Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hasil Tes PCR Negatif, 196 Jenazah Dipindahkan dari TPU Cikadut Bandung

Hasil Tes PCR Negatif, 196 Jenazah Dipindahkan dari TPU Cikadut Bandung Para peziarah berdoa di pemakaman khusus Covid-19 di TPU Cikadut, Kota Bandung. ©ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Merdeka.com - Sebanyak 196 jenazah dipindahkan dari pemakaman khusus Covid-19 di TPU Cikadut, Bandung. Ahli waris memindahkannya setelah mendapat hasil tes yang menyatakan jenazah tidak terpapar virus corona.

"Karena ada pasien yang meninggal di RS dikabarkan Covid-19. Tapi, akhirnya ahli waris membawa hasil dari RS yang menyatakan negatif. Kondisi tersebut membuat banyak ahli waris mengajukan permohonan pemindahan jenazah yang sudah dimakamkan di Cikadut," beber Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung Bambang Suhari, Selasa (15/6).

Bambang memaparkan, lahan khusus pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Cikadut masih tersedia. Dari 20.000 meter persegi lahan khusus untuk pemakaman jenazah Covid-19, baru terpakai 5.600 meter persegi. Dari kapasitas 5.000 liang lahat baru terpakai sebanyak 1.400 liang lahat.

Orang lain juga bertanya?

Dari jumlah liang lahad yang terpakai, sambung Bambang, hasil verifikasi Dinas Kesehatan menyatakan 361 di antaranya digunakan jenazah terkonfirmasi positif asal Kota Bandung. Kemudian 306 liang lahat digunakan oleh jenazah terkonfirmasi aktif yang secara data domisili berasal dari luar Kota Bandung.

"Sisanya itu adalah jenazah yang dinyatakan suspek dan probable. Selain itu ya banyak yang sudah dipindahkan," ujarnya.

Dari 1.400 liang lahad yang sudah terpakai, sebanyak 196 di antaranya telah dibongkar dan dipindahkan ke tempat pemakaman lain. Pemindahan itu atas permintaan ahli waris setelah melengkapi sejumlah persyaratan dari Distaru.

"Sebanyak 71 jenazah itu dipindahkan ke luar Kota Bandung. Sementara sisanya 125 jenazah dipindahkan ke pemakaman keluarga atau TPU milik pemerintah yang tersebar di Kota Bandung," ujarnya seperti dilansir Liputan6.com.

Bambang menyatakan, proses pemindahan cukup berpengaruh terhadap para petugas di lapangan yang sedianya disiagakan untuk menangani pemakaman jenazah lainnya.

"Belum lagi secara kesehatan juga dikhawatirkan. Karena yang mengajukan pemindahan dalam jarak hitungan bulan. Padahal saat itu menjadi proses pembusukan jenazah. Makanya kita sarankan kalau untuk pemindahan sebaiknya di atas dua tahunan agar lebih aman. Secara psikologis juga kurang baik apabila masih dalam proses pembusukan," bebernya.

Menurut Bambang, pemindahan jenazah itu disebabkan hasil swab PCR keluar beberapa hari setelah pasien meninggal. Karena itu, dia berharap pihak rumah sakit (RS) lebih cermat menegakkan status pasien.

"Mungkin hasil swab-nya baru empat hari kemudian. Pada akhirnya yang diabetes, jantung, dan atau penyebab lainnya dimakamkan dengan protokol Covid-19 di Cikadut," kata Bambang.

Sumber:Liputan6.com

(mdk/yan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Identifikasi Selesai, Tiga Jenazah Korban Pesawat Jatuh di BSD Diserahkan ke Keluarga
Identifikasi Selesai, Tiga Jenazah Korban Pesawat Jatuh di BSD Diserahkan ke Keluarga

Pada pukul 04.25 Wib, jenazah atas nama Suwanda (55) telah diserahkan kepada keluarganya.

Baca Selengkapnya
Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan di Mayat Ibu dan Anak di Depok
Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan di Mayat Ibu dan Anak di Depok

Tim dokter bekerja untuk mengidentifikasi identitas jasad, penyebab kematian dan memprofiling riwayat medis.

Baca Selengkapnya
11 Jenazah Korban Kecelakaan di Tol Japek KM 58 Dipindahkan ke RS Polri
11 Jenazah Korban Kecelakaan di Tol Japek KM 58 Dipindahkan ke RS Polri

Sebanyak 11 jenazah dipindahkan dari RSUD Karawang ke RS Polri Kramat Jati

Baca Selengkapnya
Kilas Balik TPU Cikadut Bandung, Jadi Makam Bersejarah Tionghoa sampai Saksi Kelam Pandemi Covid-19
Kilas Balik TPU Cikadut Bandung, Jadi Makam Bersejarah Tionghoa sampai Saksi Kelam Pandemi Covid-19

TPU ini jauh dari kesan angker dan menyeramkan karena makam-makam lawas di sana memiliki arsitektur yang mengagumkan.

Baca Selengkapnya
Misteri Kematian Ibu dan Anak di Cinere Depok Terungkap, Tewas karena Kekurangan Oksigen
Misteri Kematian Ibu dan Anak di Cinere Depok Terungkap, Tewas karena Kekurangan Oksigen

Polisi menghentikan penyelidikan kasus ibu dan anak tewas di Cinere, Depok, Jawa Barat.

Baca Selengkapnya
Tak Ditemukan Pidana, Polisi Hentikan Penyelidikan Ibu dan Anak Meninggal di Cinere Depok
Tak Ditemukan Pidana, Polisi Hentikan Penyelidikan Ibu dan Anak Meninggal di Cinere Depok

Polisi menghentikan penyelidikan perkara tersebut.

Baca Selengkapnya
Tolak Autopsi, Keluarga Bawa Jenazah Anggota Polres Manado Bunuh Diri ke Sulut
Tolak Autopsi, Keluarga Bawa Jenazah Anggota Polres Manado Bunuh Diri ke Sulut

Jasad korban kemudian akan langsung di terbangkan ke Sulawesi Utara melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Baca Selengkapnya
Jenazah Sekeluarga Bunuh Diri Lompat dari Apartemen Diserahkan ke Keluarga
Jenazah Sekeluarga Bunuh Diri Lompat dari Apartemen Diserahkan ke Keluarga

Petugas kepolisian sudah selesai melakukan pemeriksaan terhadap jasad keempat korban untuk kebutuhan penyidikan.

Baca Selengkapnya
Kemenkes Sebut Pasien Covid-19 JN.1 di Batam Meninggal Dunia
Kemenkes Sebut Pasien Covid-19 JN.1 di Batam Meninggal Dunia

Pasien mengembuskan napas terakhir di RS Embung Fatimah pada 18 Desember 2023.

Baca Selengkapnya
Ledakan di RS Eka Hospital BSD, Seluruh Pasien Dievakuasi
Ledakan di RS Eka Hospital BSD, Seluruh Pasien Dievakuasi

Kanit Reskrim Polsek Serpong Iptu Eudy memastikan tidak ada pasien di titik ledakan.

Baca Selengkapnya