Bilqis Abdul Qaadir, dara berjilbab kalahkan Obama tanding basket

Merdeka.com - Sebagian muslimah masih enggan menggunakan jilbab dengan berbagai alasan. Salah satunya adalah menghambat aktivitas sehari-hari. Namun tidak untuk Bilqis Abdul-Qaadir. Gadis kelahiran 11 November 1990 di Springfield, Massachusetts, Amerika Serikat ini bersikukuh tetap berhijab meski dirinya merupakan pemain basket profesional di AS.
Di Amerika, Bilqis merupakan simbol muslimah yang tetap teguh menjalankan perintah agama meski tetap menjalani passionnya di dunia basket. Bilqis mengaku, jilbab bukan penghalang baginya untuk berprestasi di dunia basket.
"Hijab sama sekali bukan halangan bagi saya. Saya sangat nyaman mengenakan hijab, dan saya tidak bisa membayangkan bermain basket tanpa berhijab. Saat pertama kali saya berhijab semasa SMA, saya sudah berkomitmen untuk terus mengenakannya," kata Bilqis kepada merdeka.com, Rabu (15/4).
Bilqis yang sudah bermain basket sejak usia 4 tahun sudah banyak bermain di berbagai kelab dan komunitas basket di Amerika. "Namun, saya main di kelab basket Universitas Memphis selama 3 tahun, dan 1 tahun di Indiana State University," tutur Bilqis.
Berbagai penghargaan pun telah disabet bungsu dari delapan bersaudara ini, antara lain 2009 Massachusetts Gatorade Player of the Year, Western Massachusetts Player of the Year, Boston Globe All-Dream Team, Massachusetts Scoring Record dan ESPN High School National Honor Roll.
"Saya menerima banyak penghargaan. Yang terbesar dan terbaru dinobatkan sebagai Newcomer of the Year untuk konferensi Missouri Valley 2013-2014," ucap Bilqis.
Bilqis mengaku hambatan satu-satunya hanya datang dari FIBA, Federasi Bola Basket Internasional. Selain dirinya terdapat beberapa pebasket wanita yang berhijab. "Ada pemain basket di Qatar yang berjilbab bermain untuk Tim Qatar. Satu lagi seorang pemain basket wanita keturunan Amerika-Bosnia, namanya Indira Kaljo yang baru-baru ini bergabung dengan saya melawan (kebijakan) FIBA," tutur Bilqis.
Pada Ramadhan 2009 lalu, Bilqis diundang berbuka puasa bersama di Gedung Putih oleh Presiden AS Barack Obama. Obama menyebut Bilqis merupakan sosok inspiratif karena telah menjadi siswa teladan dan juga seorang atlet basket wanita. Obama juga menyebut bahwa sosok Bilqis tidak hanya menginspirasi para muslimah melainkan inspirasi bagi siapa pun di dunia ini.
Saat itu, Obama berkelakar bahwa dirinya sangat ingin bermain basket one on one dengan Bilqis. Keinginan Obama pun terwujud pada 6 April 2015 di Gedung Putih, Washington DC, AS. Bilqis pun mengalahkan Obama dalam pertandingan tersebut.
"Bilqis dan saya ada urusan penting," kata Bilqis menirukan ucapan Obama saat itu.
"Semula Obama meminta saya bermain basket dengannya tahun 2009 lalu, kemudian saya mengingatkan beliau dan terjadilah momen itu," ujar Bilqis.
Obama pun menyebut Bilqis sebagai juara basket sejati. "Dia juaranya," kata Obama.
"Bermain basket dengan Presiden Obama adalah kesempatan sekali seumur hidup. Obama adalah sosok yang penuh belas kasih dan peduli pada semua orang. Jika dia bisa merubah pandangan Amerika terhadap muslim, dia akan lakukan itu, dan Obama pun mendukung perjalanan karir saya di dunia basket dengan berhijab 100%," tutup Bilqis.
(mdk/siw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya