Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fakta-fakta aneh perilaku pasutri penelantar 5 anak

Fakta-fakta aneh perilaku pasutri penelantar 5 anak Utomo temui anaknya di RS Polri. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Pasangan suami-istri Utomo Purnomo dan Nurindria Sari, mendatangi Poliklinik Eksekutif di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Jumat (22/5) kemarin. Kedatangan keduanya guna menjalani pemeriksaan kejiwaan terkait dugaan kasus penelantaran anak yang dilakukannya terhadap kelima anak kandungnya di Cibubur, Bekasi, Jawa Barat.

Pemeriksaan tersebut ikut dipantau Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Menurut Wakil Ketua KPAI Maria Advianti, hasil visum tersebut bakal menjadi rujukan bagi keduanya, apakah layak atau tidak untuk dipertemukan dengan kelima anaknya.

"Tergantung penilaian dokter, apa mereka (Utomo dan Nurindria) layak bertemu apa tidak dengan anaknya," katanya Maria Advianti di Rs Polri, Jakarta, Jumat (22/5).

Sebab, hingga kini polisi belum bisa menetapkan status tersangka bagi Utomo dan Nurindria terkait dugaan penelantaran anak terhadap kelima anaknya. Namun, polisi memastikan bakal segera mengumumkan status keduanya bila hasil visum dari rumah sakit telah keluar.

"Pihak kami masih menunggu hasil visum dan pemeriksaan kejiwaan atas kelima anak tersebut dari RSCM dan RS Polri Kramatjati untuk meningkatkan status mereka (suami istri tersebut) itu jadi tersangka," kata Kanit II Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Mumuh Saepuloh, Selasa (19/5).

Namun, beberapa fakta aneh terungkap dari tes kejiwaan yang berlangsung sekitar empat jam itu. Berikut fakta-fakta aneh perilaku pasutri penelantar 5 anak, dirangkum merdeka.com, Sabtu (23/5):

Pasutri telantarkan 5 anak meracau soal Majapahit

Setelah menjalani pemeriksaan psikologis, Utomo Purnomo dan Nurindria tiba-tiba berteriak tentang kejayaan Kerajaan Majapahit. Entah apa maksud kata-kata yang dilontarkan oleh Utomo saat ditanyai soal pemeriksaan di ruang pasien."Jaya-lah Majapahit, Raja Majapahit calon presiden," teriak Utomo di Rumah Sakit Polri, Jakarta, Jumat (22/5).Para awak media bingung dengan teriakan Utomo yang menyebut Majapahit dan menanyakan maksud teriakan itu. Utomo pun langsung menjawab dengan senyuman dan mengacungkan tangan ke atas."Raja Majapahit calon presiden, hidup nusantara," teriaknya sambil masuk ke dalam mobil.Pantauan merdeka.com, Utomo dan Nurindria pergi dari Rumah Sakit Polri sekitar pukul 12.30 WIB. Keduanya dibawa menggunakan mobil Avanza berwarna abu-abu dengan dikawal polisi berbaju preman.Sebelumnya, pasangan suami-istri Utomo Purnomo dan Nurindria Sari sudah mendatangi Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Jumat (22/5). Pasangan suami-istri yang menelantarkan lima anak itu langsung dibawa ke dalam ruangan Poliklinik Eksekutif bersama pihak Rumah Sakit Polri.Pantauan merdeka.com, keduanya tiba ke RS Polri pada pukul 09.35 WIB. Mereka menaiki mobil Avanza berwarna abu-abu bersama petugas polisi. Wajah mereka ditutupi dengan kain, sedangkan Utomo menggunakan ikat kepala berwarna putih.Sementara lima anak kandung pasangan tersebut belum datang ke Rumah Sakit Polri. Mereka masih berada di rumah aman di Cibubur, Jakarta Timur.

