepas.
-
Dimana makam Nabi Muhammad berada? Melansir dari CNN, Makam Nabi Muhammad SAW terletak di dalam Masjid Nabawi. Lokasi ini dulunya merupakan kamar sang istri, Aisyah.
-
Dimana makam tersebut berada? Situs yang terletak di kota bersejarah Huainan tersebut adalah makam terbesar, tingkat tertinggi, dan paling kompleks secara struktural dari Negara Bagian Chu kuno, dan berusia lebih dari 2.200 tahun, kata National Cultural Heritag.
-
Dimana makam 2 sahabat itu berada? Kini setelah 200 tahun, nisan Kuhl dan Van hasselt masih berdiri kokoh di kawasan kebun Raya Bogor.
-
Dimana lokasi makam Tuanku Madinah? Makam Tuanku Madinah berada di Korong Toboh Karambia, Nagari Lareh Nan Panjang Barat, Kecamatan VII Koto, Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman.
-
Siapa saja yang meninggal di tanah suci? Hingga masa pemulangan kloter 69, tercatat ada 119 jemaah haji yang meninggal. Jumlah ini jauh lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 45 orang. Humas PPIH Debarkasi Solo Gentur Rama Indriyadi mengatakan bahwa hingga Rabu (26/7), total 119 jemaah haji yang meninggal rinciannya tujuh orang meninggal di tanah air dan 112 orang meninggal di tanah suci.
Putra putri Rasulullah juga dimakamkan di kuburan Baqi ini, seperti Fatimah az-Zahra, Ruqayyah, Zainab, dan Umi Kultsum, serta cucu-cucu Rasulullah, Hasan dan Husein. Ibu persusuan Rasulullah, Halimatus Sakdiyah juga dimakamkan di sini.
Baqi dikenal dengan istilah jannatul baqi, berarti taman surga, juga dikenal dengan Baqi al-Gharqad. Baqi berarti tanah yang luas dipenuhi oleh pepohonan. Sementara al-Gharqad adalah nama dari sebuah pohon berduri (Boxthrorn) yang dulu melimpah di kawasan Baqi.
Merdeka.com menyempatkan mampir ke makam Baqi, usai salat subuh di Masjid Nabawi, Jumat (13/8) bersama ribuan jemaah lainnya. Dengan tertib para jemaah antre memasuki kompleks pemakaman ini. Makam Baqi tidak seharian penuh dibuka untuk umum. Cuma dibuka usai salat subuh hingga pukul 09.00 waktu Arab Saudi. Kemudian dibuka lagi usai salat ashar hingga jelang salat maghrib tiba.
Makam ini cuma terdiri dari hamparan tanah yang luas tak berbatu, serta nisan tanpa nama. Ratusan, bahkan ribuan burung merpati asyik bermain di gundukan-gundukan makam yang tertata rapi. Para pengunjung yang datang pun tidak diperkenankan berdoa lama-lama. Para askar menjaga ketat para peziarah, dan meminta mereka untuk segera meninggalkan kompleks Baqi.
Makam Baqi ini termasuk istimewa, dibanding dengan makam-makam yang lain. Istimewa lantaran selain menjadi kuburan putra putri serta istri-istri Rasulullah SAW, di sini juga dimakamkan salah satu dari empat sahabat kepercayaan Rasullah SAW sekaligus Khalifah ketiga Ustman bin Affan. Bahkan Rasullah sendiri pernah berdoa secara khusus agar Allah SWT mengampuni segala dosa para penghuni makam Baqi.
Dalam sebuah hadits, Aisyah r.a. berkata, "Ketika malam gilirannya, Rasulullah pergi di akhir malam menuju Baqi dan berkata, "semoga keselamatan tercurah pada kalian, wahai penghuni rumah kaum mukmin. Kami dan kalian akan bertemu esok hari (hari kiamat), dan sebagian dari kita akan mengharapkan syafaat dari sebagian yang lain. Insya Allah, Kami akan menyusul kalian. Ya Allah ampunilah penghuni Baqi Al-Ghargad." (HR As-Sughra, An-Nasa'i).
