Ini fungsi alat terapi kesehatan yang meledak di RSAL Mintohardjo

Merdeka.com - Kebakaran yang terjadi di Gedung Ruang Udara Bertekanan Tinggi (RUBT) RSAL Mintohardjo mengakibatkan empat orang pasien yang tengah menjalani terapi tewas. Mereka mengalami luka bakar yang sangat serius.
Terapi Oksigen Hiperbarik (OHB) adalah suatu cara pengobatan dimana peserta terapi bernafas dengan menghirup oksigen murni (100 persen) atau pada tekanan barometer tinggi (hyperbaric chamber).
Terapi OHB merupakan terapi utama pada penyakit penyelaman dan terapi tambahan pada berbagai penyakit klinis. Seperti luka yang sulit sembuh pada penderita kencing manis, luka terinfeksi, gas gangren, infeksi tulang, luka bakar, luka pasca operasi dan transplantasi.
Selanjutnya terapi OHB ini juga memiliki manfaat untuk meningkatkan sistem pertahanan tubuh dalam mengatasi infeksi, pembentukan cabang-cabang pembuluh darah baru untuk mengatasi penyumbatan dan kerusakan pembuluh darah.
Proses terapi OHB ini tergolong sederhana. Dimulai dengan konsultasi dokter dan pemeriksaan fisik untuk menentukan ada tidaknya kontra indikasi mengikuti terapi OHB ini.
Selanjutnya pasien masuk ke hyperbaric chamber yang berbentuk seperti kapal selam untuk menghirup oksigen murni. Selama mengikuti terapi, pasien akan didampingi perawat yang berpengalaman dan di bawah pengawasan dokter ahli hyperbaric.
Bahkan ada rumah sakit tertentu yang memiliki jumbo hyperbaric chamber sehingga beberapa orang sekaligus seperti halnya di RSAL Mintohardjo. Terapi OHB ini diklaim merupakan metode terapi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan didukung berbagai hasil penelitian (Evidence Base Medicine).
Namun di luar dugaan, terjadi percikan api yang menyebabkan tabung oksigen di Gedung Ruang Udara Bertekanan Tinggi (RUBT) RSAL Mintohardjo meledak. Akibat kejadian ini, empat orang pasien yang tengah menjalani terapi tewas.
"Dari pihak Puslabfor polri bersama pomal untuk olah TKP, saat ini belum bisa diambil kesimpulan penyebab terjadinya kebakaran," ujar Kadispenal Laksma M Zainuddin, Jakarta, Senin (14/3).
Menurut Zainuddin, awalnya muncul percikan api yang belum diketahui penyebabkan. Percikan api itu mengakibatkan terjadinya asap tebal dan kebakaran di ruang hyperbaric center.
Sehingga 4 orang di dalam chamber tersebut meninggal dunia. Yakni mantan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen (purn) Abubakar Nataprawira, Senator DPD sekaligus ketua PGRI Sulistyo, dr Dimas dan Edi Suwandi.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya