Hendra Kurniawan Gelagapan Dicecaran Jaksa soal Sprinlidik Tak Ada Jangka Waktu
Merdeka.com - Terdakwa Hendra Kurniawan dibuat Jaksa Penuntut Umum (JPU) gelagapan ketika dicecar surat perintah penyelidikan (sprinlidik) nomor 2055 yang ditandatanganinya pada Jumat 8 Juli 2022 atau di hari penembakan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
JPU membuat Mantan Karopaminal Divpropam Polri tersebut terlihat bingung ketika hadir dalam sidang pemeriksaan terdakwa perkara obstruction of justice pembunuhan Brigadir J. Lantaran, Sprinlidik yang ditunjukan tim penasihat hukum tidak mencantumkan batas waktu penugasan.
"Artinya supaya jelas penyelidikan, ada batas waktu jadi saya tidak akan menandatangani surat perintah kalau tidak lengkap. Karena keabsahan daripada surat perintah penyelidikan harus ada jangka waktu. Pertanyaannya kenapa saudara menandatangani surat perintah yang belum lengkap tadi?" tanya JPU ke Hendra saat sidang di PN Jakarta Selatan, Jumat (13/1).
-
Siapa yang diduga melakukan obstruction of justice? Polisi dalami dugaan orang tua Pegi Setiawan alias Pegi alias Perong alias Robi Irawan melakukan obstruction of justice atau merintangi penyidikan dalam kasus pembunuhan sepasang kekasih Vina dan Rizky (Eky) yang terjadi di Cirebon Kota, Jawa Barat pada 2016 silam.
-
Siapa yang diperiksa di Kejagung? Gimmick Sandra Dewi Saat Diperiksa Kasus Korupsi Suami di Kejagung Tidak banyak ucapan yang dilontarkan Sandra sebelum menjalani pemeriksaan. Sejumlah gimmick banyak terjadi selama pemeriksaan Aktris Sandra Dewi sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah 2015-2022 yang menyeret suaminya, Harvey Moeis, Kamis (4/4).
-
Bagaimana Kejagung mengusut kasus ini? “Iya (dua penyidikan), itu tapi masih penyidikan umum, sehingga memang nanti kalau clear semuanya kita akan sampaikan ya,“ tutur Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana di Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (15/5/2023). Direktur Penyidikan (Dirdik) Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Kuntadi mengatakan, dua kasus tersebut berada di penyidikan yang berbeda. Meski begitu, pihaknya berupaya mendalami temuan fakta yang ada.
-
Siapa yang diperiksa KPK? Mantan Ketua Ferrari Owners Club Indonesia (FOCI), Hanan Supangkat akhirnya terlihat batang hidungnya ke gedung Merah Putih, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (25/3) kemarin.
-
Apa yang dilakukan Brimob di depan gedung Kejagung? 'Iya (benar ramai konvoi Brimob). (Kondisi Kejagung) Pintunya ketutup, enggak perhatiin cuma ya motornya doang. Rame-rame,' ucapnya saat ditemui, Minggu (26/6).
"Saya jawab ya saudara jaksa. Itukan di Kejaksaan Negeri ya, saya kan di Kepolisian. Hal seperti itu wajar dan lazim. Jadi yang mengisinya itu dari pelaksana, wajar dan lazim. Sama yang mengagendakan nomor surat diagendakan. Baru di situ dihitung untuk berapa hari," jelas Hendra.
Namun, JPU kembali mencecar Hendra karena pada kenyataannya Sprinlidik yang diajukan sebagai barang bukti di persidangan tidak mencantumkan batas waktu penugasan bagi anggota yang ditugaskan.
"Baik, nah inikan yang diperintahkan surat penyelidikan ini masih berlaku dong. Itu sampai sekarang ini? Dengan kosong itu masih berlaku dong?" tanya Jaksa.
"Kan, itu, kan, yang tahu masalah ini kan Agus Nurpatria," ucap Hendra.
"Makanya saya tanyakan dengan adanya kosong, jangka waktu pelaksana surat perintah lead yang saudara keluarkan detik ini berlaku dong?" cecar JPU.
"Ya kalau memang kosong seperti itu, tapi menurut saya tidak mungkin kosong," jelas Hendra.
JPU terus mengulik Hendra, karena pada kenyataannya Sprinlidik yang ditampilkan Tim Penasihat Hukum dengan melampirkan tujuh orang di Paminal diantaranya, Agus Nurpatria, Arif Rahman Arifin, Adi Pradana, Idham Fadilah, Gardista, Januar Arifin, dan Sigit Mukti Hanggono tidak ada batas waktu.