Di hadits yang lain dijelaskan, Abi Syaibah dan diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah SAW setiap awal tahun selalu melakukan ziarah ke pemakaman Baqi. Setiap berziarah ke sana, Nabi Muhammad SAW mengunjungi makam para syuhada perang Badar dan Uhud dan di situ beliau membacakan doa: "al-salmu ‘alaikum bima shabar- tum, fani’ma uqba al-dar.” (Kesejahteraan atas kalian semua atas kesabaran kalian menghadapi peperangan, sesungguhnya surga itu sebaik-baik tempat kembali).
Dalam riwayat yang diterima dari Abi Buraidah yang diriwayatkan oleh Muslim, diterangkan bahwa apabila Nabi berziarah ke pemakaman Baqi’ secara keseluruhan, beliau membacakan salam (doa) yang berbunyi:
"Al-Salamu ‘alaikum Ya dara qaumi mu’min wa atakum ma tu’aduna ghadan mu’ajjaluna wa inna insya allahu bikum laqihun. Allahummaghfir li ahli al-baqi (Mudah-mudahan kesejahteraan atas kamu sekalian hai penghuni tempat kaum yang beriman, apa yang dijanjikan Allah besok telah kalian dapatkan sekarang, (lebih cepat), dan kami insya Allah kami akan menyusul kalian. Ya Tuhan, ampunilah ahli Baqi’ ini).
Berbeda dengan makam-makam ulama atau pun pahlawan di Indonesia yang diberi nama atau pun dibangun dengan megahnya, ribuan makam di Baqi tampak sama, cuma terdiri dari
gundukan tanah yang diberi kerikil di atasnya, serta batu nisan dari batu, tanpa nama tanpa penanda-penanda lainnya. Semua orang di sini sama makamnya, mulai dari putra putri Rasulullah, sahabat nabi Uman Bin Affan, para pahlawan pembela agama Islam, hingga masyarakat umum, tak ada bedanya.
Tidak adanya perlakuan istimewa bagi para penghuni makam Baqi ini memang terkait dengan paham wahabi yang sangat berpengaruh di Arab Saudi. Paham Wahabi memang sangat menjaga potensi pemujaan terhadap makam dan situs-situs Islam lainnya, karena dikhawatirkan umat Islam melakukan perbuatan syirik, atau menyekutukan Allah.
Untuk menghindari potensi syirik ini, di pintu gerbang makam Baqi dijelaskan tata cara ziarah, termasuk larangan-larangan bagi peziarah. Terlepas dari perdebatan cocok tidaknya paham wahabi itu, kita bisa belajar satu hal yakni pahlawan tetaplah pahlawan. Tak peduli, apakah mereka dimakamkan di taman makam pahlawan, atau di sekadar taman pemakaman umum.
Di Baqi, semua setara, tidak ada pembeda. Para syuhada yang wafat saat perang Uhud dan Badar pun dimakamkan sama, seperti masyarakat umum lainnya, termasuk jemaah haji Indonesia yang wafat di Madinah. Dari Baqi, kita belajar kesetaraan. Bahwa semua sama di mata Allah, hanya amal perbuatan yang membedakan.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Aksi seorang pria yang melakukan ziarah ke makam para nabi dan sahabat rasul ini pun mencuri perhatian hingga viral di TikTok
Baca SelengkapnyaLiang lahatnya tepat di bawah kaki sang ibu. Itu sesuai dengan wasiat almarhum.
Baca SelengkapnyaMenyolati jenazah merupakan salah satu kewajiban muslim terhadap jenazah seorang muslim. Pelaksanaannya sendiri berbeda dengan sholat pada umumnya.
Baca SelengkapnyaVideo itu menampilkan sejumlah pria sedang membuka pintu makam dan berdoa di depannya.
Baca Selengkapnya