Gubernur NTB Soal Irjen Nana: Very Capable dan Tepat Memimpin Polisi di Jakarta
Merdeka.com - Penunjukan Irjen Nana Sudjana sebagai Kapolda Metro Jaya banjir dukungan. Salah satunya datang dari Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah.
"Beliau sosok yang kompeten, sangat detail, menguasai gambaran besar dan datang dengan solusi-solusi yang betul-betul preventif. Jadi dialogis tapi detail. Pokoknya mantap dan matang," tutur Zulkieflimansyah saat dihubungi, Kamis (26/12).
Menurut Zulkieflimansyah, banyak kontribusi yang diberikan oleh Irjen Nana memimpin sebagai Kapolda NTB kepada masyarakat setempat.
-
Siapa yang beri apresiasi ke Polri? Mahasiswa Apresiasi Polri atas hasil survei Litbang Kompas baru-baru ini. Dalam survei tersebut Polri menempati urutan teratas setelah TNI sebagai lembaga yang memiliki citra terbaik. 'Kami dari DPP PMPI sangat mengapresiasi hasil rilis dari survei dari rilis Litbang Kompas terkait dengan citra positif lembaga negara,' ujar Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Pencinta Tanah Air Indonesia (PMPI) Khusniyati, Sabtu (22/6).
-
Siapa yang mengucapkan terima kasih? Ucapan Terima Kasih untuk Guru TK dari Wali Murid
-
Siapa yang memuji keputusan Polri? Keputusan tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni.
-
Kepada siapa ucapan terima kasih? 'Kami sangat tersentuh oleh kebaikan Anda. Terima kasih. Semoga Tuhan selalu memberkati Anda.'
-
Siapa yang ingin mengucapkan terima kasih? Nah, bagi Anda yang ingin memberi ucapan terima kasih atas pemberian orang lain namun tak tahu ingin berucap seperti apa, ulasan berikut ini bisa menjadi referensi.
"Tentu kita agak merasa kehilangan ya. Karena beliau ini sosok yang sangat bagus, komunikatif, merangkul semua kalangan dan menjamin kondisi kita selama di Nusa Tenggara Barat. Oleh karena itu kita kehilangan sosok yang menjamin keamanan setempat NTB yang beragam ini," jelas dia.
Mewakili masyarakat NTB, Zulkieflimansyah mengucapkan banyak terima kasih kepada Irjen Nana.
"Tapi karena ini panggilan tugas yang lebih besar, apalagi Jakarta juga punya tantangan yang tidak mudah, kami mengikhlaskan. Beliau adalah sosok yang very capable dan tepat memimpin polisi di Jakarta," Zulkieflimansyah menandaskan.
Anggota Komisi Hukum DPR, M Nasir Djamil menilai Irjen Nana Sudjana layak mengisi jabatan sebagai Kapolda Metro Jaya. Lewat rekam jejak, mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat itu pandai berkomunikasi dan mampu memberikan instruksi yang terukur kepada bawahannya.
"Ibu kota butuh Kapolda yang punya pengalaman sebagai pelaku langsung saat reformasi dan paska reformasi. Dinamika politik dan keamanan di ibu kota sangat dinamis dan butuh sosok yang handal. Nana adalah perwira tinggi Polri yang paham bagaimana mengelola keamanan dan ketertiban Jakarta," tutur Nasir.
Nasir menyebut, Nana memang kurang populer lantaran lama di dunia intelijen keamanan Polri. "Orang intel itu setahu saya kerjanya sangat rahasia dan dibalik layar. Wajar kalau sebagian ada yang mempertanyakan popularitas Nana Sudjana. Yang dibutuhkan ibu kota adalah yang punya reputasi," ujar Nasir.
Nana Sudjana sendiri pernah menjabat sebagai kepala satuan (Kasat) Intelkam, Direktur Intelkam Polda Metro, dan Direktur Politik di Badan Intelkam Mabes Polri.
Nasir berharap, Nana dapat segera melakukan konsolidasi organisasi guna melanjutkan reformasi di seluruh bidang dan unit kerja Polda Metro Jaya yang telah dilakukan oleh mantan Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy.
"Ibu kota butuh orang lapangan yang punya pengalaman untuk mendinginkan situasi. Ibu kota butuh iklim investasi dan stabilitas ekonomi," Nasir menandaskan.
Sebelumnya, terdapat dua jabatan Kapolda yang diganti berdasarkan Surat Telegram nomor ST/3331/XII/KEP./2019 yang ditandatangani Asisten SDM Kapolri Irjen Eko Indra Heri. Dua jabatan tersebut yakni Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Kapolda Banten.
Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir dirotasi menjadi Kapolda NTB menggantikan Irjen Nana Sujana. Sementara jabatan Kapolda Banten akan diisi oleh Irjen Agung Sabar Santoso yang sebelumnya menjabat Asrena Kapolri.
Sementara Irjen Nana Sujana dipromosikan menjadi Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Gatot Eddy Pramono. Gatot sendiri diangkat menjadi Wakapolri menggantikan Komjen Ari Dono Sukmanto yang akan pensiun.
"Mutasi ini adalah hal yang alami dalam organisasi Polri sebagai tour of duty dan tour of area, penyegaran, promosi dan dalam rangka performa kinerja organisasi menuju SDM unggul dan promoter," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono, Jumat 20 Desember 2019.
Reporter: Nanda Perdana Putra
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Nana sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Intelkam Polda Jateng.
Baca SelengkapnyaMereka juga dinyatakan tidak pernah cacat selama berdinas di kepolisian.
Baca SelengkapnyaPelantikan Brigjen Dwi Irianto berdasarkan Surat Telegram Rahasia (STR) Mutasi Nomor: ST/759/IV/KEP./2024 tanggal 26 April 2024.
Baca SelengkapnyaNana Sudjana menyatakan akan melanjutkan program-program kerja yang telah dikerjakan Ganjar Pranowo
Baca SelengkapnyaMantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen (Purn) Boy Rafli Amar dianugerahi tanda penghormatan oleh Presiden Joko Widodo.
Baca SelengkapnyaKeberhasilan pemimpin berada di pundak para anggota yang telah memberi pengabdian.
Baca SelengkapnyaPosisi Pj Gubernur Jawa Barat kini ditempati Bey Machmudin menggantikan Ridwan Kamil.
Baca SelengkapnyaDia diganjar Bintang Bhayangkara Nararya. Alasannya yakni lantaran dia telah berdinas 25 tahun tanpa cacat.
Baca SelengkapnyaBerikut sosok polisi yang punya karier melesat hingga raih bintang 3 di pundaknya.
Baca SelengkapnyaNana juga siap mengamankan Pemilu 2024 di Jateng. Nana sebelumnya pernah menjabat Dirintelkam Polda Jateng.
Baca Selengkapnya