Usai dicabuli, murid guru mengaji diberi uang Rp 2 ribu

Merdeka.com - Supangat (45) guru ngaji yang ditahan Penyidik Unit PPA Polresta Bekasi Kota, diketahui sejak bulan Juni lalu melakukan aksi cabulnya terhadap muridnya. Aksi bejatnya terkuak setelah korbannya mengadu kepada orang tuanya.
"Dilakukan bulan juni, baru dilaporkan sekarang," kata Kepala Sub Bagian Humas Polresta Bekasi Kota, AKP Siswo pada merdeka.com, Selasa (9/9).
Kepala penyidik yang memeriksa, bapak dua anak yang masih memiliki istri ini mengakui perbuatannya. Bahkan, dia mengaku khilaf ketika melakukan aksi cabul terhadap bocah perempuan muridnya tersebut.
"Korban (KCA, 7 tahun) diketahui oleh ibunya karena tidak mau ngaji lagi. Setelah didesak, kalau kemaluannya digesek-gesek tersangka," kata Siswo.
Ia mengatakan, dua korban yang telah menjalani visum adalah KCA (7) dan VRL (10). Hasil penyelidikan, modus yang dilakukan tersangka ialah saat aktivitas belajar mengajar di rumahnya.
Paat belajar mengaji dengan posisi duduk bersila, korban yang memakai rok panjang kemudian pelaku memasukkan tangan ke dalam rok, dan memegang kemaluan korban.
"Pelaku menggesek-gesek selama lima menit. Setelah selesai korban diberi uang Rp 2.000 (sebelumnya ditulis Rp 200 ribu), diimingi-imingi buku iqro untuk belajar mengaji," kata Siswo.
Menurut dia, tak hanya dua orang korban. Kata dia, masih banyak korban lainnya, dicabuli di kamar mandi. Korban rata-rata sudah mengaji lebih dari setahun.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka kini mendekam di sel tahanan Polresta Bekasi Kota. Pelaku dijerat dengan pasal 82 nomor 32 Undang-undang Republik Indonesia tahun 2002 tentang pencabulan di bawah umur.
"Ancaman hukuman minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun penjara," kata Siswo.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya