Cerita Moeldoko sadar ditunjuk jadi Kepala Staf Kepresidenan dini hari
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah melantik Moeldoko menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Teten Masduki. Pelantikan ini berdasarkan Keppres Nomor 11/P/2018 tentang pemberhentian dan pengangkatan KSP.
Moeldoko menceritakan, pemberitahuan pelantikan KSP disampaikan Teten Masduki mendadak. Pada Selasa (16/1) sekitar pukul 23.45 WIB, informasi tersebut masuk ke Whatsapp-nya dan baru dibaca pada Rabu (17/1) pukul 02.30 WIB.
"Saya kebetulan pas bangun malam, jam 02.30 WIB saya lihat, kok ada Whatsapp," ujarnya seusai dilantik.
-
Bagaimana Kapolri merespon pilihan Theodore Gomgom? 'Selamat ya, jarang biasanya Adhi Makayasa mau masuk Brimob. Saya kira kamu harus bisa mewarnai,'
-
Siapa yang Bung Karno panggil setelah peragaan busana? Rupanya Presiden Sukarno memperhatikan Baby Huwae. Setelah acara selesai, Baby Huwae dipanggilnya untuk mengobrol. Di samping Bung Karno saat itu ada Siwabessy, yang kelak menjadi menteri kesehatan.
-
Bagaimana Prabowo menentukan susunan kabinetnya? Prabowo Subianto telah membagi pertemuan mengenai susunan kabinet menjadi dua sesi. Pertemuan pertama dilakukan di kantornya yang terletak di Kementerian Pertahanan, di mana Prabowo menerima para ketua partai KIM. Dalam sesi ini, mereka membahas komposisi kabinet, alokasi kementerian, serta calon-calon nama menteri yang akan diusulkan.
-
Siapa yang menyapa Kapolri? Bapak saya kan masuk polisi tahun 83, bapak Kapolri kan tahun 91. Di belakang katanya Bapak Kapolri katanya adik-adikannya Pak,' kata komika ini yang langsung membuat para Jenderal tertawa.
-
Siapa yang memberikan kejutan ulang tahun kepada Moeldoko? Sebuah video memperlihatkan anak-anak Moeldoko yang datang memberikan kejutan ulang tahun kepada ayahnya.
-
Bagaimana Sekretaris Kabinet mengoordinasikan komunikasi antara Presiden dan kementerian? Sekretaris Kabinet berperan sebagai penghubung utama antara Presiden dan berbagai kementerian atau lembaga pemerintah. Ia memastikan informasi terkait kebijakan dan instruksi Presiden disampaikan dengan jelas dan tepat waktu kepada para menteri dan pejabat terkait.
Di pagi hari, Moeldoko langsung menghubungi Teten, namun tidak mendapat balasan. Mantan Panglima TNI ini juga mengaku sempat kebingungan untuk memilih pakain yang akan digunakan dalam pelantikan KSP.
"Akhirnya istri saya kelabakan karena harus pakai uniform nasional, kan gitu. Tetapi ya sudah kita nikmatin," kata dia.
Mengenai informasi penunjukan dirinya sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko tidak menjawab gamblang. Dia hanya mengatakan, pernah beberapa kali berkomunikasi dengan Jokowi.
"Kalau komunikasi dengan Presiden kebetulan beberapa kali berkomunikasi. Tetapi kan kalau tentara itu mengenal istilah lima menit terakhir. Jadi situasi lima menit terakhir itu yang menentukan," ucap dia.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Seorang prajurit TNI berpangkat kolonel pernah berani bilang ke mantan Panglima TNI sombong gara-gara pesan tidak dibalas.
Baca SelengkapnyaCerita mantan Panglima TNI dicap sombong oleh anak buahnya berpangkat Kolonel. Begini kisahnya.
Baca SelengkapnyaKepala Kantor Staf Kepresiden Moeldoko tidak hadir saat pelantikan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menjadi Menteri ATR/BPN
Baca SelengkapnyaMuhammad Qodari ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai wakil Kepala Staf Kepresidenan.
Baca SelengkapnyaBukan hal yang mudah, situasi genting kerap dihadapi oleh mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Baca SelengkapnyaPrabowo tidak melantik Mayor Teddy sebagai Seskab seperti menteri-menteri lainnya hari ini.
Baca SelengkapnyaPeristiwa tak terduga dialami oleh Komandan Pasukan Pembawa Bendera Panji TNI-Polri yang pingsan dalam Upacara Pelantikan Perwira di Istana Negara, Rabu (26/7).
Baca SelengkapnyaMoeldoko menceritakan kisah masa lalunya saat ia anak-anak dan mendapatkan hukuman dari kepala sekolah karena berambut gondrong.
Baca SelengkapnyaMeski dia memiliki jabatan mentereng, ternyata tak membuat alumni Akabri 1981 ini menggunakan 'kekuasaannya' untuk meminta lebih dulu berwudhu.
Baca SelengkapnyaMoeldoko dan Demokrat sempat memanas beberapa waktu lalu.
Baca Selengkapnya