Di Bengkulu, Napi Bebas Berkat Asimilasi Berulah Dijebloskan ke Sel Khusus
Merdeka.com - Narapidana yang bebas berkat program asimilasi jika berulah kembali akan dijebloskan ke sel khusus. Hal itulah yang diterapkan di Lapas Klas IIA Curup,Provinsi Bengkulu.
Pembimbing Kemasyarakatan Muda Balai Pemasyarakatan (Bapas) Pos Curup A Mihardi mengatakan sesuai dengan Permenkumham No.10/2020 tentang syarat pemberian asimilasi dan hak integrasi bagi napi atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang mendapatkan program ini namun melakukan pelanggaran akan dimasukkan ke dalam kamar isolasi khusus.
"Pihak bapas dan lapas dibantu pihak kepolisian akan memasukkan WBP yang melakukan tindak pidana baru tersebut ke dalam straf cell atau kamar khusus isolasi guna menjalankan sisa pidananya sampai selesai batas putusan pidananya dengan tidak diberikan hak-haknya," ujar dia, Kamis (7/5).
-
Siapa yang ditangkap? Personel Brimob menangkap pria berinisial I, P, G yang diduga sebagai pemakai dan WA sebagai bandar dan perempuan N sebagai pemakai pada Rabu (19/6) dini hari.
-
Siapa saja yang ditangkap? Ratusan pelajar itu diamankan di empat lokasi di Jakarta Pusat pada Selasa (2/4) sore. 'Hari ini kita mengamankan remaja yang konvoi berdalih berbagi takjil yang selalu membuat kerusuhan dan keonaran di jalan raya, sehingga membahayakan pengguna jalan maupun warga sekitar karena sering menutup jalan sambil teriak-teriak menyalakan petasan,' kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro dalam keterangan tertulis.
-
Siapa yang ditangkap dan dipelihara? Dahulu pernah ada orang dari suatu daerah berhasil menangkap burung jalak lawu ini untuk dijadikan burung peliharaan. Awalnya tidak terjadi apa-apa pada orang yang menangkap burung ini. Namun, ketika sampai di tengah perjalanan. As mobil orang tadi tiba-tiba patah secara misterius.
-
Siapa WNA yang ditangkap Imigrasi? HBR belakangan ditangkap Imigrasi Tanjung Perak dan terancam dideportasi ke negaranya lantaran izin tinggalnya sudah tidak berlaku.
-
Siapa yang diduga terlibat dalam pungli di Lapas Cebongan? Kepala Lapas Kelas IIB Sleman atau Lapas Cebongan, Kelik Sulistyanto mengakui memang ada oknum yang diduga melakukan pungli.
-
Siapa yang ditangkap sebagai buronan? Jajaran Direktorat Reserse Umum Kepolisian Daerah Jambi menangkap satu orang buron atau daftar pencarian orang (DPO) pelaku perusakan kantor gubernur beberapa waktu lalu.
Menurut dia, setelah menjalani proses hukuman sampai habis masa penahanannya sebelum diberikan program asimilasi, kemudian akan diproses dengan pidana yang baru dilakukannya.
Adanya WBP program asimilasi yang melakukan tindak pidana baru yang kini ditahan Polres Rejang Lebong, kata dia, saat ini masih dikoordinasikan pihaknya dengan penyidik polres setempat mengingat kasusnya masih dalam pengembangan, dan jika sudah selesai akan kembali dimasukkan ke Lapas Klas IIA Curup.
"Kejadian ini sangat kita sesalkan, seharusnya program asimilasi yang mereka terima bisa dimanfaatkan dengan baik sehingga bisa berkumpul bersama keluarga di tengah pandemi Covid-19 yang sedang melanda Tanah Air saat ini," katanya.
Sebelumnya, Kapolres Rejang Lebong AKBP Dheny Budhiono saat menggelar jumpa pers hasil Operasi Pekat Nala 2020, pada Selasa (5/5) menyatakan pihaknya meringkus sebanyak 12 orang terduga pelaku kejahatan terdiri dari delapan orang dalam kasus narkoba dan empat orang melakukan tindak pidana umum.
Dari 12 orang yang diamankan ini diketahui ada satu orang yakni MH alias Jenggo merupakan napi asimilasi dari Lapas Klas II A Curup yang sebelumnya tersangkut kasus narkoba dan dibebaskan pada 6 April 2020 bersama puluhan napi lainnya. Seperti diberitakan Antara.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Mereka memotong teralis itu setelah mengetahui kondisi teralis besi ventilasi di kamar mandi yang sedikit terbuka.
Baca SelengkapnyaMomen Haru Eks Napi Teroris Bebas Bersyarat, Ikrarkan Janji Kembali ke 'Pangkuan Ibu Pertiwi'
Baca SelengkapnyaKe-23 napi terorisme itu,akan menjalani sisa masa tahanan di lapas berbeda di Jatim
Baca SelengkapnyaJunaedi ditangkap pada pukul 04.00 Wita, di Desa Tanralili, Kecamatan Moncong Loe, Kabupaten Maros.
Baca SelengkapnyaTujuh terpidana kasus pembunuhan Vina dan Rizki alias Eky dipindahkan dari Lapas Cirebon ke Lapas Banceuy dan Rutan Kebon Waru di Kota Bandung.
Baca SelengkapnyaDelapan orang narapidana kasus terorisme dipindahkan dari Rutan Cikeas Jawa Barat ke tiga lapas yang tersebar di Jawa Timur.
Baca SelengkapnyaKorban tak mau mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh napi senior
Baca SelengkapnyaPemindahan napi dikawal ketat oleh 15 personel anggota Batalyon C Pelopor Kota Madiun, serta pendamping dari Polisi Khusus Pemasyarakatan.
Baca SelengkapnyaNapi N merupakan terpidana kasus pidana umum. Pihak lapas belum mau membeberkan secara rinci kasus yang menjerat N
Baca Selengkapnya