BEM UI Antisipasi 'Hacker' saat Demo UU Cipta Kerja
Merdeka.com - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) menggelar aksi unjuk rasa di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (8/10). Unjuk rasa juga diakukan di sejumlah titik yang disepakati di berbagai daerah. Para mahasiswa itu akan menggugat Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang disahkan DPR dan pemerintah pada 5 Oktober lalu.
Sejumlah panduan unjuk rasa telah dibuat oleh BEM SI demi keamanan bersama. BEM Universitas Indonesia (UI) pun turut membuat panduan standar keamanan digital untuk mengantisipasi adanya hacker yang menyadap data diri dalam handphone. Selain itu, panduan tersebut juga berguna untuk mengantisipasi bila mana handphone hilang, jatuh, ataupun dirampas oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.
"Bagi Anda yang akan mengikuti aksi langsung menolak Omnibus Law Cipta Kerja, berikut panduan standar minimum kemanan digital saat aksi. Mari, dibaca dan diaplikasikan! Sampai bertemu di Jalan! Saling jaga, jaga kawan!" dikutip dari akun instagram @bemui_official (8/10).
-
Apa modus penipuan akun WhatsApp ? Dalam tangkapan layar yang beredar, akun tersebut mencatut nama serta foto profil Ridwan Kamil, dengan nomor +62 889-7553-8003.
-
Siapa yang menghampiri moderator? Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hasyim Asya'ri menyebutkan bahwa tindakan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Grace Natalie dan Isyana Bagoes Oka yang menghampiri moderator pada saat debat ketiga lalu sudah dilakukan evaluasi.
-
Apa yang dilakukan pelaku? Mereka juga meminta Y agar menyerahkan diri agar dapat diperiksa. 'Saya imbau kepada yang diduga pelaku berinisial Y yang sesuai dengan video yang beredar agar menyerahkan diri,' kata Rahman saat dikonfirmasi, Minggu (28/4).
-
Siapa saja hacker yang menyerang? Laporan tersebut secara detail menjelaskan serangan-serangan yang dilakukan pemerintah dari Rusia, China, Iran, dan Korea Utara, serta beberapa kelompok peretas di wilayah Palestina dan peretas bayaran yang disewa negara-negara lain.
-
Siapa pelakunya? Orang ke-3 : 'Seperti biasa saya menjemput anak saya pulang sekolah sekitar jam tersebut'Karena 22 jam sebelum 5 April 2010 adalah jam 1 siang 4 april 2010 (hari minggu)
Dalam panduan standar keamanan digital saat aksi tersebut, para pengunjuk rasa diharapkan untuk mengunci handphone dengan sistem pin angka atau password yang menggunakan huruf. Dianjurkan untuk tidak membuat sistem keamanan hanya dengan fingerprint atau pengenal wajah.
"Fingerprint dan face recognation membuat orang lebih gampang memaksa kita buka hp,” jelas dia.
Poin kedua yang diimbau BEM UI, yaitu anjuran untuk tidak membawa terlalu banyak data di HP. Disarankan untuk menghapus foto, video, maupun dokumen yang bisa membahayakan diri maupun kelompok.
Logout Akun
Poin ketiga, yakni anjuran untuk mengeluarkan akun email dan platform komunikasi lainnya yang dirasa tidak diperlukan saat unjuk rasa. Untuk mengantisipasinya, lebih baik untuk menggunakan platform yang aman.
"Gunakan platform komunikasi yang aman dan aktifkan fitur pin untuk pengaksesnya,"
Selain itu, BEM UI juga menyarankan untuk menghapus semua riwayat pesan dan panggilan masuk dan mematikan layanan GPS saat di lapangan, kecuali ketika sedang menggunakannya.
"Untuk menjaga keamananmu dengan orang yang berkomunikasi denganmu, selain itu untuk menghindari informasi-informasi pening jatuh ke tangan orang yang tidak berhak," katanya.
©2020 Merdeka.com/instagram
Sebisa mungkin, BEM UI berharap para mahasiswa yang ikut aksi hapal nomor telepon seorang teman yang bisa dijadikan kontak darurat, maupun nomor Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Namun, jika tidak hafal maka bisa dimasukkan ke speed dial.
Terakhir, BEM UI meminta agar para mahasiswa membawa power bank agar handphone selalu menyala. Bila handphone mati karena baterai habis, diharapkan untuk tidak terpisah dari rombongan.
Semua poin dari panduan ini diharapkan diterapkan oleh seluruh mahasiswa yang mengikuti aksi agar keamanan diri juga bisa terjaga.
Ketua BEM UI Dihack
Ketua BEM UI, Fajar Adi Nugroho bercerita melalui akun Twitternya, ia menduga ada yang mencoba untuk masuk ke akun WhatsApp-nya.
"Kronologinya sederhana, tiba-tiba ada pesan kode verifikasi dan akun (whatsapp saya) otomatis ke-log out (kode tidak diinput dan link tidak diklik) dan saat ingin log in kembali, harus menunggu 7 jam," kata Fajar dikutip dari akun twitternya @Fajaradi_N Rabu (8/10).
©2020 Merdeka.com/twitter
Sampai Pukul 13.30 WIB, tim redaksi sudah mencoba menghubungi Fajar untuk menanyakan terkait kasus ini lebih lanjut lagi, namun belum ada respon dari yang bersangkutan. (mdk/rnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Melki mengaku tidak tahu mengapa akun WA-nya diretas. Dia belum bisa memastikan siapa yang meretas akunnya.
Baca SelengkapnyaSebelumnya akun @bem_udayana memublikasikan postingan dengan judul "Politik Sayang Anak Ala Jokowi".
Baca SelengkapnyaIntimidasi yang didapat berupa kiriman pesan melalui aplikasi WhatsApp
Baca SelengkapnyaData BPJS Ketenagakerjaan diduga diretas dan diumumkan di forum internet.
Baca SelengkapnyaAksi itu mendesak MPR RI menggelar sidang istimewa. Rencananya aksi digelar 1 Februari 2024 nanti.
Baca SelengkapnyaData pemilih bocor diduga usai diretas oleh hacker Jimbo.
Baca SelengkapnyaMasyarakat diimbau hati-hati dalam mengakses dan memberikan data akun media sosial.
Baca SelengkapnyaBahlil menganggap bahwa aksi protes yang dilakukan oleh beberapa civitas akademika masih menyelipkan permainan politik.
Baca SelengkapnyaAnies lalu membeberkan keberhasilan dirinya memimpin Jakarta dengan membuat aplikasi Jakarta Kini atau JAKI.
Baca SelengkapnyaNasabah Bank BRI di Malang menjadi korban penipuan bermodus file APK yang dikirim melalui Whatsapp. Akibatnya, dia kehilangan Rp559,9 juta dari rekeningnya.
Baca SelengkapnyaIni Sosok dan Motif Pengancam Tembak Anies yang Ditangkap di Jember
Baca SelengkapnyaPelaku berhasil meretas akun WhatsApp dan Instagram korban dengan modus menyebarkan link ke facebook dan Instagram.
Baca Selengkapnya