"Ini yang saya tanyakan, masih berlaku gak dengan fakta yang demikian. Karena bagaimanapun akan didasarkan dengan surat perintah terdakwa OOJ ini. Nah yang saya tanyakan masih berlaku gak sampai saat ini, walaupun yang ditunjuk itu salah satunya masih jadi terdakwa?" tanya JPU kembali.
"Sudah tidak berlaku menurut saya," jawab Hendra.
"Kenapa?" tanya JPU.
"Sudah tidak berlaku, kan Sprin itu digunakan ketika proses penyelidikan ini diambil timsus dan sudah tidak dilaksanakan lagi," timpal Hendra.
Hendra terlihat gelagapan dalam menjawab cecaran JPU, hingga akhirnya dia mengaku tidak melihat ketika menandatangani Sprinlidik tersebut. Sontak, JPU menyudahi cecarannya kepada Hendra.
"Kalau dari segi jangka waktu?" cecar JPU.
"Dari segi jangka waktu kan saya tidak melihat tanggalnya kosong seperti itu saya tidak melihat," jawab Hendra.
"Cukup majelis," tandas JPU.
Melihat jawaban Hendra, Hakim Ketua Ahmad Suhel pun mencoba meluruskan pertanyaan kepada Hendra. Karena dianggap tidak konsisten dalam menjawab pertanyaan
"Bukan bukan kaya gitu jawaban seperti itu. Saudara katakan lazim seperti itu biasa seperti itu?" potong Hakim.
"Yang mengisi apa ini," kata Hendra gelagapan.
"Bukan ini kan terkait target pengejaran. Kan gitu. kalau tidak ada seperti itu masa diserahkan kepada orang yang akan bekerja biasanya kan justru ada target. Saya mau ambil contoh SPDP, itu sampai di MK kan kok harus ada targetnya tapi yang ini tidak," timpal Hakim.
Adapun diketahui jika dalam sprinlidik terdapat ketujuh nama yakni; Agus Nurpatria selaku Kaden A Biro Paminal Divpropam Polri; dan Wakaden B Ropaminal Divpropam Polri, Arif Rachman Arifin mereka berdua adalah terdakwa dalam perkara obstruction of justice.
Sementara lima lainnya yakni; Iptu Januar Arifin; Iptu, Hardista Pramana Tampubolon; AKP Idham Fadilah; Briptu Sigid Mukti Hanggono; dan Adi Pradana. Kelimanya tercatat turut disanksi etik dalam komisi kode etik Profesi (KKEP), Polri.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Hendra resmi bebas bersyarat dan masih harus wajib lapor serta mengikuti program bimbingan yang diselenggarakan Bapas Kelas I Jakarta Selatan.
Baca SelengkapnyaHendra Kurniawan masih harus wajib lapor dan program bimbingan yang diselenggarakan Bapas Kelas I Jakarta Selatan.
Baca SelengkapnyaIswandi menyayangkan sikap Polda Jabar yang memilih untuk tidak hadir dalam sidang perdana praperadilan.
Baca SelengkapnyaPengacara menduga termohon tidak hadir agar berkas yang saat ini sedang diperiksa oleh Kejati Jabar lengkap atau P21.
Baca SelengkapnyaMantan Karo Paminal Divisi Propam Polri, Hendra Kurniawan telah bebas bersyarat sejak 2 Juli 2024.
Baca SelengkapnyaKeterlibatan Kusnadi berawal dari pemeriksaan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sebagai saksi dalam kasus pencarian buron Harun Masiku.
Baca SelengkapnyaHadi mengatakan proses penyelidikan tetap dilakukan dengan tetap saling menjaga marwah.
Baca SelengkapnyaPihak Pegi telah menyiapkan sejumlah pertanyaan yang diajukan untuk menghadapi lanjutan sidang pada hari ini.
Baca SelengkapnyaKuasa Hukum Hasto, Ronny Talapessy mengatakan surat pemanggilan tersebut baru diterima kliennya pada pagi tadi.
Baca SelengkapnyaSaat ditanya awak media apa saja yang menjadi ditanyakan penyidik KPK, tatapan Kusnadi kosong, suaranya pun sangat lirih.
Baca SelengkapnyaRamai Kabar Jampidsus Dikuntit Densus Polri, Ini kata Menko Polhukam
Baca SelengkapnyaMenurutnya, Hasto diperlakukan hingga mengalami kedinginan layaknya pemeriksaan terduga teroris
Baca Selengkapnya