Kisah tulus Maksum, marbot yang nyambi ngojek dapat umrah gratis
Merdeka.com - "Kehendak Tuhan melebihi segala logika yang dimiliki manusia," begitulah ungkap bahagia yang keluar dari mulut Muhammad Maksum.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek ini sedang senang karena mendapat kesempatan umrah gratis yang diberikan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Selain ngojek, Maksum juga mengisi hari-harinya dengan menjadi penjaga (marbot) di Masjid Nur Rohman di Cawang, Jakarta Timur.
Sudah 14 tahun Maksum menjalani profesi sebagai marbot. Kedua profesi ini jalani secara bergantian setiap harinya.
-
Siapa yang membagikan kesempatan umrah ? Masih dalam kesempatan yang sama, keduanya juga berbagi kesempatan untuk menunaikan ibadah umrah pada para pejuang garis dua melalui sistem giveaway.
-
Bagaimana Pak Rohmat bisa berangkat haji? Diawali dari niat tersebut, mereka mampu melunasi talangan haji berkat kegigihan dalam menabung.
-
Siapa yang bisa menjalankan ibadah umroh? Syarat wajib umroh yang pertama adalah beragama Islam. Hal ini juga berlaku dalam ibadah haji.
-
Kenapa Awkarin umrah? Karin merasa terdorong untuk berangkat umrah karena Dara Arafah, temannya, yang membujuknya.
-
Siapa yang bertanggung jawab memakmurkan masjid? Memakmurkan masjid bukanlah tugas yang ringan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan komitmen, usaha, dan kreativitas dari seluruh jamaah.
-
Bagaimana Kiai Sya'roni Ahmadi mendapatkan kesempatan naik haji gratis? Setelah mengetahui bahwa sang kiai pergi mengajar naik sepeda, sang murid menawarkan diri hendak memberikan mobil baru untuk Kiai Sya'roni.
"Saya nggak pernah menyangka sama sekali. Lillahitaala saja tidak berpikir macam-macam dalam mengurus masjid," ungkapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (16/12).
Sebagai marbot, dia harus datang lebih awal dari jemaah utamanya ketika salat subuh. Terkadang, dia juga ditunjuk sebagai imam. Usai menjadi imam, Maksum dipercaya memberi tausiah mengenai ajaran Islam pada bapak-bapak hingga pukul 05.30 WIB.
Beras urusan di masjid, dia beristirahat sejenak. Barulah pada pukul 09.00 WIB, Maksum mengojek untuk mencari tambahan agar dapur bisa terus mengepul dan menyekolahkan anaknya. Kemudian kembali ke rumah pada pukul 13.00 WIB untuk istirahat dan kembali ke masjid.
Dengan mengojek, dia berhasil menyekolahkan delapan anaknya sampai ke sekolah tingkat atas. Walaupun begitu Maksum tidak pernah lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai marbot juga salat lima waktu.
"Saya jadi pengurus masjid tidak harus selalu berada di masjid setiap waktu. Kami harus mencari rezeki," katanya.
Menjelang matahari tenggelam, Maksum mempersiapkan diri untuk kembali ke masjid. Dia langganan menjadi imam salat Magrib dan salat Isya. Usai semua kegiatan di masjid, dia tak lupa menemani putra-putrinya membaca Alquran hingga malam.
Walaupun terlihat sibuk, Maksum tidak pernah mengeluh. Dia hanya bekerja sesuai dengan ritme kehidupan.
Meski tiket berangkat umrah sudah di tangan, Maksum masih tak percaya dan menganggap ini sebuah keajaiban.
"Memang logikanya dilihat dari penghasilan tidak mungkin. Tetapi Allah sudah membukakan pintu rezeki yang lain," tutupnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Dirinya menjadi marbot yang mendapat keberlimpahan rezeki karena mengabdi kepada jemaah yang datang dan beribadah di masjid yang ia rawat.
Baca SelengkapnyaCuri perhatian, masjid di Maros ini undi hadiah umrah setiap hari usai tarawih untuk jemaahnya.
Baca SelengkapnyaBerkat kisahnya yang viral itu juga, Mak Sombret juga mendapat hadiah umrah gratis.
Baca SelengkapnyaBripka Arifudin dapat undian umrah gratis. Awalnya ia tak tahu masjid ini mengadakan undian umrah.
Baca SelengkapnyaKisahnya viral dan membawa berkah untuk Mak Sombret.
Baca SelengkapnyaUstaz Subki adalah seorang marbut di Masjid Jami' Hudallah yang terletak di jalan Puspogiwang, Gisikdrono, Semarang.
Baca Selengkapnya"Alhamdulillah dapat umrah dari pak Airlangga. Mimpi sekalipun saya tidak pernah, tapi ini saya diberi umrah gratis," kata Sukini
Baca SelengkapnyaKementerian Agama melepas ribuan peserta mudik gratis untuk ke kampung halamannya.
Baca SelengkapnyaBerkat kesabarannya selama bertahun-tahun, ia sebentar lagi bisa melihat Ka'bah secara langsung di usianya yang menginjak usia 73 tahun.
Baca SelengkapnyaSetiap hari menjelang waktu berbuka puasa, pengurus Masjid At-Taqwa membagikan ratusan paket takjil gratis berupa berbagai macam menu makanan dan minuman.
Baca SelengkapnyaDua lansia ini mampu mewujudkan mimpinya setelah menabung selama puluhan tahun.
Baca SelengkapnyaKisah Supartono, pemulung dan tukang becak asal Ponorogo yang berangkat haji tahun ini.
Baca Selengkapnya