Pasutri telantarkan anak mengaku keturunan Majapahit dan Mangkunegara

Kuasa Hukum Utomo Purnomo dan Nurindria Sari, Handika Honggowongso, menyatakan kedua kliennya masih berdarah biru. Mereka adalah keturunan dari Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Mangkunegara.Utomo Purnomo mengaku keturunan Raja Mangkunegara I alias Pangeran Sambernyawa. Sedangkan istrinya, Nurindria Sari meyakini dirinya titisan Ratu Majapahit, Tribhuwana Wijayatunggadewi"Riwayat yang ada sekitar tiga bulan lalu ada pemahaman atas keyakinan dia, enggak tahu benar atau enggak. Menurut dokter itu hal yang perlu diobservasi lebih dalam untuk mengkategorikan dia sehat secara jasmani atau tidak," ujar Handika usai mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan visum di Rumah Sakit Polri, Jakarta, Jumat (22/5).

Pasutri telantarkan anak sering tirakat dan puasa untuk ritual gaib

Kuasa Hukum Utomo Purnomo dan Nurindria Sari, Handika Honggowongso mengatakan, Utomo sering melakukan pengasingan diri dan puasa untuk ritual gaibnya. Hal itu dibuktikan juga dengan keberadaan keris pusaka yang berada di lantai atas rumahnya."Makanya dia banyak tirakat, tradisi kejawen puasa, jalan ke mana dalam rangka obsesi merealisasi panggilan gaib dia. Kalau kesehatan dia tunggu hasil dokter," ujar Handika Honggowoso usai mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan visum di Rumah Sakit Polri, Jakarta, Jumat (22/5).Lanjut dia, Utomo menggunakan sabu juga untuk menambah kepercayaan diri terhadap ritual gaib yang dijalaninya. Sebab, jika menggunakan sabu bisa membaca zikir sampai 100 ribu kali."Memakai sabu bagian prosesi yang harus dijalani karena di lantai atas ada keris-keris," pungkasnya.

Kuasa hukum: Sejak lama kondisi pasutri penelantar 5 anak tak sehat

Kuasa hukum pasutri yang terlantarkan lima anaknya di kediamannya di kawasan Cibubur, Handika Honggowongso mengatakan, sebelum kasus penelantaran ini terkuat ke publik, kondisi kesehatan klien perempuannya sangat memprihatinkan yakni sering menangis dan sangat labil. Karena itu, setiap hari kliennya tak bisa mengurus kehidupan keluarganya."Kondisi istri seperti dua buah gambar pada kepingan mata uang. Kondisi tidak lebih baik dari suaminya," kata Handika di RS Polri, Jakarta, Jumat (22/5).Menurut dia, untuk mengurus diri sendiri kliennya mengalami kesulitan setiap harinya. Apalagi ditambah dengan mengurus kelima anaknya."Kalau ada tuduhan menelantarkan anak, bisa saja," katanya.Namun dirinya belum mengetahui yang menyebabkan kondisi kliennya seperti itu. Akan tetapi, jika hal itu diakibatkan karena penggunaan narkoba yang selama ini diberitakan, dia meminta hal tersebut harus dibuktikan."Sadar atau tidak, mengurus dirinya saja tidak sanggup. Selain itu, Mas Utomo keluarga yang kaya, bapak dan ibunya orang terhormat jadi tak mungkin dia tak bekerja," tukasnya. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Update Kasus Ayah dan Anak Meninggal di Koja, Begini Hasil Pemeriksaan Terhadap Sang Istri
Update Kasus Ayah dan Anak Meninggal di Koja, Begini Hasil Pemeriksaan Terhadap Sang Istri

Sang istri masih menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati.

Baca Selengkapnya
Ada Tindak Pidana, Kasus 4 Anak Tewas di Jagakarsa Naik ke Penyidikan
Ada Tindak Pidana, Kasus 4 Anak Tewas di Jagakarsa Naik ke Penyidikan

Penyidik yang telah mendapatkan adanya unsur pidana dalam tewasnya empat bocah inisial VN berusia 6 tahun, S 4 tahun, A 3 tahun, dan A 1 tahun.

