Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Imigran bentrok, 21 orang jadi tersangka

Imigran bentrok, 21 orang jadi tersangka imigran gelap. ©REUTERS

Merdeka.com - Terbunuhnya 8 imigran Myanmar di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan di Jalan Selebes masih diselidiki. Namun Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana menyatakan 21 imigran sudah jadi tersangka dalam kasus ini.

"Hukum harus ditegakkan. Sebanyak 21 tersangka sudah diproses," jelas Denny di Medan, Jumat (5/4).

Dia memaparkan masalah ini juga tidak terlepas dari persoalan keterbatasan kapasitas Rudenim dan minimnya personel pengamanan. "Kita kasih semangat. Kondisinya memang kurang ideal, tapi harus tetap semangat," kata dia.

Menurut Plh Kepala Rudenim Medan Yusuf Umardani, Rudenim Medan dihuni 280 imigran. Padahal kapasitas Rudenim hanya 120 orang.

Sebelumnya, sesama pengungsi Myanmar yang tinggal di Rudenim Medan, Jl Selebes Belawan, Medan, terlibat bentrok. Delapan orang tewas. Selain itu, terdapat 21 orang terluka.

Meski Denny menyatakan sudah ada 21 tersangka, Kasat Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Belawan AKP Yudi Frianto yang dihubungi sebelumnya menyatakan belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini. Ke-21 orang terluka masih diperiksa. "Mereka masih kita interogasi," ucapnya.

Dia memaparkan, dari informasi sementara yang dikumpulkan, masalah pelecehan perempuan dari salah satu kelompok. "Namun hal ini masih kita selidiki," ucap Yudi.

(mdk/mtf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP