Ini alasan rumah di Jalan Proklamasi Nomor 46 dijadikan posko pemenangan oleh Jokowi
Merdeka.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan bakal Capres-Cawapres Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin menjadikan rumah sejarah deklarasi kemerdekaan Indonesia di Jalan Proklamasi Nomor 46, Jakarta Pusat, sebagai rumah aspirasi. Penggunaan rumah itu digunakan atas usul Presiden Jokowi sendiri.
"Tentunya ini dari Pak Jokowi tentunya," kata Sekjen Partai Golkar Lodewijk Fredrich Paulus saat peluncuran Rumah Aspirasi di Jalan Proklamasi Nomor 46, Jakarta Pusat, Sabtu (8/9).
Lodewijk menjelaskan, Jokowi memang sengaja mencari rumah yang memiliki jejak sejarah. Baik disejarah Indonesia maupun sejarah pada saat Jokowi-Ma'ruf melakukan pendaftaran Capres-Cawapres 2019.
-
Di mana rumah masa kecil Pak Jokowi berada? Presiden Joko Widodo menghabiskan masa kecilnya di beberapa rumah yang ia tempati bersama keluarganya. Salah satunya rumah masa kecilnya yang berada di Dusun Gumukrejo, Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali.
-
Siapa pemilik rumah masa kecil Pak Jokowi? Rumah sederhana itu milik Wiroredjo dan Sani, yang tak lain merupakan kakek dan nenek Presiden Jokowi.
-
Kenapa Jokowi mendapatkan rumah pensiun? Isi Peraturan Presiden tentang Pembangunan Rumah Dalam peraturan itu dijelaskan bahwa setiap Mantan Presiden dan/atau Mantan Wakil Presiden yang berhenti dengan hormat dari jabatannya diberikan sebuah rumah kediaman yang layak.
-
Seperti apa kondisi rumah masa kecil Pak Jokowi? Rumah itu benar-benar terjaga keasliannya. Tak bisa dipungkiri beberapa bagian kayu sudah tampak keropos dan mengalami sedikit renovasi. Namun hal itu tak menghilangkan kesan klasik dari bangunan tersebut.
-
Di mana rumah pensiun Jokowi dibangun? Rumah pensiun itu dibangun di tepi Jalan Adi Sucipto, Desa Bulukan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.
-
Apa yang diresmikan Jokowi? Jokowi prihatin atas dominasi impor dalam penggunaan perangkat teknologi di Indonesia, dengan nilai impor yang mencapai lebih dari Rp30 triliun. Hal itu disampaikan Jokowi saat meresmikan Indonesia Digital Test House (IDTH) di Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi (BBPPT), Kota Depok, Jawa Barat Selasa, (7/5).
"Di cari rumah yang kira-kira punya nilai sejarah sehingga ya dulukan ingat enggak waktu kita mau daftar kita berangkat dari Gedung Joang nah itulah kenapa di sini juga," ungkapnya.
"Kita lihat disinikan rumahnya rumah zaman dulu ya kemudian di sini kita lihat patung Tugu Proklamasi sangat dekat nah itulah nilai itu ya nilai-nilai perjuangan tahun 1945 itu yang mau diangkat mereka pantang menyerah ya tidak fokus kepada tujuan rela berkorban untuk bangsa nah itulah," sambungnya.
Selain itu, lanjut Lodewijk, fungsi dari rumah tersebut untuk menampung segala aspirasi masyarakat. Serta mensukseskan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.
"Untuk mensukseskan kampanye nasional yang insyaAllah akan dimulai pada 23 September sampe mungkin 13 April. Jadi rumah ini untuk menampung ya kalau ada orang mau menyampaikan aspirasi disinilah," ucapnya.
Sebelumnya, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir sempat menghadiri rumah aspirasi yang disiapkan untuk para relawan, di Jalan Proklamasi Nomor 46, Jakarta Pusat, Sabtu (8/9). Erick hadir sekitar pukul 08.00 WIB dengan didampingi oleh Wakil Ketua TKN Lodewijk F. Paulus dan juga Herry Lotung Siregar.
Dia tak banyak berkata-kata apalagi memberikan sambutan. Namun, berdasarkan pantuan, Erick sempat senam bareng dengan para relawan, usai Lodewijk memberikan sambutan.
"Alhamdulillah, di pagi cerah ini, kita kumpul di Proklamasi 46 melaksanakan derap gotong royong untuk membersihkan rumah aspirasi, yang Insyaallah rumah ini jadi tempat masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, masukan, kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin untuk bagaimana bangun bangsa ini ke depan," ungkap Lodewijk di lokasi.
Dia pun berharap, aspirasi yang nanti diberikan dapat menyempurnakan Nawa Cita 2 yang tengah digarap oleh TKN.
"Diharap rumah aspirasi ini, aspirasinya akan diberikan ke pasangan calon, untuk menyempurnakan visi misi calon, juga konsep pembangunan bangsa, Nawa Cita 2," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Baliho tersebut terpasang di dua sisi rumah, tepatnya pada sisi samping dan depan.
Baca SelengkapnyaRumah pensiun untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Karanganyar mulai dibangun.
Baca SelengkapnyaRumah sederhana itu milik Wiroredjo dan Sani, yang tak lain merupakan kakek dan nenek Presiden Jokowi.
Baca SelengkapnyaDeklarasi dukungan itu juga ditandai dengan penyerahan jaket Projo kepada Prabowo Subianto oleh Budi Arie.
Baca SelengkapnyaKehadiran Effendi pada pertemuan ini berbeda dari sikap PDIP yang telah mendukung pasangan Pramono-Rano Karno di Pilgub 2024
Baca SelengkapnyaNegara menyediakan sebuah rumah kepada mantan presiden dan mantan wakil presiden.
Baca SelengkapnyaJokowi menekankan bahwa Ibu Kota Nusantara (IKN) bukanlah proyeknya.
Baca SelengkapnyaKampanye Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo seringkali bertepatan dengan kunjungan kerja Presiden Jokowi
Baca SelengkapnyaHubungan dirinya dengan Jokowi juga bisa dilihat dari baliho baliho yang bertebaran di jalan raya.
Baca SelengkapnyaJokowi mengatakan dirinya sering merasa risau setiap mendengar pujian itu sebab Istana Jakarta dibangun oleh kolonial Belanda.
Baca SelengkapnyaPresiden Joko Widodo (Jokowi) cerita selalu terbayang-bayang masa kolonial saat ia menghuni istana-istana bekas peninggalan Belanda.
Baca SelengkapnyaMenurut Rudy, salah satu alasan mereka menemui Jokowi sebagai bentuk kepanikan.
Baca Selengkapnya