Baca Selengkapnya
Hasil Sementara Autopsi Ayah & Balita Tewas di Koja: Orang Tua Meninggal Duluan
Hasil Sementara Autopsi Ayah & Balita Tewas di Koja: Orang Tua Meninggal Duluan

Polisi menemukan fakta baru dari hasil sementara autopsi ayah dan balita ditemukan tewas membusuk di Koja, Jakarta Utara.

Baca Selengkapnya
Sosok Ini Diyakini Bisa Mengungkap Misteri Kematian Bapak & Anak di Jakut
Sosok Ini Diyakini Bisa Mengungkap Misteri Kematian Bapak & Anak di Jakut

Penyidik akan melakukan uji forensik seperti histopatologi forensik, dan toksikologi forensik guna memastikan penyebab kematian.

Baca Selengkapnya
Sejumlah Kemungkinan Penyebab 4 Bocah Tewas di Jagakarsa, Diracun atau Dibekap?
Sejumlah Kemungkinan Penyebab 4 Bocah Tewas di Jagakarsa, Diracun atau Dibekap?

Untuk kemungkinan tewasnya empat bocah, karena kekurangan makanan atau mati karena kelaparan.

Baca Selengkapnya
Cara Polisi Menguak Tabir Kematian Ibu dan Anak di Cinere yang Jasadnya Ditemukan sudah Mengering
Cara Polisi Menguak Tabir Kematian Ibu dan Anak di Cinere yang Jasadnya Ditemukan sudah Mengering

Belum bisa menarik kesimpulan waktu kematian dari dua orang korban.

Baca Selengkapnya
4 Mayat Bocah di Jagakarsa Ditemukan dalam Kondisi Berjejer di Tempat Tidur
4 Mayat Bocah di Jagakarsa Ditemukan dalam Kondisi Berjejer di Tempat Tidur

Polisi menyebut, keempat korban merupakan anak dari P dan D.

Baca Selengkapnya
Ayah dan Balita Ditemukan Membusuk dalam Rumah di Koja Jakarta Utara, Penyebab Kematian Masih Diselidiki
Ayah dan Balita Ditemukan Membusuk dalam Rumah di Koja Jakarta Utara, Penyebab Kematian Masih Diselidiki

Penyebab kematian kedua korban masih diselidiki dengan autopsi dan olah TKP.

Baca Selengkapnya
Tak Puas Hasil Lab Polri, Orang Tua Bayi Diduga Ditukar di RS Cempaka Putih Mau Tes DNA Mandiri
Tak Puas Hasil Lab Polri, Orang Tua Bayi Diduga Ditukar di RS Cempaka Putih Mau Tes DNA Mandiri

Orang tua bayi yang diduga tertukar dalam kondisi meninggal dunia di RS Cempaka Putih mau tes DNA mandiri.

Baca Selengkapnya
Polisi Cek Kejiwaan Ayah yang Bunuh 4 Anaknya di Jagakarsa
Polisi Cek Kejiwaan Ayah yang Bunuh 4 Anaknya di Jagakarsa

Selain proses tes kejiwaan, Ade Ary juga mengatakan saat ini Panca tengah mendapat perawatan oleh pihak RS Polri Kramat Jati.

Baca Selengkapnya
Bau Menyengat Masih Terasa di Rumah 4 Anak Tewas di Jagakarsa
Bau Menyengat Masih Terasa di Rumah 4 Anak Tewas di Jagakarsa

Aroma anyir seperti bau bangkai mengitari kediaman keluarga tersebut setelah empat anak ditemukan tewas pada Rabu (6/12).

Baca Selengkapnya
Motif Panca Bunuh 4 Anaknya di Jagakarsa Masih Misteri
Motif Panca Bunuh 4 Anaknya di Jagakarsa Masih Misteri

Polisi masih mendalami motif tersangka Panca Darmansyah yang tega menghabisi anak kandungnya sendiri.

Baca Selengkapnya