Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kepanasan & kelaparan, banyak pelajar pingsan saat upacara Hardiknas

Kepanasan & kelaparan, banyak pelajar pingsan saat upacara Hardiknas Ilustrasi Anak Sekolah. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah peserta upacara dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2016 di halaman Balai Kota Malang, Jawa Timur, pingsan lantaran belum sarapan dan sebagian tidak kuat menahan terik matahari.

Peserta upacara yang bertumbangan ini sebagian besar adalah siswa-siswi SMA dan sederajat. Serta satu orang anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang. Mereka langsung dibawa petugas PMI ke mobil ambulans untuk diberi pertolongan pertama.

Peserta upacara yang pingsan ini karena terlalu lama berdiri dan kena terik matahari. Selain itu, mereka juga kekurangan asupan akibat tidak sarapan terlebih dulu sebelum mengikuti upacara.

"Oleh karena itu, mereka yang pingsan ini langsung kami beri snack dan roti," kata Kepala Seksi Pelayanan PMI Kota Malang, Heri, di Kota Malang, kepada Antara, Senin (2/5).

Dalam memeriahkan Hardiknas 2016 ini, sekitar seribu orang siswi dari seluruh SD se-Kota Malang menyuguhkan tarian kolosal Topeng Bapang Santiko di kawasan Bundaran Tugu Kota Malang. Tarian ini disuguhkan usai upacara Hardiknas yang dihelat di halaman Balai Kota Malang.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Zubaidah mengatakan kegiatan ini sebagai upaya memperkenalkan kembali seni budaya asli Kota Malang.

"Kami berharap anak-anak ini turut melestarikan tari topeng Malangan agar tetap terjaga kelestarian," katanya.

Upacara peringatan Hardiknas tidak hanya digelar di halaman Balai Kota Malang saja, hampir di seluruh sekolah di Kota Malang juga menggelar upacara yang sama. Bahkan di beberapa sekolah mewajibkan siswa-siswinya untuk mengenakan pakaian adat Nusantara.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP