Kesehatan Jiwa Orangtua Sangat Penting untuk Cegah Stunting Pada Anak

Merdeka.com - Kesehatan jiwa harus dimiliki setiap individu baik orang dewasa maupun anak-anak. Tanpa jiwa yang sehat, ragam kondisi bisa saja dialami tubuh seseorang tak terkecuali anak-anak.
Deputi bidang tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lenny N Rosalin, mengatakan salah satu penyebab stunting pada anak-anak karena gangguan kesehatan jiwa yang dialami orangtuanya.
"Kesehatan jiwa akan mempengaruhi orang tersebut. Apalagi kalau ini terjadi pada orangtuanya, akan mempengaruhi perilaku dia pada saat melakukan pola asuh bagi anak-anaknya. Dia enggak akan fokus," jelasnya dalam diskusi yang digelar secara virtual dengan tema Kesehatan Jiwa, Senin (28/9).
Misalnya, anak yang harusnya mendapatkan gizi yang layak menjadi terabaikan. Selain itu yang tak kalah penting, anak seharusnya mendapatkan kasih sayang malah kehilangan hal itu.
"Misalnya orangtuanya harusnya membuat makanan bergizi, karena dia tidak fokus ya dia tidak melakukannya, atau melakukannya tapi tidak dengan cara yang betul. Harusnya dia melakukan pola asuh dengan kasih sayang, tapi karena dia mengalami gangguan kesehatan jiwa, itu juga tidak dia lakukan. Akhirnya dampaknya ke anak. Anak jadi ikut-ikut. Anak jadi terkena dampaknya," sambung Lenny.
Dia yakin ketika orang dewasa atau dalam hal ini orangtua dalam kondisi kesehatan jiwa yang baik, maka dia akan memberikan semua hal terbaik untuk buah hati mereka.
"Sebaliknya kalau anak tidak diurusi gizinya, muncul stunting," katanya.
Seperti masa pandemi sekarang ini, kata dia, banyak orang jiwanya mulai resah apalagi ketika terkena dampak pemutusan hubungan kerja hingga tidak punya biaya hidup.
"Terus mau beli makanan bergizi boro-boro, enggak ada uang. Nah ini akhirnya terjadi kondisi di mana orangtua juga stress," dia menegaskan.
Jika sudah demikian, sambung dia, anak menjadi depresi dan itu sangat memprihatinkan. Data yang dia miliki, 13 persen anak-anak Indonesia mengalami gejala yang mengarah pada gangguan depresi ringan hingga berat.
"Nah ini enggak main-main. Kalau 13 persen anak-anak kita seperti ini, dampaknya nanti ke mana-mana tidak hanya ke anak itu sendiri," sambungnya.
Mencegah angka tersebut terus bertambah, Lenny berbagi tips yang dia sebut dengan 9 M. Tips ini diharapkan menciptakan keluarga yang lebih bahagia di mana orangtua dapat berperan sebagai sahabat bagi anak-anaknya, sehingga dapat meminimalisir gejala-gejala yang mengarah ke depresi dan gangguan jiwa pada anak.
Berikut 9 M tersebut:
1. Menjadi pendengar yang baik
2. Meyakinkan bahwa orangtua peduli dan ada saat dibutuhkan
3. Menjadi pendamping yang baik dalam belajar
4. Memberi pujian dan apresiasi
5. Menghargai waktu privasi anak
6. Mengajak anak berpendapat dan berdiskusi
7. Membangkitkan rasa percaya diri dengan memberi tanggung jawab
8. Mendukung anak untuk menjadi inspirasi dan panutan
9. Memberi ruang gerak interaksi dengan teman
Reporter Magang: Maria Brigitta Jennifer